Haechan menatap benci kearah Siyeon. Rasanya dia ingin mengamuk sekarang, tetapi ia tahan karena masih jam pelajaran. Mark yang duduk disamping Haechan pun sudah me wanti wanti agar Haechan tidak gegabah.Ia harus menunggu hingga istirahat dan berbicara dengan Siyeon secara baik baik.
Tringgg!! Sebuah notif line masuk ke Hape Mark
Kak Lalisa : Mark! Ke toilet kelas 10 sekarang!
Mark mengerutkan keningnya.
"Kenapa lo Mark?" Tanya Haechan. Mark menyerahkan hp nya ke Haechan. Haechan lalu membacanya dan tiba tiba ia mengangkat tangan.
"PAK CHANYEOL! SAYA SAMA MARK IJIN KE TOILET YA!"
. . . . . . Mark dan Haechan berlari melewati lorong. Jarak ke toilet terasa lebih jauh karena kelas mereka dipindahkan sementara. Setelah sampai toilet, mereka melihat muka pucat Lisa, dan June yang sedang menenangkan kakak kelas 12-- Kim Yerin yang sedang menangis.
"Kak Lisa! Ada apa kak?!"
Lisa menunjuk ke lorong toilet.
Mark dan Haechan segera menengokkan kepalanya ke dalam, dan membatu. Mereka melihat seseorang terkapar di lantai lorong toilet, dengan darah yang menggenang disekitar tubuhnya.
Dan dia sangat familiar.
"KAK EUNSEO?!"
Lisa mengangguk. Ia lalu menangis, membuat June semakin repot karena harus menenangkan Lisa juga.
Haechan lalu menelpon Ten dan menyuruhnya untuk datang ke toilet kelas 10 karena merasa kasihan sama June.
Mark masih shock. Ia mematung memandangi mayat Eunseo. Haechan yang kemudian tersadar akan sesuatu pun menepuk nepuk pundak Mark
"Kantong Mark! Siapa tau pembunuhnya naruh surat lagi di saku kak Eunseo!"
"TRUS LO SURUH GUA NGERABA RABA GITU?!"
"INI KENAPA LISA NANGIS WOY!" Ten segera berlari menghampiri Lisa dan langsung memeluknya. Disusul dengan Hanbin yang menghampiri Yerin dan memeluknya juga. June yang tadi menenangkan Yerin dan Lisa merasa canggung karena berada ditengah orang yang sedang pelukan.
June mah apa atuh cuma bisa meluk diri sendiri.
"Lo apain june?!" Tanya Taeyong. Ternyata Ten enggak datang sendiri, ia bersama Taeyong, Yuta dan Hanbin.
Perkataan Taeyong membuat Ten dan Hanbin menoleh dan menatap tajam June serentak.
"YAAMPUN KAK GUA CUMA NENANGIN! BUKAN GUA! GUA GAK NGAPA NGAPAIN!" June menjadi salah tingkah dan takut karna tatapan Hanbin dan Ten.
Lisa menangis semakin kencang di dada Ten. Ten yang menyadari hal itu semakin mempererat pelukannya dan mengelus punggung Lisa.
"Hey, what's wrong Babe?" Ten berkata sambil mengelus puncak kepala Lisa.
Lisa yang masih menangis menunjuk lorong toilet, yang kemudian diikuti tolehan Ten, Hanbin, Taeyong dan juga Yuta.
Mereka membeku seketika. Ten menghela nafas, sedangkan Hanbin Taeyong dan Yuta mengernyit bingung.
"Korban lagi?" Tanya Ten. "Gua gak becus Ten. Gua gak bisa jaga Eunseo! Kalau aja tadi gua mau nemanin dia ketoilet pasti gaakan kayak gini! Gua salah Ten. Gua salah.." Tangisan Lisa semakin kencang. Ten menjadi sedikit kewalahan menenangkan kekasihnya itu.
"It's okhay Babe, its okhay, bukan salah kamu Lis, bukan. Udah yaa Babe, tenang" Tangisan Lisa mulai berkurang. Dia sudah sedikit lebih tenang sekarang.
"Ini ada sangkut pautnya sama kemaren Chan?" Pertanyaan Ten dijawab anggukan oleh Haechan.
"Tadi gua mau cari disaku kak Eunseo, siapa tau pembunuhnya nyelipin surat lagi. Tapi masa gua raba raba?"
Lisa yang sudah lebih tenang kemudian melepaskan pelukan Ten.
"Gua yang ngecek"
Lisa merogoh saku Eunseo, dan menemukan sebuah kertas didalamnya. Lisa membukanya, dan membacanya. Setelahnya ia menangis kembali, lebih kencang dari sebelumnya.
Haechan segera mengambil kertas itu dari tangan Lisa, dan membacanya keras keras.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Surat itu membuat tangis Lisa dan Yerin semakin kencang, yang membuat Hanbin dan Ten semakin kewalahan.
Diikuti umpatan Taeyong dan Yuta.
KRINGGGGGG!!!!
Haechan yang mendengar bel istirahat berbunyi segera berlari. Mark yang sadar menjadi panik dan mengejar Haechan.
"WOY KAK TOLONGIN INI NANTI DIA NGAMUK KE SIYEON!!"
Taeyong Yuta dan Hanbin malah cengo. Apa hubungannya sama Siyeon?
June yang paham segera berlari menyusul Mark. Namun ia berbalik lagi, menjelaskan secara singkat ke Taeyong Yuta dan Hanbin, dan kembali berbalik lari mengejar Mark.