[in mulmed; Rosie and Jenni]
Hari ini Rosie kembali pulang kerumah setelah 3 hari berada dalam perawatan dirumah sakit.
Dia masih saja diam setelah kejadian waktu itu. Ya aku bisa tahu perasaan itu. Perasaan dimana kau akan dilenyapkan oleh seseorang yang mengancam mu selama ini.
Kutuntun langkahnya saat hendak turun dari mobil. Perutnya yang sudah sangat membesar membuat nya sedikit susah untuk berjalan.
"Terimakasih" ucapnya saat menggenggam tanganku.
Kubantu dia saat ingin membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Karna kandungnya yang sudah membesar ku anjurkan agar kamar kami untuk sementara berada di bawah. Agar dia tak susah payah naik turun tangga.
"Kamu mau makan?" Ucapku
"Aku mau istirahat dulu. Hm, bisa kau hubungi Jenni untukku? Tolong suruh dia kesini" ucapnya
Akupun membiarkannya untuk istirahat, kemudian menghubungi Jenni.
"Baiklah aku akan kesana" ucap Jenni
Jenji selalu mencoba agar Rosie bangkit lagi. Ia juga menyuruh Rosie melupakan kejadian itu. Sesekali kulihat Rosie yang menangis tak mampu berucap sepatah katapun. Kemudian dia memeluk Jenni.
Saat melihat dia seperti itu hati ku bagai teriris. Sakit. Ya
"Jenni bagaimana? Ucapku saat Jenni sudah keluar dari kamar Rosie
"Hmm, dia masih diam. Aku khawatir Jason. Apakah dia akan seperti ini terus? Aku merindukannya" ucap Jenni yang tersedu
"Apa yang harus kita perbuat?" Ucapku
Jenni hanya terdiam.
"Hm? Bagaimana keadaan Kiera? Apa kau sudah mengunjungi nya?" Tanya Jenni
Kiera sudah ditahan oleh pihak kepolisian atas dugaan penculikan dan perencanaan pembunuhan. Aku masih belum melihat keadaannya seperti apa disana. Jangankan menjenguk nya. Ke kantor saja aku tidak datang.
"Kenapa Kiera melakukan hal sekejam ini ya?" Sahut Jenni
Ya karna cinta yang tak terbalas. Cinta bisa merusak kehidupanmu jika kau tak bisa mengendalikan cinta itu sendiri.
"Rey dimana? Tumben sekali dia tak bersama mu" ucapku
"Ah iya Rey sedang tugas di luar kota. Seminggu kami tak akan bertemu" ucap Jenni
"Kapan kalian akan menikah hah? Jangan tinggal satu atap tapi kalian tak jelas hubungannya seperti apa" ucapku meledek
"Ah kau ini!! Tunggu saja. Secepatnya kami akan menikah" sahutnya
"Ma-maaf tuan, tapi ada tamu katanya ingin menemui Nyonya Rosie" ucap pembantu rumahtangga ku
"Hey Om botak" teriak anak kecil yang berlari ke arahku
"Amora??"
"Om botak? Dimana Tante Rosie?" Ucapnya
"Nak Jason? Bagaimana keadaan Rosie nak?" Sahut ibu Christ
"Hm, dia masih syok Bu, masih diam" ucapku
"Yang sabar nak, semua nya akan pulih seperti biasanya" ucap ibu Christ
"Bagaimana keadaan Christ bu?" Sahutku
"Chris?.. semakin hari dia semakin memburuk. Dokter bilang kita hanya menunggu hari" ucapnya sedih
Aku hanya terdiam dan tak mampu mengatakan apa apa.
Hari ini aku pulang dari rumah sakit setelah tiga hari di rawat. Aku masih belum bisa mengatakan apa yang ada di hatiku saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Love You "OM". #END
Romantik#END (+18tahun) *SEBAGIAN CERITA DI PRIVATE KARNA MENGANDUNG UNSUR DEWASA. FOLLOW DULU BIAR BISA BACA* Rosie yang berumur 20 tahun menyukai seorang pria yang lebih tua darinya. perbedaan usia mereka terpaut 20tahun. Apa jadinya jika ternyata Pria it...
