Sepanjang hari, Jihyo terus memikirkan Namjoon yang dengan teganya mengabaikan mereka begitu saja tanpa mengetahui kejadian yang sebenarnya.
Sudah 3 hari semenjak mereka diusir dari rumah itu, Jihyo tidak makan apapun. Wajahnya begitu pucat tanpa tenaga.
Taehyung yang saat itu baru saja pulang membeli beberapa makanan, terkejut melihat Jihyo dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Pria itu tampak gusar, dan akhirnya ia membawa Jihyo ke rumah sakit dengan uang seadanya yang ia punya.
Rumah Sakit Bersalin
"Suster, aku ingin bertanya, di mana Dokter Park sekarang?"
"Dia sedang memeriksa pasien, ada apa?"
Tidak lama kemudian, Dokter Park keluar bersama seorang dokter wanita.
"Dokter..."
"Taehyung-ah? Ada apa?" tanya Dokter Park yang memang sudah lama mereka saling mengenal.
"Dokter, tolong aku.. temanku sedang sakit."
"Taehyung-ah, kau tau kan ini rumah sakit bersalin?"
"Aku tau, Dokter. Tadi aku sudah mendatangi klinikmu, tapi suster bilang kau sedang ada di sini. Tolong periksa dia dokter, dia sakit parah bahkan dia sempat pingsan."
"Baiklah, Dokter Ahn, boleh aku pakai ruanganmu?"
"Silahkan," sahut Dokter Ahn, dokter kandungan.
...
"Untung kau langsung membawanya kemari, karena depresi tekanan darahnya menurun. Akan kuberikan resepnya, diminum sampai habis. Dia akan segera sembuh."
"Terima kasih, Dokter."
Setelah pemeriksaan selesai, Taehyung kembali memapah Jihyo untuk memasuki taxi.
Tidak jauh dari tempat mereka memasuki taxi, tampak Irene dan Namjoon yang melihatnya dari dalam mobil.
Mereka sengaja tidak menghentikan Taehyung, melainkan langsung bertanya pada salah satu perawat.
"Permisi.."
"Ya, Tuan?"
"Mengapa pasangan tadi kemari?" tanya Namjoon.
"Tuan, suami membawa isterinya kemari pasti ia menginginkan seorang anak."
Hati Namjoon mencelos mendengarnya, Irene tidak sanggup lagi. Ia langsung berlari dengan air mata yang terurai.
🍃🍃🍃
"Irene, ada apa sayang?" tanya Tuan Bae yang melihat anaknya terus menangis sambil menenggelamkan wajahnya di sofa.
Irene mengangkat wajahnya, dan bangkit berdiri, "Appa, dia penyebab penderitaanku, dia sudah menyakitiku. Dia merasa seolah-olah hal ini tidak pernah terjadi. Dia bukan manusia, dia adalah binatang."
"Irene, sayang. Aku tau betapa sakitnya dirimu ditipu olehnya. Sebagai seorang Appa aku bisa mengerti apa yang dirasakan hatimu."
"Tapi segalanya belum berakhir, Nak! Hidupmu masih bisa diisi dengan kebahagiaan ... kalian bisa belajar untuk tersenyum lagi. Cukup dengarkan perkataan Appamu. Kalian berdua menikahlah, dan tinggal bersama." Tuan Kim menanggapinya.
"Appa!"
"Jangan menolak, Nak! Aku sudah memenuhi semua keinginanmu. Bisakah kau penuhi satu keinginan Appamu? Kumohon, Nak."
KAMU SEDANG MEMBACA
Serupa Tapi Tak Sama [ END ]
FanfictionBagai langit dan bumi, begitulah perumpamaan yang pantas disangdingkan untuk dua orang pemuda yang memiliki perbedaan latar belakang. Kim Namjoon, pria yang biasa dipanggil Namjoon itu berasal dari keluarga kaya yang terpandang. Bahkan kekayaan dari...
![Serupa Tapi Tak Sama [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/121837260-64-k558918.jpg)