[in mulmed : Christ Evan Delano]
"Om Jason, kau pulang?" Ucapku saat aku melihat Om Jason yang masuk kerumah.
"Jason" ucapku lagi saat Om Jason mengabaikan ku dan menuju tangga.
"Aku lapar, bisa kau buatkan aku makanan?" Ucapnya dan kemudian menaiki tangga menuju kamar kami seperti nya.
"Apa dia masih marah padaku? Ah entahlah yang penting dia tak jadi pergi ke London bersama Kiera" gumamku
Akupun mulai memasak makanan kesukaan suamiku, senang rasanya bisa memasak makanan yang dia suka seperti ini.
Setelah semua makanan selesai Om Jason pun menghampiri ku, mungkin lebih tepatnya menghampiri makanan yang telah ku sediakan, karna sebenarnya aku masih diabaikan olehnya.
Selama Om Jason makan, hanya keheningan yang ada diantara kami. Aku takut memulai pembicaraan karna takut diabaikan lagi, dan dia semakin marah padaku. Walau sebenarnya banyak yang ingin kukatakan terutama tentang Christ yang sedang sakit.
"Aku akan kembali bekerja di ruangan kerjaku tolong jangan di ganggu" ucapnya tiba tiba kemudian meninggalkan ku dan masuk ke ruang kerjanya yang ada di samping kamar tidur kami.
Aku hanya terkujur kaku melihat tingkahnya yang seperti ini. Kuhembuskan nafasku dan kemudian menaiki anak tangga menuju kamar ku yang ada di atas.
Ku rebahkan badanku yang membengkak ini di atas tempat tidur kupejamkan mata ingin tidur dan sejenak melupakan keadaan yang ada.
Belum lama aku tidur, tiba tiba aku merasakan tangan seseorang melingkar di perutku.
Kubuka mataku secara perlahan dan melihat Om Jason disana. "Maafkan aku" ucapnya
"Aku rindu kau, aku rindu anak kita aku rindu semua tentang kita. Bodohnya aku selama ini mengabaikanmu. Bodohnya aku yang lebih percaya oranglain dari pada kau istriku sendiri" sahutnya lagi
Kuraih tangannya yang melingkar di perutku, dengan dibantu dia akhirnya aku duduk menghadap dia.
"Om, aku tahu. Terkadang didalam rumahtangga itu pasti ada masalah, pasti ada percekcokan hanya saja bagaimana sikap kita mengambil keputusan dari semuanya itu. Ada yang bisa mempertahankan nya dan bahkan ada yang berpisah padahal mereka sebenarnya saling mencintai namun mereka tak bisa menghadapi masalah itu." Ucapku
"Aku rindu kau, aku juga rindu disaat aku yang selalu kau istimewa kan. Aku tak marah kau punya sahabat wanita atau semacamnya, hanya saja dari awal memang Kiera tak menyukaiku" ucapku lagi
Om Jason kemudian memelukku, "aku tak mau kehilangan Mu Rosie, aku tak mau" ucapnya kemudian mencium bibirku
Sepanjang malam Om Jason terus memelukku, kurasakan deru nafasnya tepat di leherku. "Aku berharap jika aku terbangun besok pagi semua yg kurasakan ini nyata bukan mimpi" gumamku
Pagi menyingsing, aku merasakan seseorang bergerak disampingku. Kubuka mataku dan kulihat Om Jason yang tersenyum padaku
"Good Morning my wife" ucapnya kemudian dia mencium ku
"Hmm?? Apa kau tak mau chek kehamilan hari ini?"sahutnya
"Em? Memang ada apa?" Ucap ku kebingungan
"Bagaimana kalau hari ini kita habiskan waktu berdua? Eh bertiga deh sama anak kita yg diperutmu"
Aku masih kebingungan dengan apa yang dikatakan Om Jason..
"Pertama kita kerumah sakit chek kehamilan, kedua kita belanja bulanan terus selanjutnya kita makan malam dan terakhir kita menonton film romance? Bagaimana?" Ucapnya
"Hey, apa kau tak bekerja hari ini?" Sahutku
"Ah perusahaan kan milikku terserahku mau bekerja atau tidak. Baiklah kalau begitu aku mau mandi dulu okey, kau mau ikut?" Sahutnya yang menyipit kan matanya
Aku tersenyum melihat tingkah nya yang menurutku seperti anak kecil. Dan tumben sekali dia mau menemaniku chek kehamilan.
"Bagaimana Dok kondisi anak saya? Baik baik saja kan?" Tanya Om Jason antusias pada dokter kandungan ku.
"Kehamilan Bu Rosie sudah memasuki usia 7 bulan. Semua nya baik baik saja . Ibu nya kuat" ucap sang dokter
Kulihat Om Jason yang tersenyum bahagia.
"Apa saya boleh tau jenis kelamin nya Dok?" Tanya Om Jason lagi..
"Hey, sayang nanti saja biar jadi kejutan" ucapku
"Aduh aku tak sabar honey, hmm? Tapi ya sudahlah" ucapnya
Setelah selesai chek aku dan Om Jason pun memutuskan untuk belanja kebutuhan rumah.
Dia menggenggam tangan ku ditengah keramaian seperti ini, katanya dia takut aku hilang diantara kerumunan ibu ibu lain yang memburu diskon. Haha
Kami bahkan ketoko pakaian bayi, dia membeli semua perlengkapan yang tak pernah ku bayangkan. Bahkan dia lebih tau semua tentang perlengkapan bayi daripada ku .
"Lihat sayang bajunya lucu kan kita beli saja okey, baju ini juga bisa digunakan buat pria atau wanita" ucapnya yang kegirangan
"Hey, kau ini kenapa? Setan apa yang masuk ke tubuh mu? Kenapa kau seperti ini?" Ucapku yang tertawa lucu melihat sikap dia.
"Dengar Om, kau itu sudah tua jadi jangan bersikap seperti anak kecil berumur 5 tahun, gak cocok tau" ucapku
"Uhh, kau bawel biarkan saja,toh aku bersikap begini kan hanya buat istri ku saja. apa kau mau aku buat seperti ini pada wanita lain?" Ucapnya yang mencubit pipiku
"Uh" ucapku yang menendang kakinya
"Ayo pulang aku capek" ucapku merengek pada Om Jason
"Nah kau saja bahkan seperti anak berumur 5 tahun Rosie" ucapnya
"Tapi kan kita belum makan malam" ucapnya
"Delivery saja dirumah, ah aku lelah" ucapku lagi
Akhirnya kamipun pulang. Kulihat dia yang membawakan belanjaan yang dia beli tadi. Aku menahan tawa melihat pria berumur 40 tahun membawa belanja seperti itu.
Setelah memesan makanan dan selesai makan, aku dan Om Jason pun berniat menonton film romance kesukaan kami.
"Om"
"Ya, apa sayang?"
"Hm, apa aku boleh bercerita tentang Christ?"
"Kenapa kau harus membahasnya hah? Aku tak mau membahas siapa siapa"
"Tapi.. Christ sakit Om, dia dirumah sakit" ucapku.
Kulihat dia yang terkejut mendengar ucapan ku .
"Sakit? Sakit apa?" Sahutnya dengan wajah datar nan kaku
"Tumor otak"
"Hah?"
"Om, kumohon maafkan dia, ibu Christ sudah menceritakan padaku semua Om. Memang iya Christ menyukai ku dulu sebelum kau bertemu dan melihatku" sahutku
"Jadi kau juga menyukainya?" Tegas Om Jason
"Bukan begitu Om,tapi tolong lihat kondisi nya. Kau bahkan lebih dahulu mengenal nya kau lebih tau dia Om. Keluarga nya sudah menganggap kau sebagai keluarga mereka." Ucapku
Kulihat dia yang termenung, mungkin memikirkan ucapanku.
"Om aku tak tahu apa masalah mu yang sebenarnya dengan Christ, jika memang hanya karna dia menyukaiku kau marah, itu salah Om. Buktinya sekarang aku ada disampingmu bukan disisinya, kau tetap pilihanku bukan dia Om, jadi kumohon berdamailah."ucapku yang menggenggam tangannya
"Baiklah besok kita kerumah sakit menjenguk nya" ucap Om Jason
***
Selamat membaca..
Maaf kalo part-nya pendek..
Coment kalo ada yg salah penulisan ya..
Jangan lupa vote❤
KAMU SEDANG MEMBACA
I Love You "OM". #END
Storie d'amore#END (+18tahun) *SEBAGIAN CERITA DI PRIVATE KARNA MENGANDUNG UNSUR DEWASA. FOLLOW DULU BIAR BISA BACA* Rosie yang berumur 20 tahun menyukai seorang pria yang lebih tua darinya. perbedaan usia mereka terpaut 20tahun. Apa jadinya jika ternyata Pria it...
