Kondisiku membaik dengan cepat. Dokter yang menanganiku--yang memiliki rambut berwarna oranye-- menyarankan ku untuk tinggal dua hari lagi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Semoga lekas sembuh Kim taehyung shii" dokter park jimin--nama dokter rambut oranye tersebut-- tersenyum padaku lalu lekas pergi. Tak lama terdengar suara ketukan. Itu yoongi Hyung.
"Taetae apa kabar?" Yoongi Hyung berjalan mendekat. "Baik. Mataku masih sama" aku kembali memfokuskan diri pada buku yang aku baca.
"Aku dengar ada cara supaya kau dapat sembuh" yoongi Hyung mengambil kursi. Duduk disebelahku. Aku mendongak. Menatap yoongi Hyung penasaran. "Apa?" Aku menutup bukuku. Menaruhnya dimeja kecil yang ada disebelah ranjangku.
"Ku dengar kau dapat sembuh jika meminum air suci dari gua terkutuk" yoongi Hyung mengatakan kalimat itu dengan volume yang sangat kecil. Takut takut jika ada orang yang mendengarnya. Aku mengerjap bingung. Beberapa detik setelah itu mulai tertawa.
"Hahahaha yaampun hyung~ bagaimana kau bisa mempercayai mitos seperti itu?? Mana ada air suci di gua yang jelas jelas terkutuk" aku menepuk pelan bahu kecil yoongi Hyung. Mengusap air mata yang keluar dari sudut mataku.
Yoongi Hyung mendengus. "Fakta jika kau dapat melihat hal hal gaib lewat suhu lebih tidak masuk akal Kim taehyung" yoongi Hyung mendorong dahiku. Benar juga. Aku dapat melihat hal hal gaib melalui suhu. Itu tidak masuk akal.
Beberapa saat hening. Aku masih sibuk dengan pemikiran ku dan yoongi Hyung yang menunggu jawabanku. "Jadi?" Suara yoongi Hyung menyadarkanku. "Ya?" Aku mendongak. "Kau ikut?" Yoongi Hyung menatapku lurus.
"Entahlah. Aku bingung" aku menempelkan jari telunjukku pada daguku. Membuat pose berfikir.
"Akan aku pikirkan" ucapku final. Yoongi Hyung mengangguk. "Aku hanya berusaha membantu" ia mengendikkan bahu. Tidak peduli.
Aku melihatnya lagi. Sosok pertama yang aku lihat saat baru bangun dari komaku selama 2 bulan.
Ia berada dipojok ruangan. Terus tersenyum padaku. Aku selalu meminta yoongi hyung untuk menemaniku di ruang inap ini. Ayah ibuku sedang ada perkejaan dikantor mereka. Untuk Tidak bisa menemaniku.
Hanya beberapa orang yang mengetahui kelebihan ku setelah benturan keras dikepalaku atau apalah. Yoongi Hyung, aku, dan sosok itu. Hanya kami yang tau.
Aku mulai bergerak gelisah. Merasa tidak nyaman ditatap seperti itu. Hawa disekitar mulai terasa dingin. Sosok itu mulai mendekat lagi. Aku sudah terbiasa dengan gerakannya yang cepat akan datang tepat didepan wajahku. Sudah tidak kaget lagi.
"Kau pergi!" Kepala Sosok itu berputar 360 derajat. Aku memang tidak dapat melihat wajahnya karena hanya warna merah, oranye, hijau yang bercampur yang dapat aku lihat. Tapi aku dapat melihat jelas bentuk lehernya yang terlilit. Aku bergidik ngeri.
"A--apa?!" Aku memberanikan diri untuk bertanya. Ia mulai berpindah kesebelahku. "Untuk sembuh" ia kembali mundur. Kembali ke tempatnya semula. Perlahan lahan mulai menghilang.
Aku merilekskan tubuhku. Mulai memejamkan mataku. Berusaha untuk tidur. "Tidak bisa" aku kembali membuka mataku. Kembali Duduk.
"Makhluk itu membuatku tidak nyaman" aku menghela nafas. lelah. Aku masih belum terbiasa dengan keadaan seperti ini. Aku melirik kearah luar jendela. Melihat keramaian kota. Sesekali terlihat beberapa makhluk berwarna oranye berlalu lalang dengan cepat.
"Sepertinya aku harus ikut" aku meraih handphoneku. Mencari kontak yoongi Hyung. Mulai menelponnya.
"Hyung"
"Owhh Tae? Ada apa?"
"Aku ikut"
"Sudah kuduga! Kau pasti akan ikut!! Baiklah. Aku akan menyiapkan segala keperluanmu. Aku juga mengajak dokter Jimin. Dia bilang ia harus melakukan penelitian. Entahlah"
"Oke Hyung. Thanks"
"Owh iya! Kita akan berangkat dua hari lagi. Tepat setelah kau keluar dari rumah sakit"
"Baik Hyung"
Lalu sambungan terputus. Aku menghela nafas. Sosok itu kembali nampak. Mulai terlihat wajahnya. Ia tersenyum. Mengangguk padaku. Seperti memberi semangat. Membuatku merasa lega.
Aku membuang muka. Menolak untuk menatap sosok itu. Menyalakan lampu disebelahku. Lebih memilih untuk meraih novel yang bercerita tentang seorang perempuan menemukan cinta sejatinya lewat sebuah makhluk kecil berbentuk tupai. Sangat tidak masuk akal. Tapi jauh lebih masuk akal daripada makhluk didepanku ini.
Aku kembali larut dalam bukuku. menghiraukan sosok oranye yang terus menatapku dari pojok ruangan. bahkan sekarang aku dapat melihat bentuk matanya.
setelah beberapa lama aku memutuskan untuk menutup bukuku dan tidur. sempat melirik sebentar sosok oranye disudut kamarku ini. dia terlihat tersenyum padaku. aku menggeleng. melemparkan bukuku kearahnya--tentu tidak kena karena tubuhnya transparan--. lekas membenarkan posisi tidurku.
keesokan harinya aku bangun dengan keadaan yang jauh lebih baik dari sebenumnya. aku sudah dapat menggerakkan hampir seluruh tubuhku setelah koma selama dua bulan. Besok aku sudah dapat pulang dan langsung melakukan perjalanan menuju Goa misterius itu.
Dokter jimin yang menangani Ku sudah memperbolehkan. Ia juga sudah mempersiapkan beberapa keperluan untuk beberapa hari ke depan.
"Tae sudah siap?" Yoongi hyung menghampiriku. Membawa nampan berisi menu makan siangku. Aku tersenyum mengucapkan terima kasih. "Aku selalu siap" jawabku.
Dokter park masuk untuk melaksanakan pemeriksaan rutin. "Kondisimu sudah stabil. Tubuhmu sembuh dengan sangat cepat Taehyung. Kau sudah dapat melakukan perjalanan untuk besok" dokter jimin tersenyum padaku. "Terima kasih dok" aku balas tersenyum padanya. "Mulai sekarang panggil jimin saja. Kita seumuran" dokter jimin lalu keluar. Menyusahkan aku dan yoongi hyung
"Hyung" aku memanggil tanpa menoleh pada yoongi hyung yang dijawab dengan deheman. "Apa hubunganku dengan dokter jimin?" Aku melirik yoongi hyung yang berhenti mengupas kulit apel.
"Tidak ada" jawabnya singkat. Aku tersenyum usil. Terkekeh melihat wajah yoongi Hyung yang terlipat.
"Sampai jumpa. Aku akan menjemputmu besok jam 10. Jangan terlambat" yoongi Hyung melambaikan tangannya. Pergi meninggalkanku sendirian didalam kamar.
"Apa lagi??" Aku menatap sosok oranye didepanku jengah. Ia tidak mengatakan sepatah katapun sejak tadi ia muncul.
Ia menggeleng. Wajahnya sudah separuh terlihat. Ia memiliki garis wajah yang tegas. Kira kira berumur 15 tahun. Matanya berwarna hijau jambrut. Jika ia bukan sosok yang menggangguku mungkin aku akan menyukai sosok ini.
"Kau pergi" itu sebuah pernyataan. Aku mengangkat alisku. "Bukannya kau menyuruhku untuk pergi?" Aku memandang sosok didepanku heran. Ia mengangguk. "Bagus" lalu pergi menjauh. Kembali berdiri dipojok ruangan. Seolah mengawasi ku yang sedang membaca.
Aku harap besok tidak akan melihat sosok ini lagi.
TBC
Surabaya, 17 September 2017
[954 word]
KAMU SEDANG MEMBACA
BUMI [KOOKV]
Fanfictionjeon jungkook adalah seorang penulis novel horror terkenal yang mengalami krisis dalam ide pembuatan novel barunya. . Kim taehyung adalah seorang lelaki yang baru saja siuman dari sebuah kecelakaan mobil. suatu kejadian membuatnya memiliki mata yang...
![BUMI [KOOKV]](https://img.wattpad.com/cover/122521743-64-k101951.jpg)