Yurika Adelia. Seorang pelajar SMA kelas XI di salah satu SMA Negeri di Kotanya;Kota Duri. Kota Duri merupakan kota kecil tapi tidak terlalu kecil, pun terlalu besar diantara kota - kota kecamatan lainnya di Provinsi Riau. Kota Duri merupakan kota kelahirannya, dan dari kecil, di Kota inilah ia menuntut ilmu, hingga kini ia menjadi seorang siswi Sekolah Menengah Atas.
Yuri merapikan seragam sekolahnya, memasang dasi dan tidak lupa memasukkan topi upacara bendera pagi ini ke dalam tas sekolah. Rambutnya yang berwarna hitam legam dengan panjang sebahu dibiarkan tergerai. Untung lurus, jadi gak susah diatur. Begitu pikirnya. Merapikan poni dan tidak lupa memberikan sedikit polesan bedak diwajah, kemudian memakai lip gloss bening rasa strawberry agar bibirnya tidak pecah – pecah disaat upacara nanti. Setelah menge-cek kembali tas sekolahnya dan memastikan tidak ada lagi perlengkapan yang tertinggal, barulah ia menyandang tasnya.
Ketika hendak mematikan lampu kamar, ia melihat kearah sebuah bingkai foto diatas meja belajarnya. Di foto itu ada dua orang anak sekolah yang memakai seragam SMP. Seorang anak laki – laki yang sedang memangku tangan dengan senyumannya yang lebar, dan seorang anak perempuan yang tersenyum simpul. Dibawah foto itu tertulis 'Besties'. Yuri tersenyum, memperhatikan dirinya dan Obi ketika masih SMP.
Afkar Bobi Adelio, merupakan sahabat cowok pertama Yuri. Pertemuan mereka bermula ketika Yuri mendaftar di sebuah Taman Kanak – Kanak bersama mamanya. Saat itu ia melihat seorang anak laki – laki berkulit putih, sangat putih, yang juga sedang melakukan pendaftaran bersama kedua orang tuanya. Aneh bagi Yuri melihat anak laki – laki seumurannya memiliki kulit putih, dimana seharusnya anak – anak usia 5 tahun aktivitasnya hanya bermain diluar rumah dibawah terik matahari, yang membuat mereka memiliki kulit berwarna sawo matang. Bukan putih.
Saat itu, Yuri sedang duduk di ayunan Taman Kanak – Kanak, menunggu mama yang sedang berbincang - bincang bersama calon guru barunya di dalam kantor kepala sekolah. Karena bosan menunggu, Yuri memutuskan untuk bermain ayunan di perkarangan sekolah. Tiba – tiba anak berkulit putih itu berdiri didepan Yuri, melihat Yuri dengan tatapan tidak senang lalu menjulurkan lidah tanda mengejek.
Yuri yang merasa disindir hanya buang muka, berharap mamanya cepat datang dan memarahi anak nakal itu. Tapi anak nakal berkulit putih tersebut malah mendekati Yuri, berjalan kebelakang Yuri. Yuri sedikit merasa lega karena ia tak dijaili lagi. Tapi tiba – tiba, ayunan yang dinaiki Yuri berayun dengan sendirinya. Yuri tahu ini perbuatan dari anak nakal berkulit putih itu. Yuri berteriak memanggil mamanya, tapi anak nakal itu malah tertawa dan mengayunkannya semakin kencang.
Setelah kejadian itu, barulah Yuri tahu nama anak itu adalah Obi;anak nakal berkulit putih dengan tinggi badan dibawah Yuri. Mereka berada di kelas yang sama, dan mulai banyak menghabiskan waktu di TK bersama. Setiap ada anak nakal yang mencoba mengganggu Yuri dan membuat Yuri menangis, Obi selalu ada untuk membela Yuri. Dan itu membuat kebanyakan anak laki – laki di sekolah jadi takut untuk mendekati Yuri, walaupun dengan maksud hanya ingin bermain bersama.
Tamat dari TK, Yuri dan Obi mendaftar di SD Negeri yang sama. Selama 6 tahun mereka berada di kelas yang sama. Tidak ada yang berubah diantara mereka;Yuri yang selalu di ganggu anak laki – laki dan Obi yang selalu membelanya, membuat anak laki – laki yang mengganggu Yuri menangis dan mengadu ke orang tuanya dirumah.
