Chapter 14 : Restu dan Ketulusan

138 32 6
                                        

Di dalam ruang operasi, Yoong Hwa masih berusaha menghentikan pendarahan yang muncul dari luka di kepala dan juga luka dalam yang ada di dada korban akibat dijatuhi oleh beberapa benda berat. Kebetulan wanita hamil itu sedang berada di kawasan bangunan yang sedang direnovasi, dia mengalami sesak napas dan tanpa sadar menjangkau salah satu tali yang ditahan oleh batu bata. Saat dia terkapar di tanah, material berat itu menghantam tepat di kepala dan atas dadanya.

Begitulah kata saksi mata yang ada di tempat kejadian, sekarang dalam ruangan itu sudah ada So Woon dan juga Yoong Hwa sebagai Dokter Spesialis Bedah Obgin dan Toraks. Sebelum mereka membedah dada wanita itu, mereka melakukan prosedur persalinan caesar untuk menghindari bayi kehabisan oksigen dan meninggal di dalam kandungan.

Perlu waktu empat jam untuk melakukan proses bedah itu, tentu saja Yoong Hwa dan So Woon berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan nyawa pasien.

"Aku pikir wanita ini mengalami hal itu." Yoong Hwa berbicara sedikit tercekat.

"Tetapi nyatanya tidak." So Woon menatap pria di hadapannya itu dengan sengit.

"Aku akan bicara baik-baik dengan Ba Da setelah ini, jadi jangan menatapku seperti itu lagi." Yoong Hwa berusaha tersenyum di balik maskernya.

So Woon hanya diam dan terus fokus pada tangan pria itu. Dalam hatinya dia benar-benar kagum dengan kemampuan Yoong Hwa, tapi dalam ingatannya pria itu hanyalah seseorang yang sudah menyakiti sahabatnya.

"Selesai, kalian bisa membereskan sisanya." Yoong Hwa menarik tangannya dari pasien dan membiarkan para perawat mengambil alih.

Wanita berambut bob itu ke ruangan sebelah untuk memeriksa keadaan bayi yang baru saja lahir. Perawat telah memberikan alat bantu pernapasan padanya. Senyum cerah muncul di wajah So Woon dan ia pun dengan pasti membawa inkubator itu menuju ruangan khusus bayi. Dia keluar dari ruang operasi dan mendapati Ba Da dan kedua keluarga pasien menunggu di sana.

"Selamat sore, Tuan. Ini adalah bayi Anda, saya akan membawanya ke ruangan khusus. Ini gelang pengenal untuk Anda, sebentar lagi operasi pasien selesai. Anda bisa ikut saya untuk mengurus keperluan. Selanjutnya perawat akan mengantar Nyonya ke ruangan, Anda dan adik kecil ini bisa menunggu di sana, mari." So Woon mengajak dua orang itu pergi, setelah sebelumnya mereka berpamitan dengan Ba Da yang sekarang sedang tersenyum lega.

"Pulanglah," bisik So Woon sembari berlalu.

Ba Da hanya mengangguk dan tersenyum kecil, matanya berkaca-kaca menahan haru yang muncul di dadanya. Paru-parunya terasa baru saja terisi dan detak jantungnya bisa memompa dengan normal lagi. Gadis itu melompat kecil kegirangan, tangannya mencengkeram dengan gemas penutup kepala dan maskernya. Ia tersenyum bahagia dan menghela napas panjang. Sampai akhirnya perayaannya itu terhenti oleh sentuhan di bahunya.

"Kau senang sekali?" Yoong Hwa datang dari ruang operasi dengan sisa peluh di pelipisnya.

"Terima kasih, kau sudah bekerja keras." Tanpa sadar tangan Ba Da menepis pelan buliran keringat di dahi pria itu.

Yoong Hwa tersentak, tapi dia langsung tersenyum dan menarik gadis itu dalam pelukan hangatnya. Ba Da diam membeku, hatinya sedikit berontak tapi entah kenapa dirinya hanya bisa membiarkan pelukan itu. Kejadian hangat ini menghipnotis keduanya, dalam perasaan yang sudah lama tertahan. Sampai kedua orang itu bahkan tidak menyadari kehadiran Min Hyun yang berdiri membawakan beberapa kaleng minuman hangat di tangannya.

"Apa, sih, yang kupikirkan?" desus pria itu dan berlalu meninggalkan kaleng-kaleng itu di lantai, tanpa sedikit pun mengganggu momen yang entah kenapa membuatnya gusar.

~oOo~

Park Min Hyun keluar dari halaman rumah sakit dengan tergesa-gesa, ia terus melangkah ke arah mobilnya yang diparkirkan rapi di depan restoran. Senja itu ia merasa tidak nyaman dengan segala hal, seperti baru saja menaiki wahana roller coaster tercepat di dunia. Jantungnya dipacu naik turun dan itu membuatnya hampir muntah. Beruntung di saat itu dia berhasil duduk di kursi pengemudi dan mulai menenangkan kecamuk di dadanya.

MY BEAUTIFUL SEA [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang