About Mr. Bae 👨

289 57 38
                                        

Beralih pada Tuan Bae yang juga tinggal di Seoul. Jika berhubungan dengan kata 'miskin', dia 10 kali lebih maju dari Tuan Kim. Ada slogan populer, 'memberantas kemiskinan'.

Pria paruh baya itu turun dari mobilnya memasuki rumah istananya.

"Dahlan, ulat-ulat itu! Orang miskin itu, apa mereka sudah pergi? Jadi aku bisa membangun hotelku." Ucapnya berjalan menuju sofa empuk dan duduk di atasnya.

"Tuan, Nona Irene menghentikan kami. Dia berkata temannya tinggal disana."

Tuan Bae bangkit, "Sial! Teman miskin Irene? Aku benci dia." Ucapannya terhenti saat matanya menangkap kehadiran seorang pria yang muncul dari balik pintu.

"Joo Hyun, kau seharusnya di Jerman mengapa ada di sini?" Sambutnya seraya melebarkan ke dua tangannya.

"Sebenarnya putriku Hyunji..."

"Dia baik-baik saja?"

"Jangan khawatir, dia baik-baik saja."

"Hyunji anakku." Panggilnya. Seorang wanita berpakaian pengantin muncul bersama pasangannya dari balik pintu.

"Joo Hyun! Putrimu menikah dan kau tidak memberitahu Hyung-mu?"

"Mereka saling mencintai sehingga aku harus menikahkan mereka."

"Benarkah? Joo Hyun, bagaimana statusnya? Apa keluarganya terpandang dan kaya?" Bisik Tuan Bae namun mampu terdengar.

"Hyung, aku harus jujur padamu. Dia adalah anak supirku." Jelasnya menjauh beberapa langkah.

"Mwo!?"

"Benar!"

"Tidak! Tidak! Tidak!" Joo Hyun menoleh hyung-nya.

"Keluarga yang bahkan memilih hewan peliharaan melihat keturunannya... menantunya adalah anak seorang supir! Beraninya kau datang kemari dan menemuiku! Jika itu adalah putriku, aku akan membunuhnya! Sebelum kulakukan hal yang sama, cepat keluar! Dan bawa sampah ini bersamamu." Tuan Bae mendorong namdongsaeng-nya.

"Jangan pernah menunjukkan wajahmu lagi! Sekarang keluar!"

"Tenang hyung! Aku hanya membawa mereka untuk mendapat restumu. Jika tak boleh tak apa-apa." Ucapnya berjalan ke arah pintu, lalu kembali berbalik.

"Tapi sebelum pergi, aku harus mengatakan sesuatu. Jangan begitu bangga dan angkuh, semuanya bisa saja jatuh. Bahkan matahari dan bulan memiliki gerahana. Kita hanya manusia bisa apa? Suatu hari kau mungkin menghadapi situasi yang sama karna kau juga memiliki putri."

Joo Hyun begitu kesal mengatakan hal demikian yang juga memancing amarah Tuan Bae.

"Selamat, Tuan Bae. God bless you!" Setelah mengucapkan itu, Joo Hyun pergi meninggalkan rumah Tuan Bae bersama puteri dan calon menantunya.

"Suatu hari kau mungkin menghadapi situasi yang sama karna kau juga memiliki putri."

"Tidak! Ini tidak akan pernah terjadi padaku. Tidak akan pernah!"

Serupa Tapi Tak Sama [ END ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang