22. Accident

1.7K 142 16
                                        

Sudah seminggu hari berlalu...

Hari ini Tessa dan Harry akan berlibur di Maldives, menghabiskan waktu honeymoon mereka disana.

Tessa sudah mempersiapkan semua keperluan mereka untuk disana. Tidak lupa juga ia membawa Camera karena itu alat yang paling penting.

Harry tampak menggunakan kaos berwarna maroon yang terlihat sangat cocok ditubuhnya.

Sementara Tessa memakai kaos berwarna putih dan celana pendek berwarna biru muda. Membuat Harry yang disebelahnya menatap dirinya tanpa henti.

Lalu ia tersadar dari lamunannya, mengalihkan tangannya kearah kemudi setir.

"Udah siap?"

"Siap!" Seru Tessa bersemangat. Harry terkekeh kemudian langsung menancapkan gasnya menuju bandara.

Padahal sebelumnya Tessa menyuruh agar memakai supir untuk mengantar mereka ke bandara. Tapi Harry menolak, karena ia bilang agar lebih kelihatan suasana pergi honeymoon-nya kalau berdua saja.

"Nanti malem aku mau kamu pake baju yang sexy" ucap Harry menaikan sebelah alisnya membuat Tessa membulatkan matanya.

"Merinding badan aku dengernya" ucap Tessa. "Liat nih jadi pada naik gitukan bulunya."

Harry terkekeh, "Belom diapa-apain aja udah merinding" ucap Harry melirik Tessa sekilas lalu kembali memperhatikan depan.

"Gimana nanti malem..."

"Hazza! Ngomong apasih" ucap Tessa melirik Harry balik dengan malas.

"Aku lagi ngomongin masa depan aku sama kamu, emang kamu gak mau punya anak dari aku?"

"Ya maulah! Yakali gamau" Ucap Tessa membuat Harry membelalakan matanya mendengar jawaban Tessa yang bersemangat. "Eh yaampun ni mulut kenapa gak bisa direm sih" Harry terkekeh sambil pandangannya yang masih fokus menyetir.

"Ok! Jadi kamu mau punya anak berapa? Kayaknya 10 cukup deh" ucap Harry memutar kepalanya menatap Tessa.

"Kenapa gak 11 aja? Biar jadiin klub sepak bola sekalian" ucap Tessa menyindir.

"Boleh tuh!" Jawab Harry menanggapi serius perkataan Tessa membuat Tessa disebelahnya melirikan mata terkekeh pada Harry.

Selang beberapa detik mereka masih bisa tertawa, tiba-tiba dari arah berlawanan sebuah mobil sedan berwarna hitam menabrak mobil mereka dengan kecepatan sangat kencang. Membuat keduanya tidak sadarkan diri ditempat.

~~~

Suara tangisan dilorong rumah sakit langsung memecahkan keheningan. Semua orang terdekat Tessa dan Harry tampak berkumpul menjadi satu diruangan tunggu.

Tampak orang tua Tessa saling menggegam tangan satu sama lain. Sementar dipojok kanan tampak Mama Harry yang masih belum sadarkan diri membuat Papa Harry yang disebelahnya terus terusan mengoleskan minyak kayu putih disekitar hidungnya.

"Niall" panggil Neels lirih memegang pundak Niall yang sedari tadi melamun menatap ruang pintu ICU. Sontak Niall membalikan badannya menoleh ke arah Neels. Pandangannya sangat kosong.

Neels dengan cepat langsung memeluk Niall. "Dia lagi berjuang didalem sana, gue yakin mereka berdua-" Neels menghentikan ucapannya karena mendengar Niall tiba-tiba menangis sangat kencang dipelukannya.

Cara memperhatikan Neels memeluk Niall yang sedang menangis terisak-isak dipundak Neels. Ia tersenyum getir melihatnya lalu memejamkan matanya untuk sesaat membuat air matanya kembali turun dengan perlahan menuruni pipinya. Sudah hampir 10 jam ia menunggu disini. Menunggu keduanya sadar, namun masih tidak sadar juga sampai sekarang.

MY CURLY HUSBAND [REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang