EXTRA PART

48.2K 1.4K 18
                                        

Hari ini adalah hari yang sangat berarti untuk David, karena hari ini bertepatan dengan ulang tahun pernikahannya dengan Caitlin. Lima belas tahun sudah usia pernihakan mereka. Dan sudah tiga belas tahun Caitlin meninggalkannya dengan kedua anaknya. Namun, tak pernah sekali pun David berniat untuk menggantikan posisi Caitlin dengan wanita lain. David tidak menginginkan itu dan tidak akan pernah. Baginya, hanya Caitlin yang berhak memiliki hatinya. Walau Caitlin sudah tiada, di hatinya selalu ada wanita itu. Dan ia akan selalu mengenangnya dan  mencintai Caitlin.

David menuruni tangga dan menuju ruang makan, ini sudah waktunya makan siang. Hari ini David sengaja tidak berangkat ke kantor, karena laki - laki itu ingin mengenang sang istri. Kebiasaannya itu masih sama seperti tahun - tahun sebelumnya. David tidak melihat siapapun disana dan hanya ada makanan yang sudah terhidang. David menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri, tetapi ia tetap tidak menemukan siapapun.

"Kemana yang lainnya?" gumamnya pada dirinya sendiri dan mengedikkan bahunya tak peduli lalu mulai menyendokkan makanan ke piringnya.

David menyantap makan siangnya dalam diam. Sesekali ia membayangkan Caitlin sedang makan bersamanya. Sampai terdengar suara teriakan dari taman belakang. Tak menunggu lama, David segera menghampiri sang pemilik suara tersebut.

"Ada apa, Val?" tanya David cemas sambil meneliti seluruh tubuh putrinya. Valerie hanya menggelengkan kepalanya lemah dan mengatupkan bibirnya rapat seperti sedang menahan tawa.

Dari kejauhan, seorang anak laki - laki bersama wanita paruh baya dan seorang gadis cantik tertawa melihat wajah panik David.

"Apa ini akan berhasil, nek?" tanya anak laki - laki itu.

"Tentu," jawab wanita paruh baya itu mantap.

"Bagaimana sudah siap?" tanya seorang gadis yang bersama mereka dengan kue di tangannya.

Anak laki - laki itu hanya menggangguk lalu menghampiri David dan Valerie. Setelah berada tepat di belakang David, anak laki - laki itu menarik - narik tangan David. Sontak itu, membuat David membalikkan tubuhnya melihat anak itu. Betapa terkejutnya, David saat sang ibu, Nadia dan adik perempuannya, Naomi memberikan kejutan untuknya. Naomi menyodorkan kue yang sejak tadi ia bawa lalu memberi isyarat pada David untuk meniup lilin.

"Yeh," sorak Valerie girang. Berbeda dengan Sean yang hanya tersenyum penuh arti. Di dalam hatinya, ia berdoa untuk kedua orang tuanya.

Bunda? Happy anniversary . Ayah sangat mencintaimu. Dan aku harap selalu seperti itu. Bisik Sean dalam hati.

"Terima kasih," ujar David terharu.

Caitlin? Happy anniversary, sayang. I love you so much forever. Lima belas tahun yang lalu, kamu dan aku resmi menjadi pasangan suami - istri. Kita berjanji untuk selalu setia satu sama lain hingga maut memisahkan. Aku akan selalu memegang janji itu selamanya. I love you and i miss you. Ucapnya dalam hati sambil mencium cincin yang melingkar di jari manisnya dengan mata yang terpejam.

𝐒𝐔𝐑𝐕𝐈𝐕𝐄 (𝐄𝐍𝐃) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang