Edward

2.5K 291 20
                                        

Entah kenapa aku merasakan semua kesialan sekarang berpihak kepadaku,dari Mum yang meninggal kurang lebih satu tahun yang lalu,Harry yang meninggalkanku,dan sekarang aku tidak bisa melihat,permanent atau bukan sama saja aku sekarang akan menyusahkan semua orang yang berada di dekatku.

Rachel dan Virlie sudah pulang sekitar satu jam yang lalu,aku yang menyuruhnya bagaimanapun mereka butuh istirahat bukan hanya mengurusi gadis buta dan tidak berguna sepertiku,kadang aku bertanya pada Tuhan,kenapa Tuhan tidak mencabut nyawaku saja?

Keheningan dan kegelapan yang menemaniku sekarang,air mataku yang sedari tadi kutahan akhirnya tumpah juga,segala pertahanan yang kubangun sedari tadi runtuh juga,cukup sudah aku terlihat lemah akibat kebutaanku,jangan ditambah lagi dengan air mata yang makin membuat orang merasa kasihan kepadaku.

Aku membekap mulutku dengan telapak tangan,berusaha tidak membuat suara isakan yang memunculkan perhatian orang-orang yang berlalu-lalang di depan sana,suara decitan pintu membuatku terkaget dengan cepat aku menghapus air mataku dengan punggung tangan dan sebisa mungkin bersikap normal.

Usapan halus tangan yang kokoh menyapu kepala dan rambutku,dia terus mengusap rambutku tanpa mengeluarkan sepatah katapun,jujur aku sangat merasa nyaman karenanya bisa kutebak dia ini seorang lelaki,tetapi aku tidak tahu siapa.

"who are you?" tanyaku pelan,usapannya pada kepalaku begitu lembut membuatku ingin menangis sekeras-kerasnya,karena apa?karena dia seperti ikut bersedih denganku,bisa merasakan kesedihanku sekarang.

"A-aku," dia menyahut dengan nada terkaget,suaranya serak,menangiskah lelaki ini?"ak-aku Edward"

"kita pernah kenal?" tanyaku pelan,aku merasa mengenalnya,merasa sangat dekat dengannya,tapi dari namanya aku baru mendengar,sungguh.

"aku rasa," sahutnya lagi."bagaimana perasaanmu?"

"aku takut,"

"jangan takut," bisiknya dengan nada pahit."aku akan selalu menemanimu"

"terimakasih,"

"bolehkah aku berbaring di sampingmu?" tanyanya

Aku berfikir sebentar,lalu mengangguk menggeser sedikit badanku dan memberikannya tempat,kurasakan tubuhnya berbaring di sampingku,tangan kirinya di rentangkan dan tangan kanannya mendorong bahuku pelan untuk berbaring di tangannya,sungguh kenapa aku tidak melawan?dia orang asing Jo.

"tidurlah,"bisiknya di telingaku."tidur bisa membuat keadaanmu lebih baik"

"aku takut untuk tidur," ucapku."aku takut ketika aku membuka mata aku sudah tidak berada di dunia lagi"

"itu tidak akan pernah terjadi," bisa aku rasakandia tersenyum."kau lupa aku akan selalu berada di dekatmu?"

"aku tidak tahu," aku menggeleng,lagi-lagi aku ingin menangis."a-aku merasa Tu-tuhan mem-"

"sshh," dia menempelkan telunjukknya pada bibirku."Tuhan tidak membencimu,dia menyayangimu,sangat menyayangimu,dia memberimu ujian seperti ini karena dia tahu kau dapat melewatinya,kau gadis kuat"

Aku memejamkan mataku,menahan air mata ini agar tidak jatuh turun ke pipiku,perbuatannya,perlakuannya,perkatannya sangat membekas di hatiku.

"menangislah," dia berucap kepadakuu."aku tidak akan menganggapmu lemah hanya karena kau menangis,kau bisa menangis selama dan sekeras yang kau mau"

Jadilah aku menangis di sampingnya,dia menarikku untuk lebih mendekat dan membiarkanku menangis di dadanya,dia mengusap-ngusap punggungku pelan kudengar degup jantungnya yang berdegup keras,kenapa dengannya?

"Kau bia melewati ini semua," ucapnya di sela-sela tangisku."kau gadis kuat,ada orang-orang yang menyayangimu di sini,kau tidak perlu takut,semuanya akan baik-baik saja tidak ada yang perlu kau khawatirkan.Sekarang tidurlah aku akan menyanyi untukmu"

Say 'Goodbye' ; completedCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang