75

3.7K 422 38
                                        

Vomment

Tengah malam Seulgi bolak balik kekamar mandi. Dia terus-terusan muntah, kepalanya sungguh pusing

Jimin yang terganggu dengan pergerakan kasur itupun memutuskan bangun.

" kamu gk ppakan Seul?" Tanya Jimin yang melihat Seulgi baru datang dari kamar mandi

" aku gk enak badan Jim" seulgi bersender pada tiang pinggir kasur

" sini aku pijetin" Jimin menarik Seulgi untuk naik keatas kasur dan mulai memijat kepala Seulgi

" Jim perut aku sakit---"

" tadi katanya sakit kepala?"

" iya, sakit kepala sama sakit perut sekarang"

" emang kamu makan apa sih tadi sore?"

" kan kita tadi makan diluar----"

" aku nelpon bang Seokjin ya"

" gk usah. Dia pasti baru balik, cape jugakan"

" yaudah. Besok kita kerumah sakit"

" hm---" seulgi malah memeluk Jimin

" eh gimana aku mau pijet kalau kamu gini"

" gk lagi pusingnya. Aku suka cium badan kamu. Rasa mau muntah aku udah hilang"

" jangan-jangan---" batin Jimin dan membalas pelukan Seulgi dan mengelus punggung Seulgi

" tidur Seul mata mu sudah menghitam"

" hmmm." Sahut Seulgi

.

.

.


" ayahhh----" rengek Sungyoon sambil membawa gulingnya dari kamar sebelah

" hmm---" sahut Suga sih dengan keadaan tidur

Entah dia sadar atau tidak menjawab panggilan anaknya itu

" bundaa. Pagi-pagi dia berisik. Menyuruh ku bangun"

" hmm---" jawab Suga lagi

" ihhhh ayah. Pokoknya aku ikut tidur disini" Sungyoon langsung naik keatas kasur Suga dan memakai selimut yang sama dengan ayahnya gunakan

" tidur yang nyenyak---" ucap Sungyoon dan memeluk Suga. Perlahan-lahan Sungyoon mulai menutupkan matanya kembali

_________________


" yaaa ampun dipanggil dari tadi. Bukannya bangun malah pindah kesini. Bangun. Sungyoon. Ayah juga bangun cepat!" Titah Wendy sambil menyibak gorden agar cahayanya matahari masuk

" wennn tutup hordennya. Aku masih ngantuk"

" gk ada alasan ngantuk. Cepat bangun!! Kalian berdua. Atau kalian tinggal saja dirumah. Aku akan pergi" ancam Wendy

" kemana bun?" Tanya Sungyoon yang segera bangun takut ditinggal sang bunda

" mall-----"

Sungyoon kembali berbaring lagi setelah mendengar jawaban bundanya itu

" pergi saja bunda sendiri. Aku sama ayah dirumah"

" ya sudah. Awas kalian berdua menghubungi ku" wendy benar-benar pergi meninggalkan anak dan ayahnya yang masih terlelap itu

.

.

.


Chaerin sudah menebar pesona kesegala penjuru ruangan.

TETANGGA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang