Semua tamu sudah berkumpul di rumah Tuan Kim yang sangat megah layaknya istana di atas langit itu.
Para saksi pun sudah berdiri di pinggir altar untuk menyaksikan prosesi pernikahan antara putera Tuan Kim dan puteri Tuan Bae.
"Aku ikut senang, Tuan Kim, akhirnya keinginanmu terlaksana. Aku ucapkan selamat!" ucap Tuan Seo.
Kesenangan mereka tidak bisa ikut dirasakan oleh Taehyung dan Jihyo. Saat ini mereka tengah mengemas barang-barangnya.
"Cepat, sudah waktunya untuk berangkat. Angkut barang-barang kalian ke dalam mobil." Inspektur menyuruhnya untuk cepat-cepat pergi.
Ketika resepsi pernikahan akan dimulai, tiba-tiba saja semua lampu dipadamkan.
"Hei, kenapa lampunya mati? Mari kita periksa ..."
Tek!
Ada sebuah cahaya terang yang menggantikan lampu, yaitu sebuah infocus yang menampilkan foto-foto mesra Taehyung bersama Jihyo saat itu dan juga foto Namjoon bersama Irene yang diambil dengan gaya yang serupa.
Semua yang melihatnya tentu saja terkejut dan belum paham apa maksudnya.
Foto saat Taehyung menangkup kedua pipi Jihyo dan Namjoon yang melakukan hal serupa pada Irene. Saat Taehyung memeluk Jihyo dan juga Namjoon yang memeluk Irene. Semua hal itu terlihat serupa meski tidak sama.
Tuan Kim sewot dengan kedua mata yang terbuka lebar saat melihat siapa dalang dibalik semuanya ini.
Hoseok. Ya, pria itu lah dalangnya. Namjoon dan Irene saling menatap bingung.
"Dasar berengsek!" Tuan Kim membanting infocus itu karena sudah hilang kesabarannya.
"Apa maksud dari semua ini? Kau ingin membuktikan apa dengan foto-foto ini?" Tuan Kim geram, ia menjembreng kerah baju Hoseok yang langsung ditepis olehnya.
"Aku ingin membuktikan bahwa dirimu berengsek, dan juga keparat! Hari ini akan aku tunjukkan pada dunia wajah aslimu ...," Hoseok yang dulu suka bercanda kini tidak berlaku lagi, ia 100% serius dalam hal ini. "Dengar, Namjoon ... pada malam Taehyung dan Jihyo datang ke pesta pertunangan ... Appamu menyewa sejumlah preman, untuk menculik Jihyo! Mereka merobek pakaiannya, untunglah Taehyung segera datang!"
Namjoon menatap kedua mata Hoseok, menanti kelanjutan ucapannya.
"Temanmu, Taehyung, yang kemudian menyelamatkannya." Air mata Namjoon berlinang.
"Dan sebagai saudara, ia menghibur gadis yang sedang ketakutan. Foto-foto itu diambil, dan ditampilkan dengan sudut pandang yang berbeda oleh Appamu. Taehyung terus berkata dia tidak bersalah, tapi kau tetap tidak percaya ...," Suasana mendadak hening dan mellow.
"Sebagai bukti dia tidak bersalah, Taehyung melakukan adegan ini tadi malam. Irene diperlakukan dengan cara yang sama. Dan kau menyelamatkan Irene dengan cara yang sama. Dan saat kau hibur gadis malang ini ... Aku mengambil foto-foto itu. Sehingga kau dapat melihat mana yang benar dan mana yang salah. Dan jika kau masih ragu, kita tanya keparat ini, yang juga ikut dalam konspirasi Appamu. Bicaralah berengsek, katakan yang sebenarnya." Hoseok menampar pria itu yang diakui adalah Pamannya Jihyo.
"Tuan, aku bicara jujur, aku telah berbohong. Yang kukatakan dalam pesta itu, semuanya tidak benar. Appamu yang membayarku 200.000 won untuk mengatakan semua itu."
Namjoon melangkah menghampiri Appanya. Kedua mata yang memerah dan tangan yang terkepal, ia masih menahan amarahnya yang meluap-luap.
"Kau telah memutus ikatan antara Ayah dan Anak. Kesalahan yang fatal! Mengapa kau menipuku, wae? Mengapa kau lakukan itu? Wae!?" Namjoon mencekik Appanya dengan mendorongnya hingga punggungnya menyentuh tembok.
KAMU SEDANG MEMBACA
Serupa Tapi Tak Sama [ END ]
FanfictionBagai langit dan bumi, begitulah perumpamaan yang pantas disangdingkan untuk dua orang pemuda yang memiliki perbedaan latar belakang. Kim Namjoon, pria yang biasa dipanggil Namjoon itu berasal dari keluarga kaya yang terpandang. Bahkan kekayaan dari...
![Serupa Tapi Tak Sama [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/121837260-64-k558918.jpg)