Bad Feeling

2.4K 269 8
                                        

Aku duduk di balkon apartementku sambil merasakan semilir angin yang menerpa wajahku dan membuat beberapa anak rambutku berterbangan,aku menghirup segarnya udara pagi yang sejuk serta agak hangat gara-gara cerahnya matahari pagi ini.

Sudah seminggu semenjak kepulanganku dari rumah sakit dan dua hari yang lalu Dad memutuskan pulang ke LA gara-gara ada pekerjaan yang harus diselesaikan,aku di rawat oleh Rachel dan Virlie yang secara sukarela menjagaku,lucu memang disaat dulu aku menganggap aku bisa tanpa teman dan sekarang aku membutuhkan teman.

Niall sering mengunjungi kalau sedang tidak sibuk,walaupun kedatangannya tidak terlalu kuharapkan tapi aku mencoba untuk menerima kehadarinnya dan perhatiannya,lagipula setelah segalanya yang terjadi aku mengerti akan arti hidup ini.

Harry tak kunjung mengunjungiku,otakku bisa saja berbohong kalau tidak mengharapkan kehadirannya akan tetapi hati kecilku mengatakan hal yang sebenarnya,aku membutuhkannya saat ini tanpa pengecualian apapun,entahlah aku yang bodoh atau terlalu naif.

dan yang terakhir adalah Edward,pria asing yang tiba-tiba datang ketika aku sedang terpuruk dan anehnya aku menerimanya masuk ke dalam hidupku padahal tak sekalipun aku mengenalnya walaupun firasatku mengatakan aku sangat dekat sekali dengannya,dia memberiku rasa aman dan nyaman.

"memikirkan apa?" aku tersentak kaget ketika mendengar suara Rachel."serius sekali kau Jo"

"hanya menikmati suasana pagi,"

"kau mau jalan-jalan?" tanya Rachel lagi."aku akan menemanimu"

"tidak," aku menggeleng."kau tidak malu berjalan bersama orang buta sepertiku?"

"ya Tuhan," aku mendengar Rachel menepuk dahinya."I told you thousand times Jo,aku dan Virlie tidak pernah malu mempunyai teman sepertimu sekalipun kau buta"

"kenyataanya begitukan?" aku tersenyum sinis."aku hanya bisa merepotkan kalian,untuk makanpun aku harus membutuhkan orang menyuapiku"

"listen me," Rachel memegang bahuku."aku dan Virlie tidak pernah merasa keberatan untuk merawatmu,stoplah berkata yang tidak-tidak"

Aku terdiam,sementara Rachel menghela nafas berat.Kami berdua sama-sama terdiam,mungkin sampai saat ini masih tidak bisa menerami kenyataan bahwa aku buta.

"kau butuh waktu sendiri?" tanya Rachel."aku akan meninggalkanmu kalau kau mau,jika kau butuh bantuan aku ada di sebelah,kau tinggal memanggilku"

"terimakasih," aku mengangguk,Rachel berdiri meninggalkanku.Aku duduk sendiri sambil mendengarkan kicauan burung pagi yang terus berceloteh riang,andai aku masih bisa melihat aku ingin sekali melukis di padang rumput yang dipenuhi ilalang.

"jangan melamun," aku kembali tersentak kaget ketika mendengar suara berat yang mungkin menurut sebagian orang sexy."maaf baru mengunjungimu"

"tidak apa-apa," aku menggeleng."kalau boleh tau kau kemana saja?"

"aku banyak pekerjaan," yep orang itu Edward."bolehkah aku bertanya sesuatu kepadamu?"

"tentu saja," aku mengangguk."kau mau bertanya apa?"

"Kau suka dengan Tinkerbell?"

pertanyaan itu membuat otak dan fikiranku berputar kembali kesepuluh tahun silam di mana Harry menanyakan hal yang sama,aku terdiam sesaat kemudian mengangguk tanpa memberikan sepatah katapun.

"Tinkerbell itu cantik," ucapnya."Manis dan juga kuat.Dia tidak pernah meninggalkan Peter Pan-nya sendirian,benarkan?"

aku kembali mengangguk.

"Kalau kau tidak keberatan," Edward menarik nafasnya berat lalu menghembuskannya."bolehkan kalungmu itu menjadi milikku?"

"untuk apa?" tanyaku balik."kalau kau menyukainya kau bisa memelinya Ed"

Say 'Goodbye' ; completedCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang