Terlihat gadis berumur 9 tahun kini tengah berjalan diatas Catwalk bersama sang ayah. Memakai pakaian yang sama persis. Tampak begitu sangat serasi, membuat para penonton bertepuk tangan meriah saat mereka melambaikan tangan ke arah penonton.
Sang ibu yang melihat anaknya dan suaminya tengah melambaikan tangan diatas sana membuat dirinya tersenyum sendiri dan ikut bertepuk tangan.
"Alena!!!" Teriaknya membuat gadis berambut cokelat itu langsung menoleh kearahnya memberi senyuman manis, sambil melambaikan tangan sangat riang.
Sementara disebelahnya tampak dua sahabatnya yang kini tengah duduk berdua, menikmati acaranya sangat tenang. Dua sahabat yang selalu menjadi alasan mengapa dirinya masih bisa berdiri sampai sekarang. Dua sahabat yang selalu mengulurkan tangannya disaat ia masuk ke dalam jurang yang dalam. Dan kini dua sahabatnya itu menjadi pasangan yang saling melengkapi.
Disaat waktu ingin balik, Sang ayah menggegam tangan putrinya kembali sangat erat. Berbeda dengan putrinya yang terus sibuk melambaikan tangan ke arah penonton sepanjang jalan menuju belakang panggung.
"Hebat anak Daddy gak gugup lagi" ucap ayahnya itu yang kini sudah berada dibelakang panggung sambil mengacak-acak rambut anaknya asal dengan posisi setengah jongkok.
Gadis berambut cokelat itu terkekeh. Lalu tak sengaja matanya menangkap Cake Chocolate yang begitu sangat besar didepannya, yang hampir mengalahkan tingginya. "Daddy...Alena mau" ucap gadis itu menunjuk Cake tersebut dengan nada manja sekaligus menarik ujung baju ayahnya.
"Ayo" turut sang ayah yang langsung membuat dirinya tersenyum sendiri saat berjalan ke arah Cake tersebut.
Alena memakan Cake-nya sangat banyak hingga seluruh mulutnya penuh dengan Cake.
"Alena pelan-pelan" tegur sang ayah mengelap wajah gadis itu yang belepotan terkena krim.
"Hihihihi" gadis itu tercekikikan sendiri saat ayahnya mengelap ujung bibirnya yang penuh dengan krim.
"Daddy" panggil gadis itu membuat ayahnya langsung menoleh.
"Mommy gak kesini?" Tanya gadis itu kembali. Belum sempat ayahnya menjawab, tiba-tiba orang yang dimaksud langsung muncul dari belakang gadis berambut cokelat itu.
Melihat wajah ayahnya tengah tersenyum sendiri ke arah belakangnya, membuat gadis itu ikut menolehkan pandangannya ke belakang. Mendadak gadis itu langsung loncat ke dalam pelukan wanita bermata biru yang tak lain adalah ibunya.
"Mommy! Alena kira Mommy bakal duduk disana terus" ucap gadis itu riang.
"Alena? Muka kamu kenapa krim semua gitu?" Tanyanya terkekeh pada anaknya, lalu menoel ujung hidungnya. Bukannya menjawab pertanyaan ibunya gadis itu malah cekikikan.
"Abis makan Cake" selak sang ayah yang sekarang tengah berdiri disamping Alena.
"Mommy mau? Alena ambilin ya" gadis itu langsung pergi mengambil Cake tersebut tanpa menunggu jawaban dari ibunya terlebih dahulu.
Namun langkahan Alena tertahan saat ibunya menarik tangannya. "Sini dulu"
Alena pun menurut. Mata hijau sayunya menatap mata biru ibunya yang kini saling bertemu.
Wanita pemilik mata biru itu menundukan tubuhnya, menyamakan tingginya dengan gadis berambut cokelat yang kini tengah berdiri dihadapannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY CURLY HUSBAND [REVISI]
Fanfiction(HARBARA) HARRY STYLES. Cowok dingin, cuek dan irit banget buat ngomong. Tidak terlalu membuka diri, kecuali sama orang yang dirasa nyaman baginya. TESSA HORAN. Cewek cantik yang punya sifat kekanak-kanakan, cengeng, suka curhat, perhatian, dan jug...
![MY CURLY HUSBAND [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/111522250-64-k409974.jpg)