Chapter 8 : The Biggest Fear

618 72 59
                                        

"Sekarang, ayo kita coba panggil Guardianmu."








Happy Reading ^^







"Guar..dianku...?" Woohyun memasang tampang blanknya, namun otaknya membayangkan Guardian miliknya pasti akan lebih hebat dari milik Hyung iparnya ini.

"Ne, waegeurae apa kau takut?"

Woohyun tersenyum 5 jari dan menggelengkan kepalanya imut, "Aniya aniya aniyaa~"

Han Geng menghela nafas dan menatap Woohyun dengan iris hijau terangnya, "Jadi, kau siap?"

"SANGAT SIAP HYUNG!"

'Demi bisa melindungi Gyu-ie, iya demi dia!'

Han Geng kini terkekeh melihat ekspresi Woohyun yang kini menyemangati dirinya sendiri, "Tahap pertama cukup mudah, pertama" Namja itu mendekati Woohyun, dan berbisik cukup pelan, "Siapakah yang paling kau takuti selain orang tuamu, Hyun-ah?"

Woohyun termenung mendengar pertanyaan Hyung di depannya, "Kurasa... Heechul hyung.." balas Woohyun pelan, yang tanpa disadari oleh Woohyun sendiri, sulur kayu Moza berada di belakangnya, membentuk sebuah ujung yang runcing.

"Jinjja?" Bersamaan dengan Han Geng bertanya seperti itu, kayu runcing itu langsung menusuk dan menancap tepat di tanda perpotongan leher Woohyun.

"Akh." Pandangan Woohyun menggelap, dan kayu runcing itu melepaskan diri setelahnya dan kembali ke Moza yang berada di belakang Han Geng.

" Pandangan Woohyun menggelap, dan kayu runcing itu melepaskan diri setelahnya dan kembali ke Moza yang berada di belakang Han Geng

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ini tanda di perpotongan lehernya Woohyun ^^

Woohyun jatuh terjerembab akibat pingsan dan ditangkap oleh Han Geng. Anehnya, tusukan oleh Moza tidak mengeluarkan darah pada bekas tusukan itu. Kini suluran-suluran kayu Guardian itu, membentuk sebuah kerangkeng yang bisa muat untuk satu manusia dewasa, dan Han Geng menidurkan tubuh Woohyun yang pingsan itu ke dalam kerangkeng itu.

Kerangkeng itu kini bersinar kehijauan dan mengangkat tubuh Woohyun di dalamnya ke atas pohon yang mengeluarkan tubuh Moza. Posisinya kini Woohyun seperti dalam kepompong, hanya saja luarnya terbuat dari suluran kayu Moza.

"Kuharap dia berhasil, tolong awasi ia Moza."

.
.
.

Kini Heechul sedang memasak untuk makan malam mereka. Ia baru saja menelepon orang tua Woohyun, untuk meminta izin anak mereka tinggal sementara di apartmentnya, dengan alasan les privat untuk menghadapi ujian kelulusannya. Tentu saja itu disetujui oleh orang tua Woohyun yang notabene hampir tidak pernah ada di rumah. Hanya para maid yang mengurusi kebutuhan Woohyun.

Berterima kasihlah pada otak licik Kim Heechul yang mencari tau asal muasal keluarga Nam bahkan dari hal sekecil apapun.

[WooGyu] The DaywalkerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang