Revenge! 👺

94 20 13
                                        

Taehyung menarik pisaunya, Irene meraba-raba perutnya dengan gelisah dan wajah yang pucat.

"Hahahaha...."

Taehyung tertawa jahat. Ia menekan-nekan ujung pisau dengan tangannya, saat ditekan pisau itu masuk ke dalam gagangnya.

Dari situ Irene menyimpulkan bahwa Taehyung mempermainkannya.

Dasar pria sialan!

Taehyung berlari.

"I kill you!!! Aku takkan mengampunimu!"

Irene melempar kardus kotak ke arah Taehyung namun pria itu menghindar dan mengenai kepala Namjoon yang tengah mengobrol dengan Jihyo. Mereka di lantai bawah sedangkan Irene dan Taehyung di lantai atas.

"Oh, sial!" ucap mereka bersamaan saat melihat Irene dan Taehyung saling mencekik satu sama lain.

"Aku akan membunuhmu!"

Namjoon memeluk pinggang Taehyung dan menariknya, hal yang sama pun dilakukan oleh Jihyo.

"Lepaskan aku!" teriak Taehyung dengan tangan yang terus menjulur ke depan sama seperti Irene saat ini.

"Lepaskan aku! Akan aku beri pelajaran dia!" Taehyung terus berteriak.

"Lepaskan aku! Akan aku habisi orang bodoh ini!" teriak Irene. Mereka sama-sama keras kepala, tidak ada yang mau mengalah.

"Baiklah, akan aku lihat apa yang bisa kau lakukan."

"Jangan ada yang bergerak!"

"Polisi!" ucap Namjoon.

"Jangan bergerak, atau aku akan menembak."

Jedor!
Jedor!
Jedor!

Polisi itu menembak ke atas atap membuat beberapa kardus kosong menimpahinya.

"Appaku tidak akan menyelamatkan aku jika dia tau tentang hal ini. Kajja, lari!" ucap Namjoon menarik kerah belakang Taehyung.

"Pengecut, kenapa kau lari? Kembali!"

"Irene, tenang. Kajja!"

"Beraninya macam-macam denganku!"

🍁🍁🍁

"Joo Han-ah, tempat kotor macam apa ini, hah? Kau yakin putrimu mau menandatangani surat ini?" ucapnya seraya menutup hidung.

"Pasti, Hyun Jo. Dia pasti mau. Supir, berhenti!"

Mobil berhenti.

"Hyun Jo, aku tidak akan lama."

Tuan Bae menuruni mobil dan menemui seorang pria tua tengah menyundutkan korek api pada rokok di bibirnya.

"Pak, kau tau tempat ini?"

Orang itu masa bodoh ia terus fokus pada koreknya.

"Yak, aku bertanya padamu."

Orang itu menoleh dan melihat kepala Tuan Bae, ia tertawa seolah memiliki sebuah ide.

Ia menggesekkan korek api itu pada kepala Tuan Bae hingga korek itu mengeluarkan apinya.

"Aaaa.... keparat! Sial! Brengsek!" makinya sambil memukuli orang itu.

"Maafkan aku tuan."

"Bodoh! Kau pikir kepalaku kotak korek api?"

"Appa!" teriak Irene yang baru saja keluar dari pintu rumah.

Tuan Bae menoleh dan orang itu pergi.

"Appa, kau di sini?"

"Ne!"

"Benar-benar kejutan!"

"Paman, silahkan masuk!" ucap Jihyo mempersilahkan.

"Jangan memanggilku paman. Kau hanya boleh memanggilku Tuan Bae. Kau mengerti?"

Plok!
Plok!
Plok!

Tuan Bae mengusap kepalanya.

Sebuah cairan berwarna putih yang terlihat seperti cream jatuh di kepalanya.

Tuan Bae mencium cairan itu dan ternyata adalah sebuah kotoran burung.

"Gagak keparat!"

Plok!

Kali ini jatuh di pipi sebelah kirinya.

Irene dan Jihyo terkikik, sama dengan beberapa orang berjas di sekitar sana.

"Lihat Appa! Bahkan gagak tidak suka dengan sikapmu. Appa kenapa kau kemari?"

Aku butuh tandatanganmu di dokumen ini. Aku harus mengirimnya ke Amerika," ucapnya seraya menunjukkan dokumen.

"Aku akan melakukannya, tapi sebelumnya.... kau harus tandatangan."

"Apa?"

"Paman Lucky!" teriak Irene.

"Ya

Serupa Tapi Tak Sama [ END ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang