I Love You ❤

102 14 15
                                        

Pagi Chingudeul....
Author comeback setelah seminggu nggak update.

Budayakan Vote sebelum baca yah.

Gomawo, oke palli next.

🍃🍃🍃

Jleb!

Pisau itu menancap pada kening Irene, membuat sang empunya lemas tidak berdaya. Kalau saja tidak ada meja yang menahan tubuhnya, mungkin ia sudah terjatuh di lantai.

Sesaat kemudian, sosok yang menghunuskan pisau itu tertawa. Dari gaya tertawanya seperti tidak asing. Sosok itu mencabut pisaunya dari kening Irene, Irene langsung meraba-raba keningnya yang ternyaat tidak ada luka segores pun di sana.

"Titutitutitu...."

Sosok itu menekan-nekan ujung pisaunya membuatnya keluar masuk.

Irene mematung.

"Hwahahahahhaha...." sambil tertawa sosok itu membuka topengnya menampakkan sosok pria yang sangat Irene kenali.

Taehyung. Ya, sosok iblis itu adalah Taehyung. Dan pisau itu, pisau sialan yang sebelumnya hampir membuat ia jantungan.

"Ahahaha..." disusul tawa dari sebelah kanannya, tepatnya di lantai.

Somad masih hidup? Setelah luka yang ia dapatnya akibat tancapan pisau di dadanya.

"Somad, kau juga?" lirihnya.

"Kau memberiku seribu won untuk merusak rem, dan dia memberiku dua ribu won untuk melakukan ini."

"Ahahahaha...." lagi-lagi suara tawa kembali muncul.

Jihyo dan Namjoon? Mereka juga bersekokongkol.

Gelak tawa mereka membuat Irene ingin menangis, dengan kesalnya ia menghampiri Taehyung lalu menampar wajah pria itu dengan bengis membuat yang lain berhenti tertawa.

"Kau pikir siapa dirimu? Kau seorang badut? Ini tidak lucu sama sekali! Aku akan hancurkan wajahmu jika kau main-main lagi." Ancamnya seraya menunjuk pria itu lalu pergi.

"Irene, Irene!" tangan Jihyo menahan lengannya.

"Mengapa kau menamparnya?"

"Kau tidak lihat apa yang dia lakukan padaku?"

"Dan bagaimana dengan yang kau lakukan pada mereka? Kau merusak rem mobil mereka..., mereka bisa saja tewas, jika tidak melompat pada waktu yang tepat."

Irene menatap wajah serius Jihyo, ia mulai menyadari kalau ternyata perbuatan jahatnya lebih berbahaya dibandingkan dengan kejahilan Taehyung.

"Jangan menjahili orang lain jika kau tidak mau dijahili."

Usai mengatakan hal itu, Jihyo langsung pergi tanpa berpamitan.

🍃🍃🍃

"Namjoon-ah, kau jangan menghalangiku. Tolong biarkan aku pergi."

Taehyung bersama tas besarnya pergi menuju stasiun dengan langkah mantap.

"Tapi kau jangan begini, Taehyung-ah. Dengarkan aku."

Namjoon menarik lengannya.

"Namjoon, kumohon. Biarkan aku pergi. Jangan menghentikanku."

Kini Namjoon dan Jihyo tidak lagi menahan kepergiannya, namun....

Ia berhenti melangkah ketika di hadapannya saat ini sudah berdiri sosok Irene.

"Mian."

Singkat, jelas, padat, namun tidak mudah dimengerti. Itu kata yang pertamakali diucapkan olehnya.

Taehyung mengacuhkannya, ketika pria itu hendak membalikkan tubuhnya dengan cekatan Irene menarik jaket pria itu.

"Kau tidak dengar? Aku minta ma'af."

Tahyung menepis tangannya, tapi kali ini Irene justru memeluk tas besar pria itu.

"Lepaskan tasku.." ucapnya mengontrol amarah.

"Tidak akan kulepaskan sampai kau mema'afkanku."

"Aku bilang, lepaskan tasku."

"Hei, kau beruntung. Isterimu meminta ma'af. Lebih dari 40 tahun pernikahanku, selalu diriku yang akhirnya meminta ma'af."

Ucap salah satu pria tua, mencium tangan isterinya yang kemudian mendapat pukulan dari isterinya itu.

"Diam kau!"

Entah sejak kapan semua orang sudah berkumpul di sana.

"Aku bilang lepaskan tasku!" Taehyung menarik paksa tasnya hingga talinya terlepas.

Irene bersama semua orang di sekitar sana tertawa.

"Lepaskan tasku."

Irene menggeleng, "Tidak."

"Kubilang lepaskan!"

Setelah sebelah talinya lepas kini yang satunya pun ikut lepas.

"Lihat! Kau harusnya mema'afkanku."

Taehyung membuang tali dari tangannya lalu melangkah mendekati Irene dengan napas yang memburu dan tanpa ba bi bu lagi, ia langsung mencium bibir tipis Irene menimbulkan beberapa decakan dari mereka yang menonton.

Irene kehabisan napas hingga akhirnya Taehyun melepaskan ciumannya.

"Dasar berengsek!"

Irene membuang tas itu ke tanah lalu menjambak rambut bagian belakang Taehyung untuk membalas ciuman pria itu lebih lama.

Tepuk tangan serta siulan terdengar di telinga mereka membuat keduanya memiliki wajah kepiting.

"Anggur jenis apa yang kau berikan padaku, yang sudah merusak seluruh sistemku?"

"Hah?" Irene melongo mendengar ucapan Taehyung, di detik berikutnya ia tersenyum lalu berlari menyembunyikan wajah bersemunya dari pria itu.

"Hei, kau tidak akan mengatakannya?" teriak Taehyung.

"Mwo?"

"Bahwa kau mencintaiku, kau suka padaku juga."

Irene tersipu lagi, "Aku merasa malu."

"Jika kau tidak katakan aku akan putus asa."

"I love you!"

"Yahoooooo," teriak Taehyung kegirangan.

🍃🍃🍃

To Be Continued.

Serupa Tapi Tak Sama [ END ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang