Saat ini Tuan Kim sedang membaca sebuah koran, bersantai di halaman belakang rumahnya yang terbentang luas bak padang rumput di perbukitan.
Hoseok datang tiba-tiba dan mengacau acara bersantainya dengan menutup sembarang lalu membuang koran itu.
"Mengapa membaca koran, kau bisa lihat semuanya di TV. Kau membuang-buang waktumu."
Tuan Kim speechles.
Plaks!
"Kau memukulku!" bentak Tuan Kim saat pipinya digampar tiba-tiba begitu keras.
Hoseok memandangi sesuatu di tangannya sambil berkata, "Satu nyamuk bisa membuat orang jadi penakut. Ini juga bisa membuat orang kehilangan nyali. Satu nyamuk! Hanya nyamuk!"
Sret!
Kini pria itu mengambil sebuah kertas dari saku kemejanya.
"Tapi sebuah fax akan membuatmu gila," Hoseok menunjukkannya pada Tuan Kim. "Namjoon akan datang besok."
Raut wajah gembira jelas terlukis di sana, "Siapa yang mengatur semuanya?"
"Kau jangan khawatir, kakak ipar. Serahkan semuanya padaku."
...
Bandara
Hoseok bersama band musiknya datang untuk menyambut Namjoon. Tidak lama kemudian, disusul oleh kedatangan 2 chaebol Tuan Kim dan Tuan Bae.
"Lihat kakak, kau suka semua ini?" tanya Hoseok dengan wajah berbunga-bunga, "musik akan terus berlanjut sampai panta*mu jadi sakit."
"Apa?"
"Ah- tidak. Ayo, jalan! Tunggu! Lihat, Namjoon datang!"
"Ayo, chagi."
Dari kejauhan terlihat Namjoon menggandeng Jihyo, tentu saja hal itu membuahkan kekesalan bagi Tuan Kim yang melihatnya secara langsung.
"Joo Han, siapa gadis itu?"
"Hyun Jo, dia teman putriku, dia tinggal di daerah kumuh."
"Mwo?"
"Benar."
"Kakak ipar, kau seharusnya tersenyum."
Hoseok memaksanya untuk tersenyum padahal jangankan tersenyum, secuil kebahagiaan pun tidak ada.
Namjoon menghampiri dan merangkul appanya dengan sebelah tangan yang juga merangkul Jihyo.
"Terima kasih sambutannya," ucap Namjoon, dalam seketika rangkulan itu ditepis.
"Aku belum menyambutmu sampai di rumah."
"Pak, tolong senyum." Perintah sang fotografer yang juga telah disiapkan oleh Hoseok.
"Senyumlah, appa!"
Refleks Tuan Kim ikut tersenyum.
"Dah appa, sampai jumpa!" pamitnya lalu pergi begitu saja.
"Lihat Hyun Jo, dia telah mempermalukanmu."
"Berbaliklah Pak, kau juga akan menyambut mimpi burukmu!" sahut Hoseok.
"Hai, appa!" teriak Irene dan Taehyung hampir bersamaan.
"Mwo!?"
Tuan Bae menarik topi yang ia kenakan menunjukkan kilauan kepala botaknya yang tampak bercahaya seperti lampu taman.
Hoseok memperhatikan Tuan Bae dari atas hingga ke bawah. "Jangan hanya berdiri seperti banteng marah. Pergilah dan berfoto dengan putri dan menantumu, palli!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Serupa Tapi Tak Sama [ END ]
FanfictionBagai langit dan bumi, begitulah perumpamaan yang pantas disangdingkan untuk dua orang pemuda yang memiliki perbedaan latar belakang. Kim Namjoon, pria yang biasa dipanggil Namjoon itu berasal dari keluarga kaya yang terpandang. Bahkan kekayaan dari...
![Serupa Tapi Tak Sama [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/121837260-64-k558918.jpg)