Author POV
Saat bel pulang sekolah berbunyi, murid-murid SMA itu pun bergegas untuk pulang.
Lain halnya dengan Debi dan Dila yang harus piket dulu dengan ketiga teman kelas XI IPA 4 itu, cukup lama dan akhirnya mereka berdua selesai.
Kedua sahabat itu pun berjalan menuju gerbang sekolah dan di depan sana sudah ada mobil yang terparkir.
"Deb, Pak Radi kok belum nyusul ya?"
"Enggak tau, tapi kok mobil itu mirip mobil ayah gue"
"Ayah lo kan kerja, mana ada mau kesini"
"Hmm...iya si- ehh.. ayah gue pulang hari ini, samperin yuk sapa tau ayah gue"
Mereka pun mendekati mobil itu dan terlihat seseorang membuka pintunya.
"Ayahhhh!!!" teriak Debi yang berlari karena menyadari pria tersebut adalah ayahnya dan langsung memeluknya.
"Wahh anak ayah makin cantik aja" ucap ayahnya yang langsung membalas pelukan anaknya.
"Hehe... Mama mana yah?"
"Udah di rumah.. ehh ada Dila, apa kabar Dila?" ucap ayah Debi menyadari ada Dila di samping anaknya.
"Baik om" jawab Dila sambil menyalami ayah Debi.
"Udah yuk, jangan pelukan terus gak enak di liat orang" sahut ayah Debi.
"Yuk ahh.. balik, ohh iya yah Dila lagi nginep di rumah kita"
"Ayah udah tau dari Bik Diah kok"
"Yaudah ayok pulang" Ucap Debi bersemangat
"Let's go!" Ucap Dila juga.
"Dil..gue duduk depan ya"
"Yaudah, gue juga mau tidur di belakang"
Mereka pun masuk ke dalam mobil ayah Debi, Ayah Debi yang mengemudi dan Debi duduk di sampingnya dan juga Dila yang tiduran di belakang sambil mendengarkan musik dengan headset.
SKIP~
Sesampainya di rumah mereka bertiga langsung menuju ke dalam rumah yang langsung disambut Mamanya Debi.
"Mamaaaa!!" Ucap Debi yang langsung berlari untuk memeluk Mamanya dan dengan cepat juga Mamanya memeluk erat Debi.
"Aduhh sayang.. kamu baik-baik aja kan selagi mama sama ayah gak ada?"
"Baik kok ma"
"Bohong tante, dia tuh di jadiin babbb-" Ucap Dila yang menyela dan langsung di bungkam oleh Debi dengan tangannya.
"Ba apaan Dila?" tanya mama Debi.
"Enggak ma, biasa... Dila mah ngawur aja" ucap Debi sambil melepas tangannya dari mulut Dila.
"Gak asik lo mah Deb" ucap Dila sebal.
"Mangkanya gak usah aneh-aneh"
"Udah yuk kita makan dulu, tadi mama udah masak. Ayuk Dila.. tapi kalian ganti dulu seragamnya"
Mereka pun mengangguk setuju karena memang sedari tadi sudah kelaparan,seusai berganti baju mereka berdua langsung menuju meja makan dan ayah serta mama Debi pun ikut duduk di meja makan bersama.
"Wahh..ada cumi balado, sup ayam, pepes ikan, sambel terasi-- lahhh itu apa ma?" ucap Debi girang karena melihat makanan-makanan kesukaannya dan ditambah heran dengan makanan yang satu itu.
"Ohh...itu mama dapet dikasih temen mama dia baru pulang dari Palembang katanya makanan khas dari sana namanya Lusip" jelas mamanya Debi.
"Hah? setau aku makanan khas Palembang itu Pempek ma"

KAMU SEDANG MEMBACA
FOLLOW MY WORDS
Humor[ROMANCE IN HUMOR] Debita~ " Gue suka dia dan gue rela di bully terus²an karna dianggep cewek ganjen yang cuman mau jadi babu biar deket sama dia " Fadil~ " Cewek? Haha bagi gue mereka itu gak ada bedanya dengan pembokat " Cerita pertama, moga kalia...