#3 on remaja (041119)
#1 on remaja (071119)
#1 on cool (030220)
Caitlin Emma Gibson.
Gadis remaja cantik blasteran Amerika-Indo harus menerima kenyataan pahit sejak kejadian 11 tahun silam. Dia menutup dirinya kepada siapapun. Ditambah kebencian dar...
Hari ini adalah hari yang paling dinantikan keluarga Pradipta dan keluarga Gibson. Karena hari ini kedua anak mereka akan saling mengucap janji suci di altar dan di hadapan mereka semua.
Caitlin mematut dirinya di depan cermin yang ada di ruangannya lamat - lamat, tangannya menyentuh hati - hati setiap riasan pada wajah dan rambutnya. Riasan pada wajahnya terlihat sangat menawan. Dan sejujurnya, Caitlin masih tidak percaya jika itu adalah dirinya. Perempuan di cermin itu terlihat mempesona. Perempuan bergaun pengantin di depan cermin itu terlihat seperti bukan dirinya sama sekali.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Cantiknya anak Mommy ini."
Caitlin memutar tubuhnya mendengar suara Diana, sudah berdiri ditemani saudara kembarnya, Catherine. Caitlin tertegun sesaat melihat penampilan Mommy dan kembarannya, mereka terlihat sangat cantik.
"Woah! Lo cantik banget, Cait."
"Kamu terlihat sangat gugup, Cait," ucap Diana sambil menghampiri putrinya. "Tenangkan dirimu! Cait, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang istri. Hanya satu pesan Mommy, hormati suami kamu dan jadilah istri yang baik," kata Diana lalu mencium dahi putrinya lembut.
"Mom?" panggil Caitlin dengan suara yang bergetar.
"Jangan takut! Ini hari kamu, dan kamu adalah ratu nya. Kami akan selalu ada di sampingmu. Jangan takut!" pinta Diana berusaha menenangkan Caitlin.
"Lima belas menit lagi acaranya akan dimulai, Mommy dan Catherine akan kembali ke ballroom. Mommy akan meminta Rachel dan Stella untuk menemanimu," pamit Diana lalu meninggalkan Caitlin sendirian.
Tak berselang lama, pintu ruangan kembali terbuka menampakkan kedua sahabatnya. Tidak hanya itu, wajah mereka terlihat sangat terkejut ketika melihat Caitlin. Caitlin merasa tak suka saat kedua sahabatnya menatapnya terpesona seperti itu. Tak pelak, itu membuat pipinya merona menahan malu.
"Cait, Lo sangat cantik," puji Rachel lalu menatap sahabatnya itu melalui cermin.
"Gue seperti sedang melihat penampakan seorang bidadari, tahu enggak? Cantik banget," timpal Stella dengan tatapan tak percaya.
"Berhenti puji gue! Kalian cuma bikin gue semakin gugup," tukas Caitlin.
"Baiklah, baiklah," ujar Rachel.
"Akan gue pastikan, David pasti akan klepek - klepek sama lo. Justru gue takut dia bakal pingsan karena melihat penampilan lo yang sangat berbeda. Lo sangat cantik, Cait."