----------------SORRY FOR TYPO--------------
Ting Tong
"Sebentar yah sayang, eomma buka pintu dulu," ujar Jiwon melepaskan rambut yang Suzy yang hendak dikucirnya
"Eomma cepetan!" Pekik Suzy merenggut kesal ketika acara indahnya terganggu, Jiwon mengangguk meninggalkan sang anak, sedangkan Suzy memilih beberapa pernak-pernik yang akan dipakai dikepalanya. Usianya semakin bertambah, tentu saja gadis yang batu berusia 5 tahun ini mulai bisa menolak, merenggut, memekik, menangis, menjerit, atau yang paling signifikan adalah ia semakin cerewet seperti ibunya.
"Eomma lama," kesalnya merebahkan diri dikasur sambil memainkan jepit rambut kepala pororo, kartun favoritnya.
"Zy-ah!" Pekik bocah namja langsung berlari naik kekasurnya membuat sang empunya berjengkit kaget
"Tae-ah! Ngan mloncat! Nti kaculnya loboh!" Suzy tak suka duduk bersila menghadap teman seumur hidupnya, setidaknya sampai sekarang mereka madih bersama.
"Mian," cengir Taehyung, yah- ada perubahan dari diri Taehyung walau sedikit, bocah namja ini semakin respek akan sekitar walau terkadang dingin jika sudah fokus akan sesuatu.
"Tae-ah ngapain kecini? Cama ciyun yimo?" Tanyanya dengan suara cadelnya, Taehyung mengangguk semangat tersenyum lebar.
Cup-
"Tae, lindu Zy-ah," cengirnya membuat Suzy menatap Taehyung
"Kenapa gak biyang? Cini biar zy cium yang nyak," ucap Suzy dengan polosnya Taehyung mendekatkan wajahnya dan Suzy menciuminya
"Ya Tuhan!" Pekik Jihyun dan Jiwon bersamaan melihat tingkah anak-anak mereka, Jihyun geleng-geleng kepala melihat bagaimana kedua anak itu antusias tentang ciuman yang banyak. Suzy dan Taehyung yang pada dasarnya masih bocah dan tak mengerti apapun hanya menatap polos.
"Jihyun-ah, sejak kapan putra-putri kita semesum ini?" Bisik Jiwon dan Jihyun angkat bahu tak tahu.
"Napa eomma?" Tanya Taehyung menatap kedua wanita dewasa tersebut
"Sejak kapan urri Tae sama urri Suzy memberi kasih sayang begitu?" Tanya Jihyun duduk disebelah keduanya
"Jak Yimo seling cium Zy!" Seru Suzy seakan itu adalah kabar bahagia untuk ibu mereka, Jihyun dan Jiwon hanya bisa meringis.
"Sudahlah biarkan saja, toh mereka ini masih balita. Hal ini jangan dibesar-besarkan, mereka bahkan tak mengerti apapun, kalo mereka orang dewasa baru kita harus segera nikahkan," bisik Jiwon lalu tersenyum menatap keduanya
"Eomma dang apa? Kok bicik-bicik begicu? Kaca appa cidak boeh bicik-bicik depan olang banyak kalna icu bica diculigai belkaca jeyek," celoteh Suzy membuat kedua ibu itu menatap tak percaya apalagi dengan raut wajah Suzy seperti orang dewasa ditambah suara cadelnya, gadis mungil itu tak segan mengacungkan telunjuknya seakan sedang mengatur.
"Jiwon, apa yang kau ajarkan pada anakmu? Dia dewasa belum waktunya," bisik Jihyun berusaha tak terlihat berbisik, Jiwon menggeleng tak tahu. Buktinya kalo mereka berdua Suzy suka sibuk dengan semua mainannya, berceloteh layaknya aktris berakting dengan berbagai suara, ah~ Changwook sering bercerita tiap malam untuknya dan mengganti-ganti suara, mungkin itu karna Changwook juga.
"Aduuuccc ngan ditalik Tae-ah!" Pekik Suzy kesal karna balita laki-laki itu menarik rambutnya
"Auuuungg!" Taehyung malah mengeluarkan suara seperti macan dengan kedua tangannya seperti ingin memakan
"Tae-ah jeyek hahaha.." bukannya takut Suzy malah tertawa melihat raut wajah Taehyung yang melotot
"Aiss.. ini cinga Zy-ah, halusnya zy-ah cakuc bucan teltawa," Taehyung melipat tangannya didada kesal dengan Suzy yang bereaksi begitu
KAMU SEDANG MEMBACA
OUR [[COMPLETE]]
Storie d'amoreKita selalu memiliki mimpi, mimpi tentang cerita indah dalam hidup kita. seberat apapun perjalanannya kita yakin jika akhirnya kita akan mendapatkan rasa manis. Bertemu untuk Berpisah, Berpisah untuk Bertemu kembali. Kita hanya memiliki satu angka d...
![OUR [[COMPLETE]]](https://img.wattpad.com/cover/122146183-64-k860132.jpg)