(42) NOT READY

46.3K 1.5K 10
                                        

~akan sangat sulit mempersatukan sesuatu yang sudah patah~

Hamburg, Jerman.

Tiga tahun kemudian...

Di sebuah ruangan bernuansa coklat, ada seorang gadis yang terduduk di tempat tidurnya. Hari ini gadis itu akan menerima hasil pemeriksaannya. Ditemani kedua orang tuanya dan juga saudara kembarnya serta seorang laki - laki sebaya dengannya.

"Kamu pasti sembuh!!" seru sang daddy percaya diri.

"Aku harap juga begitu, dad," jawab gadis itu mencoba optimis.

Lalu, pintu ruangan terbuka dan menampakan seseorang berjas putih sambil tersenyum kearah gadis itu.

"Guten tag!?" sapa dokter itu lalu menghampiri gadis itu.

"Guten tag," balas gadis itu sambil tersenyum lembut.

"Saya ingin memberitahu hasil pemeriksaan Caitlin. Saudari Caitlin sudah dinyatakan sembuh. Dan sel kanker yang ada dalam tubuh Caitlin sudah sepenuhnya mati. Tetapi, Caitlin harus tetap minum obat yang saya berikan secara rutin," ujar dokter tersebut to the point. Caitlin dan yang lainnya tersenyum dan tanpa aba - aba ia mengucap syukur pada Tuhan dalam hatinya.

Thank's God for everything. Semua ini tidak akan terjadi tanpa campur tangan-Mu. Thank's God for the miracle. I trust you, For you nothing is impossible. Doa Caitlin dalam hati.

🌿🌿🌿

Jakarta, April

Di sebuah rumah bernuansa putih, dua orang laki - laki sedang bersiap - siap untuk pergi ke bandara.

"Jo? Cepatan gue udah selesai nih! Sebentar lagi mereka landing. Jangan lama - lama kenapa!" seru Alan sambil mengetuk - ngetuk pintu kamar Joshua.

"Iya, udah nih," jawab Joshua sambil membuka pintu dan berjalan mendahului Alan. "Siapa yang bawa mobil?" tanya Joshua.

"Gue aja," ceplos Alan sambil merampas kunci dari tangan Joshua. Joshua hanya mengedikkan bahunya tak peduli lalu berjalan mengikuti Alan.

Setibanya di bandara, Alan dan Joshua menunggu di depan pintu kedatangan sambil mencari - cari orang tua dan kedua adik mereka. Sampai akhirnya, tampaklah mereka berempat berjalan beriringan dan juga David yang setia di samping tunangannya. Caitlin menyadari kehadiran mereka hanya melemparkan senyuman dan melambaikan tangannya kearah kedua kakaknya.

Tanpa menunggu lama, Joshua segera merampas koper milik Caitlin dari tangan pemiliknya. Caitlin hanya mendengus kesal dengan sikap Joshua yang perhatian namun lebih dominan kasarnya.

"Hisss! Pelan - pelan dong! Sakit tau!" gerutu Caitlin. David yang ada di sampingnya meraih tangannya cepat dan memastikan jika tangan Caitlin baik - baik saja. Caitlin hanya menaikkan alisnya bingung, lalu berucap "Enggak. Aku enggak apa - apa, kok. Aku cuma bohong tadi, habisnya aku kesal dengan sikap kasar Kak Willy yang enggak pernah berubah."

"Kamu ini ada - ada saja," ujar David sambil mengelus puncak kepala Caitlin pelan.

Melihat pemandangan seperti itu, membuat Catherine sedikit risih dan iri. Namun, ia sadar jika perasaannya tak pernah terbalaskan. David, laki - laki yang ia cintai sudah lebih dulu jatuh cinta pada kembarannya sendiri. Jadi, tidak akan mungkin bagi Catherine untuk merebut laki - laki itu. Dan Catherine sudah berjanji akan selalu membuat Caitlin bahagia dan berusaha semampu mungkin untuk tidak membuatnya terluka. Caitlin sudah menanggung banyak luka sendirian selama ini. Catherine sudah memantapkan hatinya untuk melupakan perasaan itu. Sejak pertunangan David dan Caitlin tiga tahun yang lalu ia tersadar akan sesuatu. David tidak pernah mencintai gadis lainnya selain kembarannya, Caitlin. David hanya mencintai gadis yang sama setelah bertahun - tahun ia tidak tahu keberadaan Caitlin, gadis yang membuat David jatuh cinta terlalu dalam.

𝐒𝐔𝐑𝐕𝐈𝐕𝐄 (𝐄𝐍𝐃) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang