*Harry pov
Louis dan aku sedang berada dicafe saat ini. Aku yang mengajaknya untuk bertemu.
Setelah pesananku dan Louis datang. Kami pun menikmatinya sambil bercerita. Cukup banyak yang kuceritakan padanya. Terutama masalah yang kini sedang banyak ku lewati.
"Jadi lo ditonjok sama selingkuhan Kendall?! Kok kebalik" Ucap Louis.
"Gue yang nonjok duluan. Terus kita disitu ribut saling nonjok" Louis menganggukan kepalanya mengerti.
"Jadi lu udah gak ada hubungan lagi ni sama Kendall? Atau Tessa?"
Aku menggelengkan kepalaku. "Gue nyesel Lou udah ngebentak Tessa. Padahal ini semua bukan salah dia. Emosi gue disitu udah bener-bener gak terkontrol"
"Gue nyesel banget. Gue pengen dia balik lagi ke rumah itu" ucapku lirih menatap kearah secangkir kopi yang berada didepanku.
"Lo sayang dia? Jemput kerumah orang tuanya, itu baru namanya cowok" ucap Louis. "Gue kasi tau juga sama lo. Jaga emosi, jangan pernah ngebentak cewek. Cewek itu lebih suka cowok yang marahnya cuma diem doang dari pada pake kata-kata yang nyelekit" kata Louis lagi.
"Gue takut dia benci gue"
"Nggak. Percaya sama-eh itu Tessa bukan??!" Sontak aku langsung menoleh kebelakang. Dan ternyata benar itu Tessa!
Aku langsung berlari menghampiri Tessa. Kulihat ada Neels yang berjalan didepan Tessa. Mereka berjalan berdua?!
"Tessa! Sa!" Tessa memutar badannya dan menoleh. Menatapku dengan sekilas lalu kembali mempercepat langkahannya.
"Sa! Tessa dengerin aku! Aku bisa jelasin semuanya" ucapku sambil berlari mengejarnya.
*Author pov
Tessa segera buru-buru masuk kedalam mobil tanpa memperdulikkan teriakan Harry.
Harry yang baru saja sampai ditempat parkir mobil langsung mengetuk kaca jendela mobil Tessa.
"Tessa plisss aku bisa jelasin semuanya. Kasih aku kesempatan sekali lagi" ucap Harry dengan napas yang terengah-engah.
Harry terus mengetuk kaca mobil Tessa. Berharap Tessa akan membukanya dan memberikan Harry kesempatan sekali lagi untuk menjelaskan semuanya.
"Neels!"
"Tapi Sa gue gak tega sama Harry"
"Neels! Jalan!" Pinta Tessa yang berteriak didalam mobil.
Sementara Harry diluar masih terus mengetuk kaca jendela Tessa. "Tessa buka pliss. Maafin aku, Tessa aku gak tau lagi harus ngomong apa. Aku sayang kamu Tessa! Aku sayang sama kamu!"
"Neels! Gue bilang jalan!" Tessa semakin menekankan suaranya. Dengan perasaan berat Neels pun menjalankan mobilnya. Tak terasa tiba-tiba kedua air mata Harry dan Tessa jatuh secara bersamaan.
Tessa benar-benar tidak tega melihat Harry seperti itu. Tapi entah mengapa dia melakukan itu pada Harry.
Louis langsung menarik Harry yang terus-terusan mengejar mobil Tessa yang sudah pergi jauh.
Air mata Harry pun sudah membasahi seluruh wajahnya. Baru kali ini Harry menangis hingga seperti ini.
"Har gak ada gunanya mobilnya udah jauh" ucap Louis. "Tenangin diri lo. Gak enak diliatin orang" ucap Louis mengelus-ngelus punggung Harry. Lalu menarik Harry masuk ke dalam mobil.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY CURLY HUSBAND [REVISI]
Fanfiction(HARBARA) HARRY STYLES. Cowok dingin, cuek dan irit banget buat ngomong. Tidak terlalu membuka diri, kecuali sama orang yang dirasa nyaman baginya. TESSA HORAN. Cewek cantik yang punya sifat kekanak-kanakan, cengeng, suka curhat, perhatian, dan jug...
![MY CURLY HUSBAND [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/111522250-64-k409974.jpg)