31

6.5K 594 17
                                        

💋 Vote 💋

Ke esokan harinya mereka sudah jalan masing-masing. WenGa udah gk ada kabar dari kemarin malam. JungRi udah menghilang dari tadi pagi. Dan mereka SeulMin baru-baru aja bangun. Mungkin sekarang baru jam 09.00 pagi.

Setelah Seulgi selesai mandi betapa kagetnya dia melihat jimin masih menggunakan jubah mandinya itu sambil mengurus berkas-berkasnya yang selalu dia bawa kemana-mana

" Jim letakan itu! Kita Kesini untuk liburan refresing otak. Tapi kamu selalu membawa kertas-kertas tidak berguna itu" ucap seulgi sambil duduk dimeja riasnya.

" kertas ini bisa jadi uang Seul. Kalo aku banyak uangkan kamu pasti suka"

Pletak
Seulgi melempar gincunya kearah Jimin. Dan mengenainya

" aduhh sakit seul. Kenapa kamu lempar pake ini sih" ucap Jimin merintih kesakitan sambil mengambil gincu seulgi itu

" apa kata mu barusan? Kalo kau banyak uang aku pasti suka. Begitu? Hei Jim aku bertemu dengan mu dari bawah. Dari kita sama-sama tidak memiliki apa-apa dan hingga sekarang. Aku tidak pernah menyukai uang mu itu. Bahkan aku ingin membakar kantor mu itu. Karena apa? Karena kau tidak ada waktu untuk ku." Jawab seulgi tajam

Jimin diam. Dia tidak ingin membalas perkataan seulgi. Karena kalau dibalas pasti masalah ini makin panjang.

Seulgi kembali merias wajahnya. Dan jimin secara perlahan menyimpan kembali berkas-berkasnya itu

.

.

.

.


Berbeda dengan JungRi sekarang tengah bahagia. Sekarang Jungkook mau melakukan selfi dengannya

 Sekarang Jungkook mau melakukan selfi dengannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

( anggap kedua foto itu bajunya sama ya hehe)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

( anggap kedua foto itu bajunya sama ya hehe)

" senyum dong kamunya" ucap yeri sambil mencubit pipi jungkook

" aku gk bisa senyum"

" coba dong. Malam tadi aja aku berani nyoba sama kamu. Masa kamu senyum aja gk mau" bisik yeri

TETANGGA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang