◾️Truth 2

6.6K 766 63
                                        



Jaemin memejamkan matanya, ia barusan kabur setelah menusuk Jeno.

Oh jelas, dia yang membunuh Jeno karna Jeno telah mengambil posisinya.

Harusnya dia yang disayang oleh Siyeon, bukan Jeno.
Dia surah berjuang dan berusaha keras untuk Siyeon, membalas dendam Siyeon, tetapi kenapa Jeno yang diberikan kesempatan untuk mengisi hati Siyeon?

Mungkin, kalau ia membunuh Jeno, maka Siyeon dapat membuka hatinya untuknya.

Mungkin, dan akhirnya, ia membunuh Jeno.

.

3-11-17

Dugaan Jaemin salah. Siyeon tidak pernah dapat membuka hati kembali untuknya.

Bahkan, kini Jaemin sudah tidak dapat melihat Siyeon.

Jaemin menyesal. Bagaimanapun, ia juga merupakan salah satu faktor Siyeon bunuh diri. Jaemin merasa dirinya monster sekarang, tidak pantas berada didunia.

Maka Jaemin, merencanakan pembunuhan dirinya sendiri, atau bisa dibilang bunuh diri.

Tapi malamnya, ada kejadian tidak terduga.

Kak Hanbin meninggal, dan Jaemin sangat yakin bahwa kak Hanbin dibunuh. Tapi sama siapa? Ia bersama yang lainnya semalaman mengobrol bersama Kak Mingyu dan menemani kak Hanbin dirumah sakit.

Jaemin tersadar akan sesuatu, atas pemikiran itu, ia mencurigai orang orang yang berada dirumah sakit malam itu.

Dan Jaemin, mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Ia menunda rencana bunuh dirinya hingga ia dapat menangkap pembunuh Kak Hanbin.

Mungkin dengan begitu, rasa bersalahnya sedikit berkurang.

6-11-17

Akhirnya, kini Jaemin tau pembunuhnya, karna ia melihat dengan mata kepalanya sendiri.

Haechan, temannya sendiri yang tega membunuh orang orang disekitarnya.

Ups, dulu Jaemin juga tega sih.

Ia melihat sendiri bagaimana Haechan mendorong kak Mina hingga jatuh dari tangga.

Dan setelahnya, Jaemin memutuskan untuk selalu memata matai Haechan.

Teman teman disekitar Jaemin mulai dibunuh satu persatu, hingga puncaknya, Haechan mengincar kak Jennie.

Tapi tunggu, kali ini cukup terbaca oleh Jaemin.

Maka Jaemin mengikuti Haechan, hingga tiba disekolah.
Jaemin menonton dari balik tembok, semua percakapan Haechan dan Jennie. Hingga tiba tiba, Haechan mengayunkan tongkat baseball besinya dan memukul Jennie hingga ambruk.

Jaemin yang terkejut, reflek keluar dan menangkap tubuh Jennie. Matanya menatap nyalang Haechan yang kini tersenyum ke arahnya.

Jaemin bangkit, menghampiri Haechan, tapi langkahnya berhenti begitu mendengar suara ribut ribut Kak Taeyong. Senyum Haechan semakin tinggi, dan ia lalu berbalik badan, bersembunyi.

Kini Jaemin sadar, ini semua adalah jebakan untuknya.

Haechan mengkambing hitamkan dirinya.

Tatapan Jaemin mendadak kosong, merasa sia sia selama ini. Senyum terukir di mulut Jaemin, lebih mirip seringai, memikirkan harusnya ia bunuh diri saja dulu.

Senyumnya semakin lebar, ketika Taeyong memukul wajahnya dengan keras hingga ia tersungkur.

Kini ia sadar, melakukan pembelaan pun, apapun yang ia katakan, tidak ada yang percaya pada dirinya.

Mungkin memang ini hukuman untuknya.

Maka, Jaemin memutuskan untuk bungkam tentang Haechan, dan memilih bunuh diri saat sidang.

Hey, Salahkah Jaemin jika berharap teman temannya yang lain bernasib sama dengan dirinya?





Haechan's side

Haechan tersenyum nanar, menatap jasad Siyeon. Perasaan bersalahnya sudah terlalu dalam. Bercampur rasa benci.

Ia tidak ingin Siyeon kesepian disana, apalagi Sanha.

Mungkinkah ia harus menyusul Siyeon? Ikutan bunuh diri?

Tunggu.
Bagaimana kalau semuanya saja yang menyusul Siyeon?

Maka atas dasar itu, Haechan, berubah menjadi psikopat yang mengerikan, membunuh semua teman temannya, menjebak Jaemin, dan bunuh diri setelahnya.

Hey, yang bilang ini sad ending siapa?

Cerita ini happy ending, dengan mereka semua yang berkumpul kembali.




AKHIRNYA CERITA INI BENER BENER BERAKHIIIR HUHUU
AKU TERHARUUUUU!!!!
MAKASIH SEMUANYA YANG UDAH BACA DAN UDAH MAU NUNGGU TAMAT NYA CERITA INI:')

Sycho?¿ || 95-00 Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang