Two Idiot Men 👬

196 44 9
                                        

Seorang pemuda berpakaian senada, jas dan celana berwarna putih keluar dari mobilnya sambil menenteng beberapa botol berwarna hitam.

Ia duduk geletak di aspal tepat depan sebuah gedung perusahaan.

"Badut, mulai pertunjukkannya!" Suruhnya memberi isyarat dengan mengacungkan tangan kanannya.

"Penonton, saudara-saudara, pemirsa, penjahat, semua." Teriaknya menggunakan toak. Pria itu mengenakan baju pantai berwarna merah dengan membuka kancing teratasnya, memperlihatkan kaos dalam yang ia kenakan.

Tak lupa, ia juga mengenakan pengikat kepala berwarna dan bermotif senada dengan baju pantainya.

Ia membuka kacamata hitam miliknya saat melihat seorang wanita memperhatikannya dengan wajah heran yang berjarak cukup dekat dengannya.

"Apa yang kau lakukan di sini, chagi?" Tanya pemuda itu sambil merengkuh bahunya.

Wanita itu mengomel seraya menepis tangan pemuda itu lalu pergi, "Enyahlah!" Ketusnya.

"Ini ada minyak kadal. Obat ajaib minyak kadal! Ampuh untuk berbagai macam penyakit! Cukup oleskan pada bagian yang sakit, dan satu lagi saudara-saudara. Penjual minyak ini bukan orang biasa. Dia adalah putra Tuan Kim seorang jutawan." Jelasnya pada semua orang yang saat ini sudah berkumpul di sekelilingnya.

Tuan Kim datang melihat keributan di depan gedung perusahaannya.

"Tak tau malu! Idiot! Beraninya kau menjual minyak kadal di depan kantorku? Anakku sendiri sudah mempermalukanku!" Tuan Kim mengoceh panjang X lebar X tinggi sambil menunjuk-nunjuk anaknya dan teman anaknya- Taehyung.

"Saudara-saudara, dia Tuan Kim. Tepuk tangan!" Teriak Taehyung dengan toaknya.

Semuanya bertepuk tangan.

"Kau yang memaksaku begini. Kau berhenti memberiku uang. Aku tak punya pilihan lain maka kulakukan ini." Ucapnya seraya mengguncang tubuh appa-nya.

"Aku tak perduli, tapi jangan lakukan di depan kantorku. Buang barang-barangnya!" Perintahnya pada polisi.

Kedua polisi membanting botol beling itu hingga berceceran di aspal.

"Sekarang apa yang kalian lihat? Pergi!" Tuan Kim mengusir semua orang-orang yang menonton itu.

"Sebelum kau berhenti bergaul dengan kutu busuk ini..." Tekannya seraya menunjuk Taehyung.

"Aku takkan berikan satu sen pun. Mengerti? Kajja!"

Namjoon bertolak pinggang mengantar kepergian appa-nya.

"Namjoon-ah! Bisnis minyakmu hancur. Sekarang apa yang harus dilakukan?"

"Taehyung-ah! Itu benar, tapi sekarang kita harus cari jalan keluar."

🍁🍁🍁
To be continued.

Serupa Tapi Tak Sama [ END ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang