💋 vote 💋
" hmm sebelumnya gue pengen minta maaf secara langsung sama lo bang"
" soal?"
" soal kemarin. Gue gk bisa bantu lo. Padahal lo selalu bantu gue saat gue susah"
" sans aja kale kook. Gitu amat lo ama gue."
" ------"
" itu doang yang mau lo omongin ama gue?"
Jungkook menggeleng
" batalin kerjasama kita bang. Karena yang megang tuh perusahaan bukan gue lagi, tapi Wonu abang gue bang. Lo kerjasama ama bagian gudang gue aja bang di Busan"
" hm. Gini yah kook gue gk bisa batalin kerjasama gitu aja tanpa sebab. Dan gue juga gk bisa kerjasama sama bagian gudang"
" bang bantu gue. Gue harus yakinin papah gue bang. Bantu gue ngerebut tempat gue dulu"
" sorry kook. Bukannya gue nolak. Tapi gue memang gk bisa. Kalo lo mau lo bisa kerjasama ama Kang Daniel. Adenya Seulgi. Lo mau? Dia di Busan juga" tawar jimin
" yaudah deh kalo memang gitu jalannya" jawab jungkook pasrah.
" hmm. Gue saranin yah kook mending lo buka aja lagi perusahaan atas nama lo sendiri! Jadi lo gk perlu merasa tertindas kaya gini. Gue tau sebenarnya lo malu turun jabatan. Dan gengsi harus dipindahin ke gudang"
Jungkook mengangguk. Apa yang dikatakan jimin memang benar. Dia malu dengan wonu yang selalu meremehkan dirinya. Dan gengsi pada orang-orang kelas atas yang mengenal dirinya dan tau bahwa dia dipindahkan kebagian gudang
" gue bisa pinjamin lo modal---" jungkook yang awalnya ingin menangis dan langsung mendongakan kepalanya menatap jimin
" tapi lo harus janji sama gue! Buka perusahaan lo dengan bener. Ini rahasia! Hanya kita berdua yang tau. Bahkan seulgi maupun yeri tidak ada yang boleh tau tentang ini" jungkook mengangguk semangat
" lo juga harus tetap kerja di gudang itu. Lo paham maksud gue?"
" iya bang" jungkook memeluk jimin
" makasih bang. Makasih banyak."
" jungkook. Lo selingkuh dibelakang gue" tanya yeri yang tiba-tiba sudah berada diruang tamu.
Jimin dan jungkook secara serempak melepaskan pelukannya
" jangan mikir macam-macam yah yer! Nih urus jungkook dia tertekan banget. Lo jangan jahat-jahat ama dia yer" ucap jimin menepuk pundak yeri dan berlalu pergi
" tuh dengar jangan jahat-jahat sama gue."
" suka lo ada yang bela." Ucap yeri sambil membawa makanan yang dibungkus seulgi untuk dirinya dan jungkook
" suka lah. Jarang-jarang ada yang bela gue. Dari dulu gue pengen banget dibela tau gk. Sampe-sampe gue ikut gengnya bang Hoseok demi di perhatiin ama bunda, papah ama wonu"
Yeri lagi-lagi salah bicara. Dia tidak ingin membuat jungkook merasa sedih begini.
" jadi kapan lo survei ke Busan?"
" besok"
" gue ikut. Gue bakalan bantuin lo buat cari kosan disana"
" iyaaa. Itu apaan?"
" oh ini dari acara 7 bulanan kak Seulgi . Ayo makan!"
Tanpa pikir panjang jungkook mengambil sumpit dan memakannya dengan lahap
.
.
.
Jimin membuka loker didalam kamarnya. Dia melihat surat-surat perusahaannya.
