Aku terbangun dengan mata setengah terpejam karena mendengar nyanyian dari samping kanan dan kiriku,seperti suara Dad dan Mum.
Aku mengentip sedikit ke arah jam dinding,jamku menunjukkan pukul 00:00 am,astaga baru jam segini kenapa Mum dan Dad sudah bernyanyi?apakah ini hari natal?mustahil sekali ini hari natal inikan baru tanggal satu februari,terlalu bodoh kalau kubilang natal dipercepat,
"Uhm," aku mengerang pendek sambil mengucek-ngucek mataku."whats wrong?"
"Are u forget?"
"Lupa apa?" tanyaku bingung,apakah hari ini aku sekolah?tidak inikan sabtu mana ada sekolah buka di hari weekend.
"Its your birthday hun," ucap dad
Mataku membelak kaget,ulang tahunku? ah ya benar! ini adalah hari ulang tahunku! ini satu februari! bagaimana aku bisa lupa?kenapa aku bodoh sekali?
"Omg,I'm forget dad,"
"No problem," Dad menyalakan lilin yang berbentuk angka tujuh."lets blow the candle and make a wish my Fairy"
Aku tersenyum,memejamkan mataku lalu mengucapkan harapan dan meniup lilinya.
"Happy Birthday my Fairy," Mum memelukku,orang tuaku beda,mereka tidak menyebutku putri melainkan peri."Mum harap kau akan tumbuh menjadi gadis yang baik hati dan manis"
"Thank you Mum,"
"Lets give hug for your daddy!" aku menghambur memeluk Dad."semoga kau bisa menjadi peri yang berguna,jadilah anak yang baik ya?jangan kecewakan dad dan mum"
"Of course dad,"
Tidak perlu perayaan mewah,seperti ini saja sudah cukup kebahagian yang aku rasakan.
--
"Mum," aku memanggil Mum yang sedang sibuk di dapur membuat sarapan untuk kami bertiga."kenapa di rumah Harry sangat ramai?"
"Mum tidak tahu," sahut Mum sambil memotong wortelnya."mungkin ada acara,kenapa tidak bertanya?"
"Malu Mum,"
"You're seven now," ucap Mum sambil tersnyum."tidak ada peri yang pemalu sayang,kau berani"
Aku mengigit bibirku,lalu mengangguk dan berjalan keluar,huft semoga tidak ada yang mencuekiku,amin.
"Jocelyn!!!" Baru saja aku sampai di depan rumah Harry tiba-tiba dia datang dan langsung menubruk memelukku."guess what! ini hari ulang tahunku"
"Ah really?" tanyaku gembira."happy birthday Harry! and you know? its my birthday too!"
"Astaga!" Harry benar-benar excited."really? Happy Birthday for my little sister,aku menyayangimu!"
"Dasar genit!" suara Gemma tiba-tiba terdengar dan disusul suara jeritan Harry."happy birthday Jo"
Ugh sekarang aku yang dipeluk Gemma,"Thank you Gemma"
"Semoga apapun yang kau inginkan tercapai,"
"Keinginannya hanya ingin bersamaku selamanya," celetuk Harry.
Gemma menjitak Harry dengan keras,"stupid Styles,mungkin malahan dia ingin jauh-jauh dari orang genit sepertimu! hahahaha"
"Kau jahat Gemma," ucap Harry
"Jahat is my middle name Style,"
"You are sucks styles," balas Harry
"Whatever kiddo,"
"I'm not kiddo again!" bantah Harry."aku sudah delapan tahun!"
"Alah berisik," Gemma mengisbaskn tangannya di wajah Harry lalu pergi,sementara aku hanya terkekeh geli dua kaka-beradik yang lucu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Say 'Goodbye' ; completed
FanfikceAku; peri kecil yang menyedihkan. Dia; pahlawan masa kecil milikku. Aku dan dia memiliki kesamaan, sama-sama tidak ingin tumbuh dewasa. Copyright 2014 I had been inspired by an amazing novel called Goodbye Happiness by Arini Putri.
