A new beginning 🌈

54 9 34
                                        

"Irene ... Irene? Dimana Irene?" teriak Tuan Bae saat memasuki rumahnya.

"Tuan, Nona Irene pergi membawa tas tadi," lapor pelayan rumahnya.

"Mwo? Dia pergi?"

"Joo Han, anakku belum pulang sejak kemarin, dan hari ini puterimu pergi dari rumah. Kemana mereka berdua pergi?" ucap Tuan Kim.

"Bagaimana aku bisa---"

"Akan kuberitahu." Seseorang datang, yang diketahui ia adalah adik dari Tuan Bae yang dulu pernah diusir sewaktu meminta restu untuk menikahi puterinya.

Keduanya menoleh pada sumber suara.

"Puterimu membawa aib dan dia pergi. Dia kawin lari dengan kekasihnya!"

"Tidak."

"Dan bukan hanya itu. Mereka akan menikah di pengadilan besok."

"Tidak!"

"Jangan berteriak! Dan kau ingat yang kau katakan hari itu? Jika anakmu melakukan sesuatu seperti ini, kau akan menembaknya. Jadi ambillah pistol itu, ambillah."

Tuan Bae menerimanya lalu ia buang di lantai.

"Tembak dia, apa yang kau pikirkan sekarang? Kau tidak bisa menembak. Tidak ada seorang Ayah yang bisa melakukannya! Tidak ada yang dapat kau lakukan. Yang dapat kau lakukan hanya melihat tidak berdaya seperti pengecut. Seperti penakut. Ahahaha ... tidak dapat melakukan apapun!"

Tuan Bae tidak mampu berkata-kata lagi, ia hanya menatap kepergian adiknya itu.

"Apa yang kau pikirkan, Joo Han? Ini bukan saatnya berpikir, tapi bertindak. Akan ada tembakan dan akan ada mayat, tapi bajingan itu yang telah menantang kami."

🍃🍃🍃

Di sebuah gudang besar, Tuan Bae dan Tuan Kim mengadakan rapat dengan orang suruhannya yang akan membunuh Taehyung dan Jihyo.

"Bajingan ini telah menyeret nama keluarga kami ke dalam lumpur. Kami harus menyembunyikan wajah karena malu. Mereka merubah keturunan kita menjadi musuh kita. Kirim mereka ke neraka, mereka akan gemetar bahkan jika memikirkan cinta."

...

Red Caffe

"Setelah makan seperti ini, lalu apa yang akan kita lakukan?" ucap Irene.

"Eum ... Namjoon-ah, apa kau ada ide?" tanya Taehyung.

"Jeju?" usulnya.

"Ide bagus!" kata Jihyo.

"Kali ini siapa yang akan menyetir? Kau? Atau aku?"

Namjoon mengabaikan pertanyaan Taehyung matanya tengah sibuk mengamati seseorang yang bergerak mencurigakan jauh di hadapannya.

"Namjoo-ah? Kau kenapa? Apa yang kau lihat?"

Namjoon melihat orang itu mengeluarkan pistol dari saku jaketnya. Pistol itu ia arahkan pada Jihyo, sebelum ia melepas pelatuknya.. Namjoon lebih dulu membentengi tubuh Jihyo dengan tubuhnya. Dan ....

Jedor!

Peluru itu menembus jaket tebal yang dipakai Namjoon, darah segar merembas keluar.

"Namjoon-ah!" pekik Taehyung.

"Namjoon-ah? Namjoon-ah ireona, Taehyung-ah, eottokhae?" Air mata Jihyo tidak bisa ditahan lagi, refleks keluar begitu saja.

"Cepat bawa dia ke rumah sakit!" teriak Irene, membantu membuka pintu mobil.

Serupa Tapi Tak Sama [ END ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang