starla seorang gadis yang ceria mengalami depresi karena kehilangan tunangannya.
keluarga starla mengungsikan starla ketempat paman nya di sebuah desa di yogyakarta.
Hari ini bibi memintaku mewakilinya untuk menyerahkan batik ke hotel jayakarta. Bibi memintaku untuk menemui cindy manager hotel itu, tapi resepsionisnya bilang klo cindy g datang, dan mereka mencoba menghubunginya.
Tiba tiba saja sorang pria datang.
"Ada yg bisa saya bantu nona?"
"Aku menunggu manager hotel ini."
"Baiklah sebentar."
Dia lalu menuju ke meja resepsionist, entah apa yg dibicarakan tak lama kemudian dia kembali ke mejaku.
"Maaf bu cindy tidak bisa dihubungi, bagaimana kalau lewat saya dulu."
"Tetapi saya kesini jg mau meminta pelunasan."
"Okey. Saya akan berikan cek untuk pelunasan
"Terimakasih tuan."
"Tapi aku minta nomor ponsel yg bisa dihubungi dan jg nama terangmu."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku tau dia sedang modus untuk berkenalan denganku. Terlihat dari senyum yg dia tampilkan itu.
"Kau tidak mau? "Tanya nya lagi.
"Bukankah di nota itu ada nomor tlp dan alamatnya."
"Tapi uangku kau bawa, jadi aku butuh itu untuk jaminan."
"Baiklah." Kataku lalu menuliskannya disecarik kertas."
"Starla.....nama yg bagus." Katanya
Dia mengeluarkan ponselnya dan sepertinya mencatat nomorq. Benar saja tak seberapa lama ponselku berdering.
"Itu nomorq. Simpan dengan nama verlan."
Lalu dia menyuruh OB hotel itu untuk mengangkut batik yg ada di mobilku.
"Baiklah kalau begitu saya permisi tuan."
"Baiklah. Aku akan menelfonmu nanti."
"Hah?" Aku heran mendengar kata2 nya.
"Terima kasih dan hati hati dijalan sampai bertemu lagi.".
Aku hanya mengangguk. Lalu memasuki mobilku.
Verlanpov
"Akhirnya aku tahu namamu. Bisa sekali lagi kita bertemu aku janji tak akan melepaskanmu." Aku berbicara pada diriku sendiri.
Lalu aku masuk ke hotel lagi dan menuju ke ruanganku.
"Hubungi terus cindy bila sudah tersambung hubungkan ke telfon kantorku." Perintahku pada asisten cindy.
"Baik pak."
Sekali lagi aku memandangi kertas yg bertuliskan nama dan nomor ponselnya.
"Starla cavarela.....benar benar cantik seperti bintang."
Starlapov
"Assalamualaikum bude...."
"Wa'alaykumussalam nduk....piye? Ketemu to hotel e njuk dilunasi sisan ora karo wong hotel e?" sambut bude. (Gimana?ketemukanhotelnyatrusdilunasisekaliantidaksama orang hotelnya?")
"Iya bude, ini dikasi cek."
"Waladalah.....kok cek...ndadak neng bank. Adoh ora kui bank e?" (Aduh......kokcek.....haruske bang donk. Jauhnggakitubanknya?)
"Kayanya nggak bude. Tadi aku nglewati banyak bank ini."
"Yo wes sesok kowe sek njipuk yo. Sesok dikancani slamet ojo dewean gowo duit akeh." (Yaudahbesokkamu yang ambilaja. Sesokditemanislametjgnsendirianbawauangbanyak.)
"Njihbude."
Tak lama pakde masuk.
"Ono opo to bune?" (Adaapa to bu?)
"Niki lho pak, tiang hotel nglunasi batik ngagem cek. Lakyo dewe kudu menyang bank mendet artonipun to pak.mindon gaweni." Omel bude ( ini lho pak, orang hotel melunasi batik pakai cek, kan kita harus ke bank untuk ngambil uangnya kan? Nambahi kerjaan saja)
"Sabar bune....ra popo iso go celengan. Disimpen sek wae cek e.lak ora ono kadaluarsone to?" (Sabarbu....nggakapa2bisabuattabungan, disimpandulusajaceknya. Kantidakadaexpnyakan?)
"Pun kadung ngomong kalian slamet benjang ben ngrencangi starla neng bank niku pak." (Udhterlanjurbilangkeslametbuatnemenistarlake bank lhopak.)
"Yo gari ngomong nek ra sido. Beres to. Mesakne starla, ben dolan dolan sek." (Tinggalbilangnggakjadiajabereskan, kasianstarlabiardiajalan2dulu.)
"Pakde nek kulo pados damelan pripun?" (Pakdekalauakucaripekerjaangimana?)
"Sak senengmu nduk sek penting kowe ora ngalamun ro nangis meneh mikirne yangmu sek wes sedo kui." (Terserahneng yang pentingkamutidakmelamunsambilmenangismemikirkanpacarmu yang sudahmeninggalitu")