Ketika mereka SMP, mereka juga berada disekolah yang sama. Meskipun tidak sekalipun mereka sekelas, Obi selalu ada untuk Yuri. Terkadang Obi mendatangi kelas Yuri, terkadang juga Yuri yang mendatangi kelas Obi. Mereka juga tidak jarang bertemu di kantin. Bahkan sekedar duduk bersama didepan kelas untuk bertukar cerita juga merupakan hal yang biasa, memperhatikan setiap kelucuan yang ada disekitar mereka.
Tapi ketika mereka mulai menginjak usia 16 tahun dan sudah mulai mendaftar untuk masuk SMA, Yuri harus menerima kenyataan kalau ia dan Obi tidak ditakdirkan berada di SMA yang sama. Nama Obi tidak tertera didaftar siswa yang dinyatakan lulus seleksi penerimaan. Sejak saat itu, Yuri banyak menghabiskan waktu di kamarnya, menyesali kenapa dulu ia tidak selalu mengajak Obi untuk belajar bersama.
Obi yang tidak dinyatakan diterima di sekolah yang sama dengan Yuri tidak mau ambil pusing, toh masih banyak SMA yang mau menerima dia dengan nilailnya yang pas - pasan. Kalau enggak bisa Negeri, ya Swasta aja. Begitu pikirnya. Setiap hari Obi harus mendatangi rumah Yuri dan menghibur Yuri agar tidak sedih hanya karena Obi yang tidak dinyatakan lulus seleksi penerimaan siswa baru.
"Kan gue masih bisa ketemu elo di luar sekolah. Kalau ada yang gangguin lo, lo harus berani membalas mereka. Kalau mereka ngikutin lo ketika pulang sekolah, lo hubungi gue supaya gue bisa ngasih pelajaran ke mereka. Gampang kan?"
Yuri yang menangis akhirnya menjadi diam, kata – kata Obi cukup menenangkannya dikala itu. Dan sampai saat ini, ia belajar menjadi mandiri. Sejak Obi tak berada di SMA yang sama dengannya, Yuri sudah berubah menjadi pribadi yang lebih baik, yang sudah berani menentang perkataan mereka yang mencoba memojokkannya. Hal ini membuat Yuri menjadi pribadi yang disegani oleh teman – temannya disekolah;bagi siapapun yang mengenal Yuri.
Kedekatan Obi dan Yuri juga membuat kedua orang tua mereka menjadi dekat. Tidak hanya bertetangga, orang tua Obi juga sering mengajak Yuri sekeluarga untuk liburan bersama di hari libur sekolah anak – anak mereka. Dan itu membuat Yuri dan Obi sangat senang karena mereka akan menghabiskan waktu liburan bersama. Tapi, ada hari libur dimana Yuri tidak bisa ikut bersama Obi, yaitu ketika Obi dan keluarganya pergi ke Jepang, ke tempat asal ibu Obi. Selain harga tiket pesawat yang mahal, biaya hidup disana juga tidak murah.
Ibunya Obi sangat cantik, memiliki tubuh ramping dengan wajah yang anggun. Tante Maria panggilan nya. Sangking cantiknya, Yuri pernah mengira bahwa tante Maria adalah seorang model Internasional yang sedang melakukan syuting film layar lebar di daerah tempat tinggalnya, karena pada saat itu ia melihat kerumunan orang yang membawa banyak barang – barang yang diturunkan dari truk besar di ruko didepan gang rumahnya.
Tidak disangka itu adalah hari dimana Obi dan keluarganya pindah rumah, Obi memang tipe cowok yang suka memberi kejutan, sebelumnya ia memang sempat mengatakan kepada Yuri kalau ia sekeluarga akan pindah rumah ketika masih SD, tapi ia tidak pernah bilang kalau lokasinya itu di sebuah ruko mewah yang terletak didepan gang rumah Yuri. Iya, rumah tempat tinggal Obi adalah sebuah ruko mewah 2 lantai, dimana lantai ketiga adalah atapnya, kawasan terbuka yang disulap menjadi taman mini dan selalu dijadikan tempat untuk bersantai dan bermain.
YOU ARE READING
Absolutely You
Teen FictionSahabat adalah orang yang selalu ada, dimanapun dan kapanpun. Sahabat adalah orang yang selalu menyisihkan waktu hanya untuk mendengar segala keluh kesahmu; tentang hidup, tentang keluarga, atau pula tentang cinta. Tapi, apa jadinya jika orang yang...
