Chapter 02 : Melarikan Diri

224 67 17
                                        

Pria berotot tadi menatapnya tajam, kepalanya yang botak di depan tampak mengilap karena sinar lampu di tempat itu. Dia berdeham, kemudian beberapa orang yang berpakaian sama dengannya muncul dari balik kegelapan.

"Kau mengatai bos kami apa? Berengsek? Cih, berani sekali."

Seorang pria di belakang membuka suara, tapi ucapannya diinterupsi oleh tangan pria berotot yang diketahui adalah ketua geng ini. Mata pria itu terbelalak, tanpa sadar ia melangkah mundur karena terkejut. Mulutnya mengetat dan ia pun menelah ludah, pria berotot tadi menyeringai panjang.

"Maafkan saya, saya tidak menyadari telah menabrak Anda karena pikiran saya sedang kacau sekarang. Dan maafkan saya karena menyebut Anda berengsek, saya hanya sedang emosi saja. Sekali lagi saya minta maaf," ucap pria berjas biru tua itu.

Dia tiba-tiba membungkuk sembilan puluh derajat, setelah dia berdiri tegap ia pun menampar-nampar wajahnya. "Apa yang sudah kulakukan? Aku benar-benar berbuat salah," gumamnya, berusaha terlihat menyedihkan.

Setelah itu pria tadi menatap orang di hadapannya dengan sedikit memelas dan menyunggingkan senyum termanisnya.

"Kali ini aku sedang baik, pergilah!" Pria berotot di depannya tadi melipat tangan di dada dan yang disuruh pergi pun hanya menurut.

Setelah berjalan cukup jauh untuk menghindari preman-preman itu, pria itu mulai mengatur tempo detak jantungnya yang sudah tak karuan.

"Tuan!" Suara sekretaris Moon mengudara, pria berjas biru tua itu berbalik.

"Dari mana saja kau, hah?" bentaknya kesal.

"Maafkan aku, Tuan. Apa Anda baik-baik saja?" Sekretaris Moon menyentuh kedua bahu pria itu, dan pria itu hanya mengangguk dengan wajah sedikit risih.

"Kau menemukannya?" tanya pria itu, sembari menepis kedua tangan yang ada di bahunya. Namun, hanya dijawab gelengan kuat oleh sekretaris Moon.

"Sial! Sial! Sial! Argh!" teriak pria itu, kakinya menendang udara beberapa kali. Dia terengah-engah karena kesal, sedang sekretaris Moon hanya bisa menundukkan kepala tanpa bisa berbuat apa-apa.

~oOo~

Seorang pria dengan senyum pongah, tampak melirik dua gadis yang tengah berjongkok di samping mobilnya. Sedangkan ia bersandar pada dinding bata sebuah bangunan yang ada di sekitar bandara internasional Jeju. Dua gadis itu, Kwon Ba Da dan Yoon So Woon, tengah menatap satu sama lain. Wajah So Woon tampak menyernyit, sedang Ba Da tampak pucat, ini sudah ketiga kalinya ia muntah di tempat itu.

"Memangnya kau ini monster? Kau minum berapa banyak, hah?" teriakan So Woon memecah jalanan malam itu. Beberapa warga sekitar memandang mereka dengan tatapan heran.

"Maafkan aku." Ba Da mencicit.

"Aku tahu kau sangat terluka dan aku benci itu, tapi jika kau menghukum dirimu dengan minum-minum seperti ini, aku lebih benci! Kalau kau sakit nanti bagaimana? Kau tidak peduli dengan perasaan temanmu ini, hah?" Lagi-lagi So Woon mengomel padanya, wajahnya memerah dan begitu pun matanya. Kedua gadis itu saling menatap nanar.

"Maafkan aku, So Woon!" Ba Da menangis histeris memeluk So Woon, begitu pun sebaliknya.

"Ah! Dasar kau gadis jahat, benar-benar jahat!" So Woon memukul-mukul bahu Ba Da, tapi kemudian menepuknya pelan, mencoba menguatkan sahabatnya itu.

Kwang Gi yang mendapati kedua sahabatnya seperti itu pun larut dalam keheningan. Senyumnya memang tersungging, tapi matanya juga ikut menatap nanar. Saat melihat sahabatnya itu terluka dan tampak memprihatinkan seperti saat ini, perasaannya juga ikut berkecamuk.

MY BEAUTIFUL SEA [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang