AWAL

1.5K 98 4
                                    

Debi POV

Aku yang dari tadi fokus dengan pelajaran Bu Neli akhirnya menoleh ke cewek disampingku yang sedang tibo(tidur kebo).

Aku paham mengapa dia tidur disaat jam pembelajaran.

Pasti dia tadi malam begadang tapi alangkah bagusnya kalau dia begadang untuk mengerjakan tugas atau belajar namun kenyataannya berbeda.

Dila pasti habis menonton drakor, yaa ku akui sahabatku ini Korea Lovers, segala hal yang berkaitan dengan cogan korea dibilang pacarlah, calon suamilah, mantanlah sampai membuatku pusing dengan Dila yang kalau cerita sambil jerit-jerit gregetan.

Aku dan Dila sudah berteman dari SD bahkan sampai SMP pun aku dan Dila sekelas tapi saat kami kelas VIII, aku pindah karena urusan pekerjaan orang tua'ku.

Tapi takdir berkata lain, aku dan Dila bertemu kembali saat kami menempati kelas XI yang sama.

Aku baru menyadari itu karena saat kelas X, aku yang jarang keluar kelas dan aku pun hanya berteman dengan Nina yang sama nasibnya denganku yang mendapat julukan cupu & ayam ngerem.

Back to the point, aku langsung seneng dan langsung memeluk Dila pas hari pertama masuk kelas XI.

Spontan orang-orang menganggap aku bener-bener sinting tapi aku tak peduli, aku merasa bahagia bertemu kawan kesayanganku yang terpisah selama 2 tahun itu.

Wajar saja bila Dila sangat menyayangiku dan takut aku kenapa-napa kalau berteman bahkan jadi babu Fadil.

Aku awalnya tidak suka disuruh-suruh tapi lama kelamaan sudah terbiasa karena saat terbiasa itu pun aku mulai suka dengannya.

Ia sangat dikenal membenci wanita, tapi selama ini ia tak pernah berbuat kasar padaku.

Tapi anggap sajalah dia menjadikan aku budak itu sudah kategori perbuatan kasar.

Meski aku sudah menjuluki diriku sebagai Stalker Handal Fadil tapi aku sampai sekarang pun tak pernah tahu alasannya yang sangat membenci cewek.

Ada suatu kejadian yang membuatku selalu di labrak dengan Kaum senior, Kaum cabe²an, bahkan Kaum junior pun ikutan.

"Hei debi"
Kata seseorang di depan yang membuat lamunanku buyar.

"Eh, iya bu kenapa?"
Tanyaku khawatir karena sedari tadi aku tidak memperhatikan pelajarannya.

"Ada apa dengan temanmu itu, apakah pelajaran saya ini seperti waktu untuk tidur?" Tanya Bu Neli.

Aku yang takut Bu Neli akan mengeluarkan Jurus Amukan bantengnya, dengan cepat aku menggoyangkan bahu Dila dan lama kelamaan Dila pun bangun.

"Aih, apaan sih lo ini deb ganggu gue tidur aja" kata Dila ngoceh, ia tidak bersyukur karena aku yang membangunkannya.

Bayangkan saja kalau Bu Neli yang membangunkan mungkin akan terjadi.. Ah kalian pun tahu apa yang terjadi.

"Bangun Dil, Bu Neli udah marah tuh"
Kataku membisikan Dila yang masih merem tapi dengan cepat kilat Dila pun bangun lalu mengucek matanya.

"Udah puas tidurnya tuan putri?" tanya Bu Neli sinis.

"Eh Ibu, maaf ya bu saya ketiduran soalnya tadi malam saya begadang mengerjakan tugas dan membantu adik saya mengerjakan PR" kata Dila yang bersandiwara layaknya aktor.

"Yasudah kamu saya maafkan tapi lain kali jangan tidur saat pelajaran saya" Ucap Bu Neli.

"Iya Ibu Princess makasih, Ibu makin cantik deh" Kata Dila sok muji.

Dihh, munafik banget ibu itu. Mentang-mentang Paman Dila punya kuasa disini 'batinku berdecak karena ucapan ibu tadi.

"Sana kamu cuci muka, supaya gak ngantuk lagi" Perintah Bu Neli.

FOLLOW MY WORDS Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang