#END
(+18tahun)
*SEBAGIAN CERITA DI PRIVATE KARNA MENGANDUNG UNSUR DEWASA. FOLLOW DULU BIAR BISA BACA*
Rosie yang berumur 20 tahun menyukai seorang pria yang lebih tua darinya. perbedaan usia mereka terpaut 20tahun.
Apa jadinya jika ternyata Pria it...
Ini sudah seminggu dari pertemuan ku dengan Om Jason waktu itu. Sampai sekarang aku belum melihatnya lagi. Aku gak mungkin kan datang kerumah nya dan merengek mengatakan kalau aku merindukannya. Ah itu kan sangat memalukan..
Hari ini aku gak ada pemotretan, waktu yang tepat untuk menyalurkan hobi ku saat ini yaitu berenang. Dari kecil aku sangat suka berenang dan sampai sekarangpun aku masih sangat suka.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sejam sudah aku berenang kemudian aku mengeringkan tubuhku. Kuambil handphone ku dan mencari nama seseorang disitu..
"Hey, Lo lagi apa? Keapartemen gue sini. Gue bete pengen curhat" kataku ditelepon
"Eh Rosie Sayang, emang Lo gak ada pemotretan hari ini?" Sambung wanita yang diujung telepon.
"Aduh Jen, kalo gue bilang Lo kerumah gue skrg itu artinya gue dirumah Jen, ih buruan gue tungguin bye"! Kumatikan telpon itu dengan kasar.
"Rosieeeeee" teriak Jenie didepan pintu apartemen ku
"Eh Jenong Lo bisa gak sih gausah teriak? Berisik tau gak?" Kataku yang sudah membukakan pintu buat Jenie.
Jenie pun akhirnya masuk dan langsung loncat ke sofa yang ada diruang tempat aku biasa menonton.
"Rosie, Lo mau curhat apasih? Tumben banget curhat curhat gini. Gak kaya biasanya deh" tanya Jenie antusias
"Hehehe" kataku cengengesan
"Ih apasih Ros, tadi katanya lo mau curhat ini Lo malah kaya org gila gini ih ewh"
"Gue jatuh cinta Jen" kataku yang sambil menggaruk tengkuk ku yang tak gatal
"Apa?? Lo jatuh cinta sama siapa sayang? Ih cerita dong cerita.. Lo kan udah lama gak jatuh cinta.. hehehe"
"Ceritanya panjang Jen, intinya dia itu nolongin gue waktu pingsan di club. Dia sangat tampan Jen, tapi usia nya jauh diatasku, tapi kan itu gamasalah kan ya Jen. Cinta kan gak lihat usia. Tapi ini udah seminggu gue gak ngelihat dia. Gue juga udah datang ke club "Stathbar" dimana gue bertemu dengannya waktu itu. Gue tau sih rumahnya dimana tapi kan gak mungkin gue kesana trs gue teriak blg kedia kalo ge rindu" kataku panjang lebar..
"Oh gitu?? Gimana kalo malam ini kita ke "Stathbar club" siapa tau hari ini Lo beruntung bertemu dia" sambung Jenie
"Hmm gak ada salahnya juga, yaudah kuy" kataku sambil mengambil kunci mobil
Aku dan Jenie pun pergi ke Stathbar club. Berharap aku bertemu dengan Om Jason itu lagi.
Ternyata aku gak sia sia datang kesini, aku melihat dia di kejauhan, ah benarkah itu dia? Aku berjalan meninggalkan Jenie yang menelpon pacarnya untuk datang ke Stathbar club.
"Om Jason??" Kataku hampir teriak karna dentuman music yang cukup keras disini
"Oh kau Rosie, ada apa? Apa kau merindukanku? Tanya nya sambil tertawa
"Ah kau tau saja yang di hatiku Om." Hahahaha kataku sambil tertawa juga
"Disini berisik kita keatas aja. Ada ruangan special ku disana" katanya yang sambil menarik tanganku
Ah, kenapa jantungku berdegup kencang seperti ini? Mungkinkah aku benar" jatuh cinta padanya?
*** Chapter 5 gaes...
Cerita aku rada gak jelas ya? Maaf ya ini cerita pertama aku. Makanya tolong dukung aku dong, tolong vote cerita aku..