Niall Horan The Annoying Guy

2.3K 291 8
                                        

Mata sembab dan bengkak,serta hidung mampet dan merah menyambut pagiku hari ini,wajah pucat dan ekspresi putus asa membuatku seperti orang yang baru saja mengalami bencana alam.

Tubuhku masih terasa hangat,padahal aku tidak memakai selimut serta ac yang kunyalakan dengan suhu terendah,sungguh apakah aku sekarang sedang benar-benar menyakiti diriku sendiri?

Sweater hitam berwangikan maskulin yang nyaman untuk dihirup melekat di sweater yang sedang kupakai ini 'vans of the wall' aku berusaha mengingat-ngingat apa yang sudah kulakukan tadi malam.

Aku pergi berjalan di tengah hujan deras pada saat malam hari,lalu bertemu dengan Niall Horan,memarahinya lalu ia memberiku sweaternya.Kenapa hidupku makin ribet saja?sekarang bagaimana aku bisa mengembalikannya?

Dengan kepalaku yang super pusing ini aku memaksakan diriku untuk bangun dan pergi mandi,syukur-syukur kalau aku bisa sarapan.Semoga ada orang yang mau mengantarku ke dokter.

Setelah mandi dengan air hangat aku mengambil kotak obat yang selalu ku bawa kemana-mana kotak kecil yang berwarna putih tulang.

Selesai meminum obat,aku kembali rebahan di atas tempat tidur,benar-benar tubuhku terlalu lemas untuk melakukan aktifitas apapun,untung aku belum saatnya untuk kuliah.

Tidak lama aku jatuh tertidur.

Wangi sup hangat memasuki indra penciumanku,membuat mataku terbuka perlahan karena otak yang mendapat perintah dari perutku,walaupun keadaanku tidak terlalu baik tetapi sekarang lebih nyaman.

Aku menoleh ke arah meja nakasku,semangkuk sup hangat lengkap dengan sendok dan garpu serta satu gelas air putih sudah tersedia lengkap,aku tersenyum siapa yang sudah repot-repot berbuat baik seperti ini?

'Happy Eating beautiful! Get well soon x!!'

Dari tulisannya yang mengirim ini adalah seorang lelaki,tapi siapa?apakah aku mempunyai stalker atau bagaimana?lebih baik aku possitive thingking saja dulu siapa tau ini dari Rachel ataupun Virlie.

Dengan gembira aku mulai memakan satu mangkuk sup itu dengan lengkap dan hati gembira,selain lapar sup ini benar-benar seenak buatan Ibu dulu.

Setelah makan energi sudah kembali pulih,yah lumayanlah dari pada aku bilang tidak sama sekali.

Suara barang jatuh dari depan apartment membuatku tergaket,dengan sigap aku berdiri dan berjalan perlahan keluar,aku menyingkap tirai jendela putihku,seorang pria dengan sweater putih sedang membelakangiku,rambut pirangnya yang digradasi warna hitam sepertinya aku kenal.

Aku memutar kunci perlahan,lalu menekan knopnya kebawa lalu membuka pintu sepelan mungkin berusaha tidak membuat suara.

"Hey?"

Pria yang ternyata Niall Horan itu menoleh kaget,hidungnya merah dan wajahnya pucat,yah kurang lebih sepertiku.Dia juga flu,pertanyaanya sedang apa dia di sini?dan tau dari mana dia alamat apartementku.

"Oh hai," dia menyapa balikku dengan suara serak dan nada canggung."maaf membuatmu terbangun"

"Kau tau dari mana alamatku?" tanyaku to the point."are you stalker?"

"Bu-bukan maksudku," Niall menggeleng."a-aku tadi malam-"

"Mengikutiku?" potongku cepat,wajahnya yang semula sabar kini terlihat agak kesal,kenapa?kenapa dia yang kesal?seharusnya aku yang kesal.Bodoh.

"Aku tidak bisa membiarkanmu pulang sendiri tadi malam," jelasnya pelan."jadi aku mengikutimu dari belakang,just to make a sure,kau baik-baik saja"

"Kau hujan-hujanan?" tanyaku

"Yep," Niall mengangguk."jalanmu cepat sekali,aku tidak sempat mengambil mob-"

Say 'Goodbye' ; completedCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang