Win Win Solution

6.7K 443 6
                                        

Arga berhenti mendadak saat buah mangga jatuh tepat di hadapan nya, jika seperti apa yang dia fikirkan mangga itu tidak jatuh sendiri, tapi seperti sengaja di lempar berdasarkan bagaimana kecepatan mangga itu dan arah datangnya. Saat tengok ke atas di sana ada Sarah duduk manis memandang nya.

Baiklah jika Sarah ingin akui sebenarnya Sarah memang sengaja melepar mangga itu untuk mengenai Arga, tapi ternyata feeling lelaki itu cukup baik untuk berhenti di waktu yang tepat, karena seandainya tadi dia tidak berhenti mangga itu sudah pasti mengenai nya.

"Aku tau kamu punya dendam, turunlah kita bicarakan hal itu" Arga sudah bisa menebak keperluan Sarah kepadanya, karena itu pun sudah menganggunya sehari sebelumnya.

Sarah sebenarnya bisa saja turun dengan langsung melompat, tapi sebagai manusia biasa dia harus tetap menjadi normal. Pura-pura menuruni pohon dengan hati-hati.

"Lompatlah, biar aku tangkap" Perintah Arga, agar Sarah bisa cepat sampai di bawah.

Sarah mendengarkan perintah itu, dengan senang hati dia membuang tubuhnya ke bawah tanpa ragu apapun resikonya sudah sudah di latih untuk jatuh jadi meskipun Arga tidak menangkapnya dia akan tetap baik baik saja.

Tapi Arga sudah berjanji akan menangkapnya maka dia menepati janjinya dan di tangkap sempurna tubuh Sarah.

"Tangan mu cukup kuat" Puji Sarah sedikit terkesan karena Arga bisa menangkap tubuhnya yang jatuh dari ketinggian 5 meter. Padahal tadi Sarah pikir mereka akan jatuh tersungkur barengan di tanah.

"Aku sering latihan gim" Arga mengambil alasan yang masuk akal.

"Baik lah, mungkin kamu tidak perlu menjelaskan kepadaku, cukup jelaskan kepada mereka" Sarah tidak ingin membuang waktu untuk meluruskan kesalah pahaman ini antara mereka berdua, cukup di luruskan langsung kepada orang tua nya. Maka Sarah hanya ingin mereka pulang ke rumah sekarang dan menjelaskan nya.

Tapi Arga mematung di tempat "Kenapa kita tidak menikah saja?" Tanya Arga

Pertanyaan yang membuat Sarah melotot padanya, Sarah tidak megharapkan mendengarkan ini dari Arga. Apa lagi mereka berdua pun tau itu tidak mungkin terjadi "Kegilaan apa ini?" Tanya Sarah dingin.

"Mereka tampak senang dan bahagia bukan?" Tanya Arga.

Dan benar sekali, yang Sarah ingat wajah ibu dan ayahnya tanpak berbinar membicarakan itu tadi.

"Kabulkan saja keinginan mereka, lakukan seperti apa yang mereka mau. Kemudian setelahnya kita tetap bisa melakukan apa yang kita mau. Bukan kah itu akan menjadi win win solution untuk kita semua?" Ujar Arga santai, dia telah memikirkan hal ini selama di perjalanan pulang dari Bali.

"Jadi yang kamu maksud kita menikah untuk memenuhi keinginan mereka, setelahnya kita menjalani hidup masing-masing?" Sarah menarik kesimpulan dari pembicaraan Arga.

"Bagaimana menurutmu?" Arga mengebalikan kesimpulan itu pada Sarah "Yang aku tau kamu juga sibuk kerja sama seperti aku, kamu juga sepertinya belum mau menikah sama seperti aku, tapi keinginan orang tua kita sama, mereka ingin kita menikah" Lanjutnya memutar logika Sarah.

Sarah tertengun, benar sekali apa yang di katakana Arga. Ini akan menjadi solusi tepat untuk dirinya dan menjadi nilai plus karena dia bisa tetap terlihat seperti orang normal yang memiliki hubungan pernikahan.

Dan satu catatan yang paling penting "Setelahnya kita akan hidup masing-masing tanpa saling menganggu?" Tanya Sarah kembali mengulangi point penting itu.

My Dangerous Wife (Complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang