(2) COMEBACK

62K 2.5K 12
                                        

-Aku tidak butuh sikap pura - pura baikmu padaku, yang aku inginkan hanyalah maaf darimu-

Los Angeles, September

Dalam perjalanan menuju airport, Caitlin hanya menatap datar ke arah kaca mobil sambil mengingat - ingat 3 tahun lalu ketika ia baru tiba di kota ini.

Los Angeles.

Kota ini menjadi pelarian Caitlin, mungkin?. Atas semua kesalahpahaman yang tiada akhir. Membuat gadis itu menuruti permintaan kedua orang tuanya untuk pindah ke kota ini. Namun, 3 tahun masih tidak cukup untuk menyembuhkan luka di hatinya dan orang yang ia sayangi.

Sesampainya di airport, mereka, Kenan, Diana dan Caitlin segera menarik koper mereka masing - masing dan masuk melalui pintu keberangkatan.

Di ruang tunggu, Kenan dan Diana sibuk pada ponsel mereka masing - masing. Kenan bertelepon dengan teman kerjanya, mungkin?. Dan Diana menelpon Alan, anak sulungnya.

"Hallo."

"..."

"Alan, sebentar lagi kami akan berangkat, jangan lupa nanti jemput kami di airport."

"..."

"Kau sudah gila, ini bukan waktu yang tepat untuk membawanya pulang bersama kami."

Caitlin yang mendengar perkataan Mommy nya mengernyitkan dahinya bingung. Seperti ada sesuatu yang ditutupi oleh Mommy. Dia? Siapa?.

"..."

"Yah, Mommy knows. Tetapi, ia akan menyusul nanti."

Caitlin masih menatap bingung Mommynya seperti sedang membicarakan seseorang yang Caitlin sendiri tidak tahu. Aneh? Entahlah aku tidak peduli? Mungkin hanya urusan bisnis.

"..."

"Hmm."

"..."

"Sudah dulu kami akan segera boarding. Bye. See you."

Tut... Tut... Tut...

***

Jakarta, September, WIB

Drrtt... Drrtt... Drrtt...

Alan membuka matanya dengan malas dan meraih ponselnya di nakas. Ia mengedipkan matanya berulang kali mencoba menajamkan penglihatan untuk membaca nama panggilan yang tertera di layar ponselnya.

Mommy is calling...

Mommy?

Alan segera mengangkat telepon dari ibunya dan bergegas bangkit dari tempat tidur lalu berjalan keluar menuju balkon yang ada di kamarnya.

"Yah, mom. Ada apa?"

"..."

"Of Course. Aku harap Mommy membawa Cait---"

"..."

"I miss her so badly mom"

"..."

"Really?"

"..."

"Aku dan Jo ingin sekali bertemu dengannya, andai saja tidak ada gadis itu pasti kami tidak akan berpisah seperti ini."

"..."

Tut... Tut... Tut...

Alan menghela napas dan mengusap wajahnya kasar untuk sekedar menghilangkan beban pikirannya.

𝐒𝐔𝐑𝐕𝐈𝐕𝐄 (𝐄𝐍𝐃) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang