The most wanted sebagai pembunuh bayaran...
The last princess sebagai pewaris sah tahta kekaisaran...
Dia juga adalah adik perempuan sorang presiden negara yang paling ditakuti di Dunia...
Dia berhasil menutup rapih semua rahasia nya dan hanya di...
Sarah sedang duduk di rooftop gedung lantai 36. Memandang sunset dengan warna jingga menyebar di seluruh atmosfer kota Jakarta yang menerpa rambut berwarna coklat dengan kulit pucat miliknya.
Sarah menghela panjang, sesekali menengok ke bawah. Terlihat sangat kecil setiap benda yang ada di bawah. Bila ada yang mendorongnya Sarah di pastikan akan mendarat dengan tubuh penyok di bawah sana. Dia kemudian kembali memandang sekeliling, untung tidak ada orang di sana bersamanya. Dia tidak ingin ada yang salah paham mengiranya ingin bunuh diri karena merasa kesepian. Dia hanya ingin menikmati sensasi ketinggian ini, dengan sunset dan pemandangan yang tidak semua orang bisa melihatnya dari tepi gedung ini sambil duduk santai sendirian.
"Nikmat nya kesendirian ini" Begitulah batin Sarah berbicara. Hingga bunyi lagu doraemon dari hp nya memecah moment sunset istimewa Sarah.
Mama Calling
Sarah mendesah, sejenak memberi waktu pada dirinya untuk siap menerima telpon dari orang tua nya.
"Halo mah" Jawab Sarah.
"Halo sayang, kamu di mana?" Tanya Saskia mama Sarah.
"Ini lagi di rumah sakit ma" Jawab Sarah berbohong. Lagian tidak mungkin dia jujur mengatakan sedang duduk di pinggir atap gedung lantai 36. Bisa stop jantung mendadak mama nya.
"Kamu masih kerja sampai jam sekarang? kamu gak pulang?" Tanya Saskia lagi. Anak nya belum pulang erja saja sudah snagat khawatir.
"Ini udah mau pulang ma" Sarah mengikuti kebohongan yang mungkin bisa membuat ibunya tenang.
"Kamu naik pesawat apa? Biar mama jemput di bandara?" Tanya Saskia terdengar bermangat mendengar anaknya akan pulang.
"Naik pesawat?" Tanya Sarah heran.
"Iya naik pesawat. Kalau naik mobil kamu bisa kecapean karena perjalanan nya 4 jam Lebaran kan 1 hari lagi, pasti jalanan macet" Ooh jadi yang di maksud Saskia adalah pulang kampung, sementara yang di maksud Sarah barusan adalah pulang ke rumah. Pantas saja gak ketemu.
Sarah tertegun, bukan saja karena pembicaraan nya dengan Saskia yang sedikit beda arah, tapi dia juga baru sadar ternyata dia sudah janji akan pulang saat lebaran. Dan ternyata lebaran satu hari lagi. Sudah menjadi tradisi di Indonesia anak rantauan pulang mudik saat lebaran. Dan Sarah jarang melakukan hal itu, ibu nya pasti sangat berharap dia bisa pulang tahun ini.
"Iya mah, Sarah pasti lebaran di sana. Udah dulu ya mah. Nanti Sarah telpon kembali" Sarah segera menutup sambungan telpon nya.
Ada alasan kuat mengapa Sarah jarang pulang ke rumah orang tua nya, selain karena dia selalu di berondong pertanyaan kapan menikah, dia juga selalu sibuk dengan urusan nya di luar. Hal yang sama menjadi alasan kenapa Sarah tidak ingin menikah di umurnya yang ke 27 sekarang.
Sarah sudah tinggal sendiri semenjak SMP. Dengan alasan sekolah di luar kota, Sarah mulai mengenal siapa dirinya sebenarnya dan kenapa dia berbeda dari yang lain nya. Perbedaan itulah yang membuat Sarah mengerti bahwa dia tidak seharusnya hidup dalam dunia pernikahan.
Yang orang tua nya tau, termaksud orang-orang di sekitarnya Sarah adalah seorang perawat, ningtingale malaikat penyelamat nyawa. Namun di sisi yang lebih gelap ada seorang malaikat pencabut nyawa yang bersembunyi di sana.
Satu tubuh yang di latih untuk membunuh sekaligus menyelamatkan nyawa bukan lah sebuah kehidupan yang pantas berada dalam sebuah relationship dengan seseorang.
Matahari telah tenggelam dengan sempurna, warna jingga perlahan menjadi gelap. Lampu blizt dari hp Sarah menyala kedap kedip menyadarkan Sarah dari lamunan nya.
Sarah mendekatkan matanya di blizt hp nya, ternyata blizt itu sekalian menjadi scanner retina Sarah yang mengindetifikasi si pemilik. Tak lama berselang blizt dari Hp tersebut berubah menjadi potongan-potongan LED menyatu membentuk gambar hologram.
"Selamat malam tuan putri" Sapa suara dari hologram tersebut.
"Katakan keperluan mu" Sarah merespon dingin sapaan orang itu.
"Yang mulia ingin berbicara pada mu, dia harap kamu datang ke istana segera" Kata orang di hologram itu.
"Katakan pada yang mulia aku sedang sibuk, jika ada yang ingin dia katakan, sampaikan dengan cara seperti biasanya" Sarah masih bersikap dingin.
"Mohon sempatkan datang tuan putri" Orang di hologram itu mengakhiri percakapanya.
Sarah tersenyum sinis.'Tuan putri?". Dia bahkan tidak hidup selayaknya tuan putri, jauh dari semua itu. Jika bukan karena satu alasan yang kuat, Sarah sudah lama berhenti dari semua ini.
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yuhuuuu...
Ini dia nih Sarah Anggraini, kakak Jun Ji Hyun yang paling mewakili imajinasi author tentang seorang Sarah Anggraini atau Sexy Star..