~~Playing 🎶 A Thousand Year 🎶 ~~
Masih diwaktu yang sama.
Malam sudah hampir tiba namun Hazza belum juga kembali. Aku khawatir dengannya.
Teleponku sedari tadi juga tidak diangkat.
Pesanku juga tidak dibalas.
Biasanya dia pasti selalu membalas pesanku. Walaupun itu hanya satu kata. Dan itu juga kadang disingkat. Seperti.....
'K'
'Y'
'D jln'
'Msh sm kendall'
'Y bwl'
'Hm'
Sampai kadang aku susah membaca pesan darinya. Dan kadang juga aku salah mengartikan apa yang dimaksudkannya. Aku juga kadang mengejeknya dengan sebutan anak alay. Gimana gak alay coba. Nulis aja singkat-singkat. Kayak cewek lagi ngambek ama pacarnya aja. Yaa, walaupun dia seperti itu aku mencintainya #Plak
*Author pov
Bermaksud ingin kembali ke kamar. Tiba-tiba Tessa mendengar suara ketukan pintu. Tessa pun langsung berlari membukakannya. Terlihat pria tegap berdiri dihadapannya dengan sudut bibir yang mengeluarkan sedikit darah.
"Hazz...Bibir lo kenapa? Jangan bilang lo abis berantem" Harry tidak menjawab pertanyaan Tessa melainkan malah berjalan masuk ke dalam.
Tessa pun menahan tangan Harry.
"Lo kenapasi? Jawab gue Hazz. Jangan diem aja. Hazz sumpah gue khawatir sama lo" Ucap Tessa memegang kedua lengan Harry. Harry hanya menatap Tessa dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
Harry seketika berubah menjadi aneh. Tatapannya seperti ada sesuatu yang tidak ingin diceritakannya. Baju Harry juga sudah tidak serapi disaat dia pergi tadi. Harry benar-benar berantakan. Diwajahnya sudah banyak sekali luka lebam.
"Duduk dulu biar gue kompres" Tessa menuntun Harry duduk. Lalu bangkit bermaksud ingin mengambil air dan kain. Namun tangannya lebih dulu ditahan oleh Harry.
Tessa membalikan pandangannya menatap ke arah Harry. Dengan maksud tatapan 'kenapa?'
"Lo gak perlu peduli sama gue"
"Ini semua karena lo" ucap Harry dengan pelan namun pandangannya ke arah lain.
"Ngomong apasi Hazz" Tessa mengerutkan dahinya. "Ngelamun ya lo" Tessa melambaikan tangannya tepat didepan wajah Harry.
"Mulai sekarang lo tinggalin gue" ucap Harry semakin tidak jelas. Namun tangannya masih terus memegang tangan Tessa sangat erat.
"Gue gangerti lo ngomong apaan. Ngeprank gue ya" ucap Tessa kekeh.
"Gue serius"
"Gue mau lo pergi dari rumah ini" tatapan Harry beralih menatap Tessa. "Kalo gue gak nikah sama lo. Pasti ini semua gak bakalan terjadi! Lo itu pembawa masalah!!" Ucap Harry yang tiba-tiba menaikan nadanya satu oktaf.
"Haz-"
"Jangan pernah panggil gue Hazza lagi! GUE MUAK SAMA LO!! LO ITU BUKAN ISTRI GUE!! GARA-GARA LO SEMUANYA JADI GINI!"
Harry mengeluarkan seluruh amarahnya pada Tessa. Melampiaskan semuanya pada Tessa.
Tiba-tiba air mata Tessa tak terasa mengalir keluar satu persatu.
Dimana harga dirinya hingga dia dibentak-bentak seperti ini.
"Gue..." ucap Tessa yang sulit sekali ingin mengatakan sesuatu karena air mata yang terus keluar. "Gue nyesel...gue nyesel kenal sama lo...gue benci sama lo Hazz..gue benci!" Tessa langsung segera berlari keatas. Menghapus air mata yang membasahi pipinya dengan asal.
Ia mengemasi barang-barang miliknya. Lalu kembali turun ke bawah. Harry masih berdiri ditempat yang sama. Tessa menatap Harry sekilas dengan tatapan miris.
Harry menundukkan kepalanya. Tessa pun semakin melangkahkan kakinya keluar dari rumah tersebut.
Dia sebenarnya tidak tega meninggalkan Harry dengan kondisi yang seperti ini. Harry juga baru saja sembuh. Bagaimana nanti jika Harry demam kembali? Siapa yang akan merawatnya lagi.
Air mata Tessa semakin lama semakin deras membasahi pipinya. Tessa pun menyeka air matanya kembali.
Ia ingin sekali memeluk pria-nya itu. Memberinya kehangatan untuk terakhir kalinya saja malam ini.
Tapi semua itu tidak mungkin.
Harry sudah meninggalkan goresan luka dihati Tessa.
Dengan perasaan berat Tessa pun berjalan keluar. Rasa dingin dimalam hari semakin menusuk kedalam tulangnya.
Tessa terus berjalan. Dia belum tau akan kemana sekarang. Dia benar-benar sangat takut.
Kebetulan sekali taksi sedang lewat. Tessa pun langsung menyetopnya.
Sementara Harry, dia terduduk disofa. Mangacak-acak rambutnya dengan frustasi. Tatapan Harry kosong. Dia benar-benar butuh teman cerita untuk menceritakan masalahnya sekarang.
Harry menenggelamkan wajahnya kedalam telapak tangan. Bukannya masalah selesai tapi malah bertambah. Begitulah yang dipikirannya.
Dia baru saja mengusir Tessa dari rumah ini. Padahal Tessa yang selalu menemaninya disaat dia sedang terpuruk. Membuatnya tersenyum kembali. Merawatnya disaat sedang sakit.
Wajar saja emosi Harry tadi benar benar sedang tidak terkendali.
Padahal Tessa tidak tahu kenapa Harry tiba-tiba sangat marah pada dirinya. Tapi Tessa bisa menyikapinya dengan dewasa. Dia kembali kerumah orangtuanya. Tanpa mengatakan apapun lagi pada Harry.
"Semoga dengan keputasan kamu yang seperti ini tidak menyesal dikemudian hari"
******
Yang malming baca wattpad mana suaranya😂. Vommentsnya jangan lupa yessss
KAMU SEDANG MEMBACA
MY CURLY HUSBAND [REVISI]
Fanfiction(HARBARA) HARRY STYLES. Cowok dingin, cuek dan irit banget buat ngomong. Tidak terlalu membuka diri, kecuali sama orang yang dirasa nyaman baginya. TESSA HORAN. Cewek cantik yang punya sifat kekanak-kanakan, cengeng, suka curhat, perhatian, dan jug...
![MY CURLY HUSBAND [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/111522250-64-k409974.jpg)