My Heart For You 💑

84 20 14
                                        

Pleneng!

Cubwaaarrr!

Mereka menabrak jendela apartemen hingga pecah dan jatuh pada bathtub tepat saat seorang wanita gendut tengah berendam di sana.

Wanita gendut itu terkejut, mengerjap-ngerjapkan matanya yang perih terkena air sabun.

Ia menoleh kanan kiri mencari sesuatu yang jatuh di tempat berendamnya.

Tak lama kemudian, dua pria itu muncul dengan kepala dipenuhi busa.

Wanita itu melotot, begitu pun keduanya. Ada rasa takut sekaligus kesal dari ekspresi yang ditunjukkan wanita itu.

Taehyung dan Namjoon saling memandang, lalu tertawa pada wanita itu yang juga ikut tertawa.

"Selamat pagi, bibi," katanya bersamaan.

Wanita itu berteriak, suaranya menggelegar hingga terdengar ke ruang tamu mengagetkan suaminya yang saat itu sedang baca koran.

"Apa yang terjadi?"

"Tolong...."

Wanita itu bangkit, beruntung ia mengenakan bikini sehingga tubuhnya masih ada pakaian yang menutupinya.

"Bibi, dengar kami dulu..., kami tidak ingin memper****mu," tahan Namjoon.

"Bibi, kami tak akan melakukan hal itu. Namjoon-ah, tutup mulutnya atau kita akan dituduh memper****," seru Taehyung.

Namjoon menuruti perkataan Taehyung, ia menutup mulut wanita itu.

"Hei, gendut. Tutup mulutmu...,"

Bhug!

Wanita itu menendang *anunya Namjoon hingga bekapan tangannya pada mulut wanita itu terlepas.

Taehyung yang melihatnya hanya bisa tercengang. Sedangkan Namjoon, tercengang+tersakiti+ternodai+ter.. ter.. ter- deh pokoknya.

Ia mundur beberapa langkah kebelakang sambil memegangi *anunya yang nyeri akibat tendangan lutut si wanita itu, hingga akhirnya ia kembali tercebur ke dalam bathtub.

"Ayo kemarilah, chagiya."

Wanita itu menarik perhatian Taehyung dengan cara memukul-mukul lututnya.

"Tidak, bibi." Taehyung melambaikan kedua tangannya sambil melangkah ke belakang.

"Sekarang giliranmu." Wanita itu melangkahkan kakinya memasuki bathtub.

"Bibi, jangan mendekat. Pergilah!"

"Aku akan menghajarmu."

"Tidak, tidak."

"Kau ingin memper****ku?"

Tok!
Tok!
Tok!

"Cepat buka pintu."

Suaminya mengetuk pintu dari luar.

Taehyung mengambil showwer lalu melemparnya pada wanita itu.

"Jangan mendekat!"

"Mengapa tidak dibuka? Aku akan mendobraknya!" teriak suami.

"Tolong, bibi. Jangan sentuh aku," rengek Taehyung.

"Oh Tuhan, beri aku kekuatan."
Suaminya berdo'a agar diberikan kekuatan untuk mendobrak pintu itu.

"Tolong!" Taehyung berteriak, meraih gagang pintu untuk membuka kuncinya.

"Aku datang, chagiya...." Suaminya berlari dari kejauhan sambil menjulurkan kedua tangannya ke depan. Tapi sial, Taehyung sudah lebih dulu membuka pintunya hingga pria tua itu tidak bisa mengerem dan terjun dari jendela.

"Aku jatuh, chagiya...."

Teriaknya dan....

Bhug!

Beruntung saat ia jatuh, di bawah ada mobil truk yang berisi kapuk sehingga tubuhnya tidak hancur.

Wanita itu berteriak melihat suaminya terjun begitu saja.

"Apa yang kau lihat? Ayo, lari!" Taehyung dan Namjoon melarikan diri sebelum wanita itu menangkapnya.

"Cepat, lari!"

Mereka berlari menuruni tangga, hingga sampai pada lantai dasar mereka berpapasan dengan Jihyo.

Saat itu juga wajah Namjoon kembali seperti kerbau yang dicocok hidungnya.

"Apa kau terluka?" tanya Jihyo memastikan.

Saat Namjoon ingin menjawab, Taehyung sudah lebih dulu memotong pembicaraannya.

"Sangat buruk, masuk ke dalam dari kepala sampai kaki. Dia tergila-gila padamu. Jika melihatmu, detak jantungnya naik, tekanan darahnya turun. Dia menjadi gila tak tau apa yang dia lakukan. Dia menghancurkan patung, jalan di atas pipa, bahkan melibatkanku dalam kesulitan." Gerutunya lanjang lebar.

"Ngomong-ngomong, apa rencanamu besok malam?" sambungnya sambil tersenyum menggoda.

Jihyo terperangah.

"Kau bisa menemuinya pukul 5, di taman gantung?"

Jihyo bingung harus jawab apa, ia memandang Taehyung dan Namjoon secara bergantian.

Namjoon menarik kerah Taehyung untuk menjauh beberapa langkah dari gadis itu.

"Biar kuungkapkan perasaanku sendiri."

"Aku hanya membantumu," bisiknya.

"Aku tak butuh bantuanmu, pergi!" usirnya.

"Baik teman! Sekarang wanita lebih penting dari teman."

"Cepat, pergi!" Namjoon tidak memperdulikan ucapan Taehyung.

"Tapi jangan lupa... Gadis, bis dan kereta api." Ucapnya mengakhiri pembicaraan.

Namjoon kembali menghampiri Jihyo yang masih terpaku di tempat.

"Dengar... ma'af. Temanku tadi cuma bercanda."

Jihyo tertawa sambil memalingkan wajahnya memunggungi Namjoon.

Tangan Namjoon terulur menggapai bahu Jihyo, membuat wanita itu berbalik menatapnya.

Keduanya sama-sama bungkam beberapa saat, hingga akhirnya Namjoon kembali meraih tangan kanan Jihyo. Memasangkan cincin pada jari manis wanita itu.

Jihyo memandangnya tak percaya, matanya berkaca-kaca.

Tatapan Namjoon seolah menghipnotisnya. Wanita itu menyandarkan kepalanya pada dada bidang pemuda itu.

🍁🍁🍁
To be continued.

Ikutin terus kelanjutan part-nya yah chingudeul 😇😇😇

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ikutin terus kelanjutan part-nya yah chingudeul 😇😇😇

Serupa Tapi Tak Sama [ END ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang