Bagai raja yang turun dari lantai atas menuju lantai bawah. Pria bermarga Kim itu berjalan di atas karpet merah, menuruni anak tangga dengan sebuah tongkat di tangan kanannya.
Setiap langkahnya ia hentakkan dengan angkuh. Saat tiba pada tangga terakhir, ia melihat seorang pelayan rumahnya tengah mengepel lantai menggunakan kain. Pelayan itu merupakan seorang pria yang usianya tidak jauh berbeda darinya. Ia bersenandung ria kadang sesekali terdengar siulan dari bibirnya.
Tuan Kim menghampiri pelayannya itu, karna merasa kesal ia pun sengaja menginjakkan kakinya pada tangan si pelayan hingga ia mengaduh kesakitan.
Pelayan itu bangkit berdiri saat injakkan kaki Tuan Kim sudah diangkat.
"Bodoh! Mengapa kau selalu menaruh tanganmu di bawah kakiku?" omelnya.
"Aku minta maaf, Tuan." Ucapnya seraya menangkupkan ke dua tangan di depan dada.
"Dasar orang miskin!" Cacinya. Tuan Kim melangkah dan tidak sengaja tersandung karpet di depannya hingga ia hampir saja tersungkur jika tidak ada pelayan lain yang menahan tubuhnya.
"Hati-hati, Tuan!"
Pelayan yang baru saja tangannya terinjak terkejut dengan menutup mulutnya menggunakan tangan.
"Yak, kau menyentuhku!"
"Ani!" Pelayan itu segera menurunkan tangannya dari tubuh Tuan Kim karna merasa takut.
"Kau berani menyentuhku!"
"Tuan, kau tersandung." Ucapnya ketakutan.
"Jadi kenapa? Biarkan kepalaku pecah, tapi kenapa kau menyentuhku? Bodoh! Brengsek! Keluar dari sini!" Tuan Kim memukuli pelayan itu dan tekahir menendangnya.
"Dengar! Siapkan air dan dettol untukku!" teriaknya pada pelayan lain.
Ya. Ia memiliki banyak pelayan di setiap sudut rumahnya. Maklum, konglomerat tidak cukup kalau hanya memiliki 1 atau 2 pelayan rumah saja. Terlalu luas untuk diawasi oleh beberapa orang.
...
Meja makan
"Oh Tuhan. Aku harus mandi untuk membunuh bau kemiskinan dari tubuhku. Eh, berikan rotinya! Palli!" Teriaknya pada pelayan yang tengah menghidangkan makanan di atas meja.
Pelayan itu menurut dan menaruh rotinya pada piring Tuan Kim, "Baik."
"Jaga jarak! Pergilah!" Tangannya dikibas-kibaskan untuk mengusir pelayan itu.
Saat Tuan Kim tengah memasukkan roti ke dalam mulutnya tiba-tiba saja seseorang datang membawa semprotan hama dan menyemprotkannya pada wajah Tuan Kim.
"Siapa itu? Siapa yang berani kurang ajar?" Katanya sambil berusaha menutupi wajahnya dari air itu.
"Aku adik iparmu." Sahutnya. Tuan Kim melotot melihat sosok pria yang berdiri di hadapannya saat ini.
Pria bertubuh sedang dengan tinggi sekitar 178 cm.
"Aku kakak ipar! Kenapa kau menyemprotku? Ini meja makan bukan selokan."
"Kulakukan untuk kesehatanmu." Sahutnya santai.
Tuan Kim mengelap bibirnya yang terasa pahit akibat terkena semprotan itu.
"Apa maksudmu?"
"Kau harus mandi karna orang miskin menyentuhmu."
"Ya..."
"Makanan ini juga dimasak oleh orang miskin. Aku tak ingin ada kuman yang masuk ke dalam tubuhmu. Kau makan ini?"
"Ya." Singkatnya.
"Buka mulutmu!"
Tuan Kim yang refleks mendengar itu segera membuka mulutnya.
Crot! Crot! Crot!
Pria itu menyemprotkannya sebanyak 3 kali ke dalam mulut Tuan Kim.
"Apa yang kau lakukan!?" Bentaknya.
"Aku membunuh kuman kemiskinan."
"Keluar dari sini!"
"Shirreo!"
"Wae?"
"Kau ingat kata-kata terakhir noona-ku?"
"Dia bilang apa?"
"Dia bilang aku harus tinggal di sini sampai kau mati. Jadi sampai aku bisa mengemasi-mu ke dalam peti, aku tidak akan pergi!"
"Oh, isteriku! Kau pergi ke surga... namun meninggalkan neraka ini untukku. Somad, siapkan mobil!" Teriaknya pada pelayan.
"Kau mau kemana?"
"Bunuh diri."
"Mengapa harus bunuh diri?"
"Kau menyusahkanku!"
"Aku tak percaya padamu."
Tuan Kim geram, ia mengambil jasnya lalu pergi. Pria itu, pria yang mengaku sebagai adik iparnya bernama Jung Hoseok menggigit roti yang belum sempat dimakan Tuan Kim dan ikut pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Serupa Tapi Tak Sama [ END ]
ФанфикшнBagai langit dan bumi, begitulah perumpamaan yang pantas disangdingkan untuk dua orang pemuda yang memiliki perbedaan latar belakang. Kim Namjoon, pria yang biasa dipanggil Namjoon itu berasal dari keluarga kaya yang terpandang. Bahkan kekayaan dari...
![Serupa Tapi Tak Sama [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/121837260-64-k558918.jpg)