17. You okay?

1.8K 159 8
                                        

"Jadi kamu jemput aku karena denger rekaman itu?" Harry mengangguk.

"Jadi kalo misalnya kamu gak denger rekaman itu kamu gak jemput aku dong?" Tanya Tessa lagi. Harry kali ini menggeleng.

Ia mendekatkan posisi duduknya sambil menghadap kearah Tessa.

"Aku yang salah selama ini, selalu nyuekin kamu yang udah bener-bener sayang sama aku. Lagian aku udah ada niatan sih sebenernya mau jemput kamu besok eh tapi malah denger rekaman itu jadi ngebet pengen ketemu kamu hehe" ucap Harry yang membuat Tessa tersenyum.

Inilah yang diingkannya dari dulu. Harry yang perhatian dan tidak cuek. Apalagi saat Harry memanggil dirinya dengan sebutan kamu. Rasanya ingin terbang saja.

"Terus..." ucap Tessa yang memanjangkan nadanya.

"Apa?"

"Ck, blagunya gak ilang-ilang" ucap Tessa menggelengkan kepalanya sambil terkekeh. Harry yang melihat Tessa menertawai dirinya pun mengacak-acak rambut Tessa dengan gemas. Lalu menciumi puncak kepala Tessa berulang-ulang.

"Ternyata begini ya Hazza yang manja" kikik Tessa.

"Hm" Harry menaikkan alisnya sebelah. Lalu mencium Tessa kembali. Kali ini ia menciumnya dibagian pipi.

"Btw penampilan kamu berubah. Dulu kamu gak pernah punya brewok, terus rambut kamu juga makin panjang" sambil memainkan rambut Harry.

"Kalo aku mikirin ini, nanti waktu aku buat mikirin kamu gak ada dong" Tessa lagi-lagi tersenyum namun kali ini pipinya tampak memerah.

"Tapi kamu harus mikirin kondisi kamu ju-"

"Yang terpenting kamu udah balik sama aku" potong Harry sambil tersenyum manis kearah Tessa. Tessa pun langsung membalas senyuman Harry balik.

Tessa tidak menyangka hal ini akan terjadi. Ia malah mengira Harry akan menceraikannya dan tidak akan pernah bertemu Harry kembali.

Tapi nyatanya tidak, semua angan-angannya selama ini menjadi kenyataan. Seperti mimpi baginya.

~~~

Kini Tessa dan Harry sedang mencari buku resep dan beberapa novel, ditoko buku terkenal. Yaa pasti kalian tau lah yang aku maksud apa

Harry berpisah dengan Tessa. Karena Harry mencari novel sedangkan Tessa mencari buku resep.

Tessa masih bingung mencari buku yang ia cari. Ia terus mencari disetiap rak. Dan akhirnya buku yang dicarinya pun ketemu.

Baru saja Tessa ingin mengambil buku tersebut. Tiba-tiba ada tangan lain yang sudah meraih buku itu. Tessa pun langsung menoleh kearah orang yang mengambil buka incarannya tadi.

"Butuh bantuan?" Ucap cowok yang kini berada didepan Tessa. Kemudian ia memberikan buku resep yang tadi.

"Makasi" sambil mengambil buku resep tersebut.

Bermaksud ingin pergi dari situ tiba-tiba cowok itu menahan tangan Tessa. "Tunggu dulu" katanya.

"Kayaknya kita pernah ketemu?"

Tessa mencoba mengingat. "Maaf, tapi kita gak pernah ketemu sebelumnya" jawab Tessa lalu segera melangkahkan kakinya untuk pergi. Namun, lagi-lagi cowok itu menahan tangannya.

Tessa yang risih segera melepaskan pegangan cowok itu. "Maksudnya apa ya?" Tanya Tessa yang sudah kesal karena sikap cowok ini yang tidak sopan.

"Mungkin kita bisa kenal lebih dekat?" Tanyanya sambil menaikan alisnya sebelah. Tessa ingin muntah saja melihat wajahnya itu.

"Maaf, aku buru-buru" ucap Tessa. Namun dia kalah cepat, cowok itu sudah menutup jalannya terlebih dahulu.

"Buru-buru banget kayaknya"

Tessa semakin takut melihat cowok yang tidak dikenalnya ini. Kalau saja ia berani menyentuh dirinya ia akan berteriak disini sekarang juga.

Tiba-tiba cowok itu semakin melangkahkan kakinya mendekat kearah Tessa. Tessa pun secara otomatis berjalan mundur perlahan.

Entah apa maksudnya tiba-tiba tangannya mengarah ke pipi Tessa. Dengan perasaan panik bercampur rasa takut Tessa langsung berteriak.

"To-"

"JAUHIN DIA!" Teriakan Tessa tiba-tiba terpotong dengan suara seseorang.

Sontak cowok itu membalikkan badan menoleh ke sumber suara tersebut.

"HAZZA!"

Tessa langsung lari memeluk Harry dengan erat. Ia tidak memperdulikan keadaan sekitar sama sekali. Karena ia benar-benar sudah sangat takut sekarang.

"Dia ada nyentuh kamu?" Tessa menggeleng. Sementara cowok itu terdiam tidak berkutik sama sekali.

Harry pun mendekat. Menarik kerah bajunya. "Sedikit aja lo nyentuh dia. Lo bisa mati ditempat ini sekarang juga" dengan tatapan sangat tajam Harry.

"Ma-ma-maaf. A-aku-aku" ucapnya tergugup.

Lalu Harry melepaskan kerah bajunya begitu saja. Yang langsung membuat cowok tadi jatuh ke lantai.

Harry menatap sekilas kearah cowok yang sudah tergeletak itu, kemudian beralih menatap Tessa. Lalu langsung menarik tangan Tessa pergi dari situ. Tapi sebelum pergi Harry ada mengatakn sesuatu kepada security disitu.

~~~

"Untung ada kamu. Aku gak habis pikir tadi kalo gak ada kamu" ucap Tessa yang kini tengah menuju jalan pulang.

"Namanya juga insting suami kuat"

"Yeu ngakak" ucap Tessa yang langsung terkekeh.

"Btw jadi beli gak buku resepnya tadi?" Tanya Harry melirik Tessa.

"Lah! Ya nggak lah, kan kamu tadi langsung narik tangan aku keluar"

"Oiyaya aku lupa. Soalnya aku udah emosi banget tadi, tapi untung aja dia gak aku tonjok" ucap Harry sambil sibuk menyetir.

Tessa tertawa mendengar ucapan Harry. Lalu ia kemudian menghidupkan radio yang kebetulan sekali terputar lagu you and i.

"Lagu kamu untuk si anu nih" ucap Tessa yang langsung membuat Harry menoleh kearahnya sambil menyipitkan matanya.

"Gausah bahas dia lagi"

"Mending bahas kamu aja aku lebih suka" sambung Harry lagi yang diakhiri dengan kekehan. Tessa tiba-tiba menjadi salting sendiri didalam mobil.
******
Garing amat yak wkwk.

Kasih bintang sa kali hehe

MY CURLY HUSBAND [REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang