💋Vote💋
Jungkook terburu-buru menuju apartementnya. Halang rintang telah dilaluinya. Dari mulai terjebak macet, terus-terusan menerobos lampu lalu lintas dan diteriaki oleh orang-orang penyebrang jalan akibat ulahnya yang langsung menerobos begitu saja.
Dan saat tiba dikamar apa yang didapatkan oleh Jungkook?
Dia hanya melihat yeri yang tengah duduk santai didepan televisi sambil berteleponan. Entahlah dia sedang berhubungan dengan siapa. Yang jelas sesekali jungkook mendengar suara yeri tertawa.
Oke jungkook mulai sekarang jangan lagi lo merasa khawatir sama perempuan itu batin jungkook kesal.
Brakk
Jungkook membanting pintu kamarnya dengan keras. Membuat yeri berhenti tertawa
" suara apa itu?" Ucap penelpon disebrang sana
" entahlah. Nanti aku hubungi lagi yah. Bye" ucap yeri langsung mematikan telponnya.
Cklek
Jungkook keluar sudah dengan pakaian santainya.
" lo sudah pulang? Cepet banget. Katanya ada rapat penting"
" kenapa? Gk suka liat gue pulang" jawab jungkook judes
" gk kenapa-napa sih"
" ohh atau terganggu waktu lo telponan sama cowo lain" sindir jungkook
" apaan sih. Jangan mulai deh lo" kesal yeri
" elo yang mulai duluan"
" kenapa sih lo. Datang-datang langsung marah kek gitu. Gue gk suka yah disalahkan gitu aja" bela yeri
" harusnya lo ngehubungi gue kalo lo baik-baik aja. Jadi gue gk bakalan ninggalin rapat penting gue" marah jungkook
" kata lo kalo gue kenapa-napa baru gue hubungin lo. Karena gue udah biasa aja jadi gue gk hubungi elo" jawab yeri
" lo tau gk gue khawatir sama lo seberapa hah" teriak jungkook
" apa lo gk pernah khawatir sama orang makanya lo biasa aja kek gini"
" maaf" ucap yeri pada akhirnya
" gue gk tau lo khawatir banget sama gue" ucap yeri nyesal
Jungkook menghela nafas " okey lain kali jangan seperti ini lagi yer!"
.
.
.
.
Ruangan.....
" hai Jim" ucap seorang perempuan duduk di sofa ruangan jimin
" siapa yang suruh lo masuk ruangan gue" jawab jimin
" jangan gitu dong sama sekertaris baru" ucap perempuan itu bangkit berdiri
Jimin langsung meraih telpon yang berada diatas mejanya itu.
" ke ruangan gue sekarang!"
Tiba-tiba perempuan itu maju menarik telpon dan menutup sambungan itu
" aku cuma sementara kok disini. Taehyung lagi liburan kan?" ucap perempuan itu sambil mengelus dada bidang jimin
" jauh-jauh dari gue!" Ucap jimin sambil mendorong kasar perempuan itu
"Astaga jimin. Apa seulgi yang ngajarin kamu buat kasar keorang lain?"
" jangan bawa-bawa seulgi. Pergi gk lo. Gue gk butuh sekertaris yang bentuknya kek lo"
" gk ppa kamu ngusir aku jim. Tapi kamu harus ingat kita dulu pernah tidur bareng. Seulgi tau gk kita pernah gituan"
" lo jangan coba-coba ngancem gue yah Nay"
Yups itu Nayeon. Siapa lagi kalau bukan dia
Drttt... drttt... drttt
" halo kenapa seul?" Tanya jimin. Gk biasanya seulgi nelpon dia waktu jam kantor seperti ini.
" jim aku pergi yah bareng Daniel?"
" Daniel? Dia ada disini?"
" hm. Sebentar doang. Nanti sore balik lagi tuh anak ke Busan"
Fyi. Daniel adalah adik kandung Seulgi
Sementara Jimin dan Seulgi telponan Nayeon melancarkan aksinya dengan membuka satu persatu kancing kemeja jimin. Jimin selalu menepis tangan nayeon dan menatapnya tajam
" akh sakit jim" ucap nayeon nyaring. Tentu saja itu semua disengaja
" halo jim kamu sama siapa disana sayang?"
Tit.
Jimin langsung mematikan ponselnya.
" dasar lo perempuan gila" ucap jimin dan langsung pergi dari ruangannya sendiri
_________________
Kok ada suara perempuan sih? Jangan-jangan---- seulgi langsung menggelengkan kepalanya berfikirlah positif seul ~ batin Seulgi
" ayo jadi gk pergi" ucap daniel membuyarkan lamunan seulgi
" yaudah ayo"
Tbc
Komen kritik dan saran dipersilahkan
