(3) FIRST DAY OF SCHOOL

59K 2.2K 14
                                        

-Dibalik sikap diam lo. Lo pasti sedang menutupi rasa sakit di hati lo yang orang lain tidak pernah tahu.-

Alarm dari jam beker berwarna hitam pun berbunyi, mencoba membangunkan pemiliknya yang kini sedang tertidur pulas tanpa menghiraukan cahaya matahari yang sudah menerobos masuk melalui celah - celah jendela kamarnya. Gadis itu merasa terganggu dan segera meraih jam beker di nakas lalu melemparnya ke karpet yang menyelimuti lantai kamarnya.

Berisik banget sih! Batinnya kesal.

Baru saja gadis itu ingin melanjutkan tidurnya, terdengar suara ketukan pada pintu kamar yang membuatnya menggerutu kesal karena tidurnya terganggu.

Tok... Tok... Tok...

"Apalagi sih nih? Ganggu aja," gerutu gadis itu sambil bangkit dari tempat tidurnya lalu membuka pintu.

"Siapa? " tanyanya dengan mata terpejam.

"Bi Ira, non."

"Ada apa, bi?."

"Tadi nyonya minta saya untuk bangunin non Caitlin, karena hari ini kan hari pertama non sekolah. Jadi, nyonya enggak mau non Caitlin telat."

"Sekolah? Oh iya, hampir aja lupa. Makasih yah bi." Caitlin mengusap wajahnya kasar.

"Iya, non. Kalo begitu, saya permisi."

Caitlin bergegas menutup kembali pintu kamar, dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Caitlin menghampiri keluarganya yang sedang sarapan di meja makan.

"Morning," sapanya lalu duduk disamping Diana, Mommy nya.

"Morning," jawab mereka kompak terkecuali Joshua. Mendengar itu Caitlin tersenyum miris karena tahu Joshua tidak menjawabnya bahkan tidak ingin melihat ke arahnya.

Caitlin mengambil dua lembar roti tawar lalu mengolesnya dengan selai coklat kesukaannya dan meminum segelas susu sebagai sarapannya. Mereka sarapan dalam diam tak ada satupun yang bersuara, sampai Kenan yang memulai.

"Hari ini Caitlin dan Joshua berangkat bareng Kak Alan. Kalian tidak ada yang boleh bawa kendaraan hari ini," pinta Kenan membuat Caitlin dan Joshua menatap ke arah sang daddy  seakan tak terima.

"Tapi---" ucapan Caitlin terpotong.

"Enggak bisa!" jawab Joshua.

"Enggak ada penolakan, atau fasilitas kalian daddy sita selama sebulan."

"What?" ucap Caitlin dan Joshua bersamaan.

"Just today dear!" timpal Diana.

"Oke, oke," jawab Caitlin pasrah.

"Hhaaiishh!" Joshua mendengus kesal.

Dalam perjalanan, ketiganya sibuk dengan kegiatannya sendiri. Alan fokus dengan jalanan di depannya, Joshua sibuk dengan game di ponselnya dan Caitlin yang memandang gedung - gedung tinggi pencakar langit melalui kaca mobil di sebelah kirinya.

𝐒𝐔𝐑𝐕𝐈𝐕𝐄 (𝐄𝐍𝐃) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang