"tidak pernah ada Edward," suara serak Harry mulai terdengar,Tuhan tidak tahukah Engkau aku begitu merindukannya saat ini?"Edward adalah aku,Harry Styles seorang lelaki pengecut yang menjauhi sahabat kecilnya karena keegoisan,membuat sahabat kecilnya merasakan kesedihan mendalam tapi aku punya alasan kenapa aku menjauhimu,tolong mengerti Tink"
Aku memejamkan mataku,menarik nafas yang sedari tercekat membuatku susah bernafas,kutekan kembali tombol merah yang berada di tengah perekam suara berwarna pink-yang entah kenapa bisa bergambar Tink dan Peter Pan,Harry pasti susah sekali mendapatkan ini.
"Jujur Tink,saat kau tinggalkan dulu aku benar-benar kesepian.Anehnya aku merasakan kesepian di saat semua orang berada di dekatku,mereka tertawa,tetapi aku tidak bisa,hanya kau yang berada di fikianku saat itu," aku juga merasakan hal serupa Harry,merasa kesepian di tengah ramainya orang."Aku jatuh cinta kepadamu Jo,benar-benar jatuh cinta bukan cinta antara bocah lelaki kepada teman perempuannya,ini antara lelaki dan wanita,kau benar-benar membuatku gila Tink," Harry menghela nafasnya berat,aku tahu dia menahan tangis sama akupun sekarang juga sedang menahan tangis."Aku menjauhimu karena aku takut,aku takut rasa dalam pada hatiku ini makin bertambah dan tak bisa kutahan kau taukan jika sepasang kekasih tidak bersama lagi mereka tidak mungkin bisa dekat seperti dulu lagi,aku tidak mau itu terjadi pada kita Jo"
Aku mengerti maksudmu baik Harry,aku juga mencintaimu sangat mencintaimu.
"aku tahu setelah ini kau juga akan benci dengan Edward dengan aku juga,tapi berikan aku satu kesempatan untuk memperbaiki itu semua," kudengar Harry terkekeh pelan."aku rasa tidak mungkin Tink,kesalahanku terlalu fatal yah aku terlalu banyak bicara sepertinya."
Aku siap mendengarkan suaramu Harry karena aku tahu setelah rekaman ini habis aku tidak dapat mendengar suaramu lagi,sekeras apapun aku mencari suara itu lagi,tak mungkin aku dapatkan.
"setelah kau mendengarkan ini tolong buka kotak musik kecil berwarna merah muda itu ya,kau tahu tidak?aku setengah mati mencari kotak musik itu,aku mencarinya sampai ke Jepang,karena menurut salah satu info kotak musik itu di jual banyak di Jepang," Ah dia terkekeh lagi,andai aku bisa melihat secara langsung kekehannya,tak aku pernah lepaskan dari otakku."aku tidak bermaksud sombong Jo aku hanya ingin kau tahu,aku menyayangimu,aku rela melakukan apapun untuk melihat seulas senyum di bibir kecilmu," aku tersenyum."setelah pidato panjang lebarku ini,hanya ada rekaman saat aku bernyanyi.Percayalah seluruh lagu yang kunyanyikan menggambarkan perasaanku untumu,Happy Listening my litlle fairy"
Aku mengambil kotak musik yang berbentuk sebuah piano berwarna hitam,aku belum pernah membuka kotak musik ini,aku tidak berani,aku takut sangat takut,aku takut semuanya akan berakhir dan menyisakan kehampaan yang menusuk hatiku.
Lagi-lagi Tinkerbell dan Peter Pan,kali ini mereka sedang berpegangan tangan dan tersenyum lebar,efek gemerlap bintang malam pada kotak musik ini makin membuat indah saja,aku tersenyum,bulir bening itupun tak dapat kutahan dan jatuh begitu saja di kotak musik itu.
Aku berdiri mengambil sebuah kaset berbungkus plastik bening,aku mendekat ke arah pemutar kaset atau biasanya di sebut dvd player,kutekan perlahan tombol play,semoga ini tidak membuat air mataku semakin deras.
"Its my incridible moments with my precious fairy,Jocelyn Maxwell" Tulisan itulah yang pertama kali muncul ketika aku selesai menekan tombol Play pada remote dvd."hai,Jo! apa kau masih mengingatku?syukurlah kalau kau ingat kalau kau tidak ingat tidak apa-apa yang penting kau selalu ada di dalam hatiku"
KAMU SEDANG MEMBACA
Say 'Goodbye' ; completed
FanfictionAku; peri kecil yang menyedihkan. Dia; pahlawan masa kecil milikku. Aku dan dia memiliki kesamaan, sama-sama tidak ingin tumbuh dewasa. Copyright 2014 I had been inspired by an amazing novel called Goodbye Happiness by Arini Putri.
