"Aku tak mengerti kemana kalian berdua akan pergi?" ucap seorang pria berjenggot yang melihat Irene dan Jihyo tengah berkemas.
"Aku akan mengajaknya pergi ke bandara di bukit," sahut Irene sambil mengulum senyum.
"Mengapa kalian tiba-tiba ingin pergi?"
"Karena appa-ku ingin segera merencanakan pernikahanku. Dan aku belum ingin menikah...,"
"... Paman, jika kita terus bicara kita bisa terlambat. Jihyo, cepatlah jangan mengemas terlalu lama. Cepatlah, kita akan ketinggalan pesawat." Irene membantu Jihyo mengemas barang-barangnya.
"Sampai jumpa, paman."
"Kau tolong urus anakku Jihyo," pesannya.
...
"Irene pergi ke bandara di bukit, bukan ke Negeri seberang. Jangan khawatir, aku akan mengirim Namjoon kesana juga," ucap Tuan Kim menenangkan Tuan Bae.
KIM HOUSE
"Chakkaman!"
Tuan Kim menghentikan langkahnya.
"Kau mengatur pernikahanku tanpa bertanya padaku? Aku takkan kemana-mana untuk melihat gadis itu. Mustahil! Aku takkan menikahinya." Namjoon melengos.
"Kau harus menikahinya." Tuan Kim menarik lengannya, hingga pemuda itu kembali menatapnya.
"Aku takkan menikahinya," tolaknya.
Bhug!
Seseorang meninju pipi Namjoon hingga ia terjengkang di sofa.
"Beraninya kau melawan appa-mu? Dia orang yang mengganti popokmu saat kau masih bayi. Dia menjadi seperti keledai."
"Yak!" Tuan Kim tidak terima saat dirinya disebut seperti keledai oleh Taehyung, orang yang baru saja meninju Namjoon.
"Maksudku, dia bahkan menjadi keledai untuk bisa kau naiki." Ralatnya.
"Dia appa yang layak disembah." Taehyung menundukkan badannya membuat Tuan Kim memandangnya heran.
Terkadang Taehyung melirik pria tua dan hitam itu.
Namjoon bangkit berdiri, "Kau tak kenal appa-ku."
"Aku mengenal appa-mu dengan baik. Appa-mu mungkin brengsek atau pecundang."
"Yak!" bentak Tuan Kim.
Taehyung cengengesan, "Tapi dia tak pernah egois." Sambungnya sambil mencolek dagu pria tua itu.
"Benar."
"Kau harus patuhi appa-mu dan bersiaplah untuk pergi."
"Cobalah untuk mengerti," rengek Namjoon namun segera saja dipotong oleh Taehyung.
"Diam! Paman, tolong pesankan satu tiket lagi."
"Wae?"
"Karena aku akan pergi bersamanya."
"Untuk apa?"
Taehyung mendekatkan bibirnya pada telinga Tuan Kim.
"Untuk memastikan ia pergi ke bandara bukan tempat lain."
"Benar. Akan aku hubungi agen perjalanan." Tuan Kim beranjak pergi.
"Appa, aku takkan pergi. Aku tak mau."
Namjoon menatap Taehyung, sedangkan pemuda yang ditatapnya itu hanya nyengir kuda menunjukkan senyum kotak dan sederet gigi putihnya.
Bhug!
KAMU SEDANG MEMBACA
Serupa Tapi Tak Sama [ END ]
FanfictionBagai langit dan bumi, begitulah perumpamaan yang pantas disangdingkan untuk dua orang pemuda yang memiliki perbedaan latar belakang. Kim Namjoon, pria yang biasa dipanggil Namjoon itu berasal dari keluarga kaya yang terpandang. Bahkan kekayaan dari...
![Serupa Tapi Tak Sama [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/121837260-64-k558918.jpg)