▪️18

7K 1.1K 473
                                        

Sabtu 4-11-17
09.45

Pemakaman Hanbin berlangsung lancar meskipun suasananya menyedihkan. Mama Hanbin menangis dan berkali kali pingsan sehingga membuat Lisa dan Jennie kelimpungan. Hampir seisi sekolah mendatangi pemakaman Hanbin dan semua MIPA 1 stay dirumah membantu proses pemakaman.

Mingyu Taeyong dan Yuta menyalami semua yang datang dan berterimakasih sebagai perwakilan Mama Hanbin karena keadaannya tidak memungkinkan. June Haechan Jaemin Renjun Mark dan yang lainnya membantu membereskan rumah dan piring piring makanan untuk menjamu tamu. Sedangkan yang cewe sibuk didapur dan sebagian membantu Lisa dan Jennie menenangkan Mama Hanbin.

Hari sudah sore dan tamu satu persatu mulai berkurang. Begitu sudah tidak ada tamu, seluruh MIPA 1 membereskan rumah Hanbin bersama sama. Ini kalau kepala sekolahnya liat bisa jadi MIPA 1 dinobatin jadi kelas tersolid trus dikasih penghargaan.

Setelah memastikan Mama Hanbin telah tertidur karena lelah mereka lalu berkumpul diruang tengah dan goleran di karpet.

Ini beneran semua MIPA 1 lengkap 3 angkatan. Emang sekolahnya hanya menerima murid sedikit sehingga setiap kelas berisi 10 orang. MIPA 1 sekarang berjumlah 22 orang yang masih tersisa.

"Jadi gini, gua disini mau ngasih tau ke kalian yang mungkin belum tau." Taeyong membuka percakapan. Semuanya langsung menoleh ke dia dan menajamkan pendengaran.

"Haechan dan Mark yang akan ngejelasin ke kalian. Gua mohon jangan ada yang teriak karna kasian kalau Mamanya Hanbin bangun nanti. Dengarin baik baik" Ucap Taeyong.

Mark dan Haechan mulai menjelaskan segala kejadian yang terjadi akhir akhir ini. Mulai dari  kecelakaan Nancy yang membuat Siyeon marah sampai ke Siyeon yang bunuh diri. Haechan juga menceritakan penyesalannya karena menuduh Siyeon dan membuatnya menderita. Mark lalu merogoh kantongnya dan mengeluarkan semua surat yang mereka temukan.

"Ini surat surat yang ditinggalin psikopatnya. Dan ini surat dari Siyeon sebelum dia bunuh diri"

Semua yang ada diruang tengah terdiam mendengarkan baik baik ketika surat itu dibaca.

"Jadi gua mau kita bersatu dan saling melindungi. Karna semua korbannya itu teman teman kita. Gue gak mau lagi ada korban dari MIPA 1. Gue mohon bantuan kalian kalau kalian tau sesuatu ataupun ngerti. Karna gue sama yang lainnya udah buntu otak mikirin siapa pembunuhnya" ungkap Taeyong.

"Gue cuma pengen kita semua solid dan saling ngelindungin. Udah cukup korbannya. Gua gak mau lagi bertambah. " lanjutnya.

Mingyu lalu mengangkat tangan yang disambut anggukan oleh Taeyong.

"Gue disini mau cerita kasus kematian Kak Hanbin yang gue rasa enggak wajar. Hanbin juga dibunuh dan lagi lagi pembunuhnya ngasih surat"

Ucapan Mingyu membuat seisi ruang tengah kaget. Bahkan Rose sampai teriak dan dimarahi oleh Lisa.

Mingyu merogoh kantongnya dan mengeluarkan sebuah kertas.

"Kemaren gue pengen nunjukin ini waktu dirumah sakit pas kak Hanbin udah enggak ada. Tapi keadaannya enggak memungkinkan karena waktu itu ricuh banget."

Mingyu lalu membacakan suratnya nyaring nyaring sehingga semua yang ada diruang tengah bisa mendengar suaranya.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sycho?¿ || 95-00 Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang