maaf untuk typo-typonya,
selamat membaca!
----------
Udara pagi di Kota Garut pada saat ini hampir mencapai duapuluh-dua derajat celsius, tetapi tidak urung juga menghentikan berbagai aktifitas alam yang seolah-olah sudah sangat terbiasa.
Para burung-burung kecil berterbangan dari satu pohon ke pohon yang lain, melantangkan siulan-siulan mereka dengan harapan dapat menjadi suara pertanda jika sang mentari sudah mulai berjalan menuju takhtanya yang berada diatas langit.
Tidak seperti pagi yang lalu, kali ini Seungkwan terlihat mengeliat dengan begitu nyaman didalam pelukan hangat milik Vernon. Sinar matahari yang sudah mulai masuk melalui sela-sela jendela kamar mereka sama sekali tidak ia hiraukan. Justru wanita itu malah semakin menenggelamkan wajahnya diatas dada bidang beraroma maskulin yang khas.
Adalah Vernon, menjadi seseorang yang terbangun lebih dulu daripada Seungkwan. Lelaki berparas Eropa itu tersenyum hangat karna merasakan gerakan-gerakan kecil yang dibuat Seungkwan dalam dekapannya.
"Good Morning, my Queen." katanya, lalu sebuah kecupan ringan ia berikan pada dahi Seungkwan.
"Hmm~" balas Seungkwan singkat.
Vernon kemudian langsung mengeratkan rengkuhannya pada tubuh mungil Seungkwan, memberikan kecupan-kecupan sayang diseluruh wajah wanitanya hingga membuat Seungkwan memekik geli.
"Ah sayang, jangan gangguin aku!" omel Seungkwan, tapi Vernon tak urung juga menghentikan kegiatannya.
"Bangun yuk, gak enak sama Oma dan Opa."
"Lima menit lagi, ya? Masih ngantuk nih."
Vernon tersenyum penuh arti, "Masih ngantuk atau masih kepingin aku peluk?"
"Dua-duanya~"
"Uuh.. manjanya calon istriku!"
Seungkwan lalu kembali mengeluarkan kekehannya, kali ini disertai dengan sebuah pukulan manja yang mendarat di dada bidang milik Vernon--lelakinya.
"Awas kalo sampe berani peluk cewek lain diluar sana selain aku!" ancam Seungkwan. "Pokoknya pelukan Vernon cuma buat Seungkwan!"
"Iya iya, pelukan aku cuma buat kamu." balas Vernon, "Posesif banget sih calon istri aku~" Lalu mereka tertawa secara bersamaan.
Setelah itu, Seungkwan langsung menarik dirinya dari dalam rengkuhan Vernon. Dia segera bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh seusai memberikan kecupan selamat pagi di bibir tipis lelakinya. Lalu setelah dia selesai, Vernon langsung mendapat gilirannya untuk ikut membersihkan tubuh.
Cukup lama bagi keduanya untuk bersiap, memakai pakaian yang sopan dan memberikan sedikit perawatan untuk wajah mereka dengan sebuah cairan serum khusus yang Seungkwan beli untuk keduanya. Lalu pukul enam lebih tiga puluh menit, keduanya baru bisa terlihat diruang makan untuk ikut sarapan bersama yang lain.
Kakek dan Nenek Choi menyambut mereka dengan senyum hangat--ah, lebih tepatnya hanya Nenek Choi saja yang tersenyum. Kalian tau kan secuek apa Kakek Choi pada Seungkwan?
"Akhirnya, kalian turun juga."
Nenek Choi menjadi orang yang pertama kali membuka suara kala Vernon dan Seungkwan sudah sampai disana. Duduk berdampingan dihadapan Kakek dan Nenek Choi yang sudah lebih dulu menikmati roti bakar buatan wanita paruh baya tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐄𝐬𝐢𝐱𝐞𝐧𝐜𝐢𝐚 [✔️]
Fanfiction【𝗩𝗲𝗿𝗸𝘄𝗮𝗻 𝗚𝗦 𝗙𝗮𝗻𝗳𝗶𝗰𝘁𝗶𝗼𝗻】 rank; #1 on Verkwan [30.05.19] *** Kisah tentang perjuangan Seungkwan dan Vernon untuk memenuhi syarat keluarga Choi sebelum menikah. ❝Non, kita mau nikah gini-gini amat ya?❞ ❝Hah.. pusing aku Kwan!❞ ...
![𝐄𝐬𝐢𝐱𝐞𝐧𝐜𝐢𝐚 [✔️]](https://img.wattpad.com/cover/129127165-64-k941837.jpg)