-Menutup diri dari orang disekitar kita terkadang lebih baik. Jika kita tidak ingin dianggap lemah dan menyedihkan-
"Aku mau kakak jadi teman aku, sekaligus my sister. Soalnya aku enggak punya sister."
"WHAT'S?" teriak Caitlin hingga tissu di hidungnya terlepas.
"Yah? Kalo kakak enggak mau sih yah enggak papa? Tapi, aku enggak janji bakal tutup mulut soal ini," ucap Naomi sambil menunjukan cengiran jahilnya.
"Eh... oke oke oke. Gue mau kok," jawab Caitlin sedikit kesal.
Haisshh. Desis Caitlin dalam hatinya.
Naomi tersenyum penuh kemenangan karena berhasil mempermainkan gadis di hadapannya, gadis yang telah merebut sepatu yang sangat ia inginkan.
"Kalo gitu aku duluan yah kak, bye and see you, sister," ucap Naomi sebelum ia pergi dari toilet itu.
Setidaknya ini bakal jadi ajang pembalasan dendam gue ke lo kak. Ucap Naomi dalam hati.
***
"Jo, mulai besok lo bantuin gue buat nyiapin party yah!" pinta Alan sambil mengoles selai kacang pada roti.
"Party?" tanya Joshua sedikit heran.
"Yeah, party. My birthday party," jawab Alan mantap.
"Kapan?"
"Sabtu."
"Enggak bisa, gue sibuk," tolak Joshua.
"Lo harus bantuin gue pokoknya. Gue enggak terima penolakan. TITIK!" tegas Alan.
"Enggak... Gue enggak mau," tolak Joshua lagi.
"Gue enggak mau tahu, pokoknya lo harus bantuin gue."
"Enggak."
"Iya?"
"Enggak."
Diana yang baru datang pun segera menghentikan adu mulut antara Alan dan Joshua.
"Hei, ada apa ini? Kenapa kalian berantem?" tanya Diana mencoba melerai Alan dan Joshua.
"Joshua enggak mau bantuin Alan buat nyiapin party Alan, mom," adu Alan dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin.
"Enggak usah ngadu deh, udah tua juga," ucap Joshua tak suka.
"Orang Mommy yang nanya kok. Wleee," jawab Alan sambil menjulurkan lidahnya guna meledek Joshua.
"Heh, sudah sudah," tegur Diana.
"Iyah, mom," jawab Alan dan Joshua kompak.
"Jo, kamu enggak boleh kayak gitu. Kamu harus bantuin tuh kakak kamu," kata Diana menengahi.
"Tapi, mom----"
"Enggak ada tapi - tapian. Kamu harus bantuin kakak kamu pokoknya," tegas Diana.
"Iyaiya," jawab Joshua tak suka. Tetapi, ia memilih mengalah karena ia tak ingin membuat Diana marah. "Puas Lo!"
Tanpa mereka sadari, ada seseorang sedang memperhatikan mereka dari lantai dua dan tersenyum melihat tingkah Alan dan Joshua.
Sikap mereka tidak pernah berubah. Selalu saja berantem hanya karena hal sepele.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐒𝐔𝐑𝐕𝐈𝐕𝐄 (𝐄𝐍𝐃)
Fiksi Remaja#3 on remaja (041119) #1 on remaja (071119) #1 on cool (030220) Caitlin Emma Gibson. Gadis remaja cantik blasteran Amerika-Indo harus menerima kenyataan pahit sejak kejadian 11 tahun silam. Dia menutup dirinya kepada siapapun. Ditambah kebencian dar...
