(5) AWKWARD

55.6K 2.1K 22
                                        

-Gunakan kesempatan yang masih ada sebaik mungkin, sebelum kamu benar - benar kehilangan kesempatan itu.-


Caitlin melajukan motor ninja putihnya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Caitlin berhenti di pinggir jalan yang sepi dan duduk terjongkok di samping motornya.

Terdengar gemuruh yang menggelegar dari langit. Beberapa saat kemudian, disusul sekumpulan air jatuh dari langit yang kini membasahi bumi. Caitlin membiarkan tubuhnya dibasahi oleh air hujan yang turun kian deras.

Waktu sudah menunjukan pukul sembilan malam, tetapi Caitlin tak kunjung pulang. Alan duduk di sofa tak tenang dan terus mencoba menghubungi Caitlin. Sesekali Alan bertanya pada Bibi Ira tentang kemana adik perempuannya itu pergi. Karena tak biasanya Caitlin pergi tanpa pamit seperti ini, membuat Alan dan orang tuanya khawatir. Alan menanyakan soal Caitlin kepada Joshua yang sedang asik bermain playstation bersama ketiga temannya yaitu Davin, Kevin, dan Evan.

"Josh, lo tau enggak Caitlin pergi kemana?" tanya Alan yang berdiri di depan Joshua membelakangi TV.

"Enggak, gue enggak tau," ucap Joshua santai.

"Caitlin kemana sih?" bisik Alan yang masih bisa terdengar Joshua dan teman - temannya.

Ketika mendengar itu, Joshua merasa tidak tenang dan ingin mencari keberadaan adik perempuannya itu. Namun, mengingat hubungannya dengan Caitlin tidak begitu baik membuat Joshua mengurungkan niatnya, walaupun sebenarnya ia sangat khawatir.

Caitlin menyembunyikan wajahnya pada lipatan tangannya yang bertumpu pada lutut, kini gadis itu terduduk di trotoar pinggir jalan. Ia terdiam dan memikirkan masalah yang tak pernah ada ujungnya itu, Caitlin menangis sejadi - jadinya di tempat itu tanpa peduli hujan deras yang mengguyur tubuhnya.

Tiba - tiba tubuh Caitlin ditarik ke belakang dan didapati seorang wanita berjaket hitam kulit tengah menarik kerah bajunya seperti ingin memberikan sebuah bogeman kearah wajahnya.

Bughh

Sebuah tonjokan yang mengenai sudut bibir Caitlin yang berhasil dilepaskan oleh perempuan misterius itu. Wajah Caitlin pun terhempas dan keluar darah dari sudut bibirnya yang robek akibat tonjokan itu.

Bughh

Sekali lagi perempuan misterius itu memberikan tonjokan yang membuat Caitlin meringis dan bangkit dari duduknya berniat untuk membalas perempuan itu.

Bughh

Caitlin membalas tonjokan kepada perempuan itu. Caitlin terus memukul perut perempuan itu sampai perempuan itu tak berkutik lagi. Lalu, Caitlin memakai helm dan pergi dari sana dan meninggalkan perempuan misterius itu yang tengah tergeletak lemah di aspal. Caitlin menarik gas kencang tanpa mempedulikan rasa sakit yang ia alami saat ini.

Setibanya di rumah, Caitlin langsung memarkirkan motornya dan masuk ke dalam rumah sembari menenteng helm putih miliknya. Caitlin hendak mengetuk pintu, tetapi pintu terbuka begitu saja dan menampilkan Alan di ambang pintu menyambut kedatangannya. Tanpa mempedulikan Alan yang berdiri, Caitlin segera melangkah masuk dengan tatapan lurus ke depan. Alan yang melihat lebam pada wajah Caitlin pun merasa penasaran apa yang sebenarnya terjadi pada adik perempuannya itu. Alan menyusul Caitlin dan menanyakan keadaannya.

"Cait, kamu dari mana? Terus itu bibir kamu kenapa berdarah?" tanya Alan yang membuat langkah Caitlin terhenti dan membalikkan tubuhnya. Joshua dan teman - temannya kini juga dapat melihat wajah Caitlin yang lebam.

𝐒𝐔𝐑𝐕𝐈𝐕𝐄 (𝐄𝐍𝐃) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